
Waktu sudah menunjukkan pukul 11:00 malam hari namun Deandra belum pulang juga, akibat kedatangan papa sore tadi membuat Anes tidak bisa tidur ia tak tenang dan merasa tidak nyaman.
Dan pada pukul 11:30 suara deru mesin mobil terdengar hal itu membuat Anes langsung berjalan menuju pintu utama, ya ia memang tidak berada di kamar dan lebih memilih untuk menunggu suaminya di ruang keluarga.
"Sayang kenapa baru pul_" Ucapan Anes terhenti saat Dean memeluk nya, dan tak lupa mengec*p b*b*r Anes tindakan Deandra membuat Anes mematung seketika.
"Maafkan aku karena membuat kamu menunggu." Ucap Deandra, ia memeluk Anes lagi mencari kenyamanan disana.
"Kenapa hmmm capek banget hari ini?" Tanya Anes.
"Sayang maafin mama ya kalo mama ada salah sama kamu." Ucap Deandra, Anes mengernyit mendengar perkataan suami nya.
"Mama ada salah? Enggak ah mama gak ada salah sama aku, mama itu mama yang baik buat aku." Ucap Anes, hati Deandra mulai tak nyaman mendengar pujian sang istri untuk mama nya.
"Kamu yakin?" Tanya Dean, lihat bukan Anes yang menghasut sang suami tapi Dean yang tahu atas perubahan sikap mama.
"Aku yakin memangnya kenapa?" Ucap Anes, Deandra menggelengkan kepalanya dan mengecup kening Anes.
"Tidak ada apa-apa, kamu kenapa belum tidur?" Tanya Deandra.
"Itu tadi papa datang kesini dan memberikan beberapa berkas yang aku rasa itu terlalu berlebihan, aku sudah mencoba untuk menolak tapi papa maksa buat aku nyimpen berkas-berkas itu. Dan berkas nya aku taruh di brankas ruang kerja kamu." Ucap Anes, lihat bahkan istrinya merasa tak berhak untuk menyimpan sesuatu yang bukan miliknya padahal pala sudah memberikan itu dengan senang hati.
"Papa juga tadi menemui aku dan aku sudah mengiyakan keinginan papa, lagi pula apa yang dikatakan oleh papa itu benar kok Alexa dan Alden kan cucu nya." Ucap Deandra.
"Sayang tapi bagaimana dengan mama?" Tanya Anes.
"Papa membuat itu pasti sudah dengan persetujuan mama sayang tidak perlu di pikirkan lagi, lebih baik kamu istirahat aku juga mau mandi dulu." Ucap Deandra.
"Aku siapin air nya dulu." Ucap Anes.
"Gak perlu kamu istirahat saja." Ucap Deandra, Anes menggelengkan kepalanya hal itu membuat Deandra diam tak berkutik.
...
Keesokan harinya Anes memutuskan untuk pergi ke rumah mama, ia merasa tidak enak hati karena papa yang tiba-tiba memberi semuanya kepada twins A.
Sesampainya Anes disana wanita itu langsung masuk kedalam rumah, disana Anes melihat mama yang sedang duduk membaca majalah.
"Ma." Panggil Anes, mama menoleh menatap Anes ya Anes wanita yang dulu ia inginkan untuk menjadi menantunya.
Setelah semalam mama mengetahui jika papa sudah memberikan berkas-berkas itu kepada Anes, mama sadar ternyata menantunya itu tidak pantas ia curigai.
__ADS_1
"Sayang." Sahut mama.
"Ma apa kabar lama sekali mama tidak datang kerumah." Ucap Anes.
"Maafkan mama nes maaf karena sikap mama yang cepat berubah." Ujar nya, Anes mengernyit mendengar perkataan mama.
"Apa maksud mama?" Tanya Anes.
"Mama sempat termakan omongan Liza dan menjaga jarak dengan kamu, tapi untuk kali ini mama janji kamu akan menjadi putri mama satu-satunya." Ucap mama, Anes tersenyum dan memeluk mama.
"Tidak apa-apa ma Anes tidak masalah dengan itu, yang penting sekarang mama sudah tidak menghindar dan menjauh dari Anes." Ucap Anes, mama mengangguk dan mengecup setiap inci wajah Anes.
"Terimakasih atas semuanya sayang, terimakasih karena kamu selalu memaafkan kesalahan mama dan kesalahan keluarga mama." Ujar nya, Anes mengangguk sampai tiba-tiba seorang gadis berjalan menghampiri mama Deandra.
"Oma." Panggil gadis itu, Anes menoleh dan memicingkan matanya menatap gadis yang berjalan mendekati mama.
"Nadiza." Lirih Anes, ya Anes tahu jika anak gadis Liza tinggal dengan mama.
"Iya za ada apa." Ucap mama Dean.
"Kapan mami akan menemui aku Oma, aku merindukan mami." Ucap Nadiza.
"Diza cukup jangan lagi kamu cari mami kamu." Ucap mama, ia tak mungkin menghancurkan kebahagiaan keluarga nya karena Liza dan Nadiza.
"Hai Nadiza." Ucap Anes, Diza gadis itu menoleh menatap Anes.
"Kamu tahu aku?" Tanya Diza, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
"Hmmm, aku istri Deandra om kamu." Ucap Anes, Diza menatap datar Anes sementara mama tersenyum saat Anes mengenalkan dirinya.
"Salam sama Tante." Ucap mama.
"Tante? Dia bukan Tante ku." Ucap Nadiza.
"Nadiza dia Tante kamu." Ucap mama tak terima dengan perkataan Nadiza.
"No Oma dia bukan Tante ku." Ucap Nadiza, mama menghela nafasnya dan menatap Nadiza.
"Dia Tante kamu kau tahu jika tidak ada dia kamu tidak bisa ada di dunia ini." Ucap mama Dean, eh tunggu apa maksudnya jika tidak ada Anes Diza tidak akan ada di dunia ini?
"Aku tidak peduli harusnya aku memang tidak ada disini, percuma aku ada disini kalau dia membuat mami jauh dariku." Ucap Nadiza, Anes tersenyum manis mendengar perkataan Nadiza.
__ADS_1
"Sudah tidak apa-apa ma lagi pula wajar jika Diza bersikap seperti itu, toh anak-anak Anes juga belum tentu bisa menerima kehadiran Liza." Ucap Anes, mama mengangguk membuat Nadiza mengernyit heran.
"Diza dengar Oma dan opa tidak ingin kamu seperti ini, kamu tidak tahu masalah yang sebenarnya jadi jangan bersikap keterlaluan." Ucap mama.
"Oma dia yang menjauhkan om Dean dari mami, kata mami dia merebut om Dean dari mami." Ucap Nadiza, Anes tertawa kecil membuat mama menggelengkan kepalanya.
"Sayang tidak ada yang merebut om kamu memang mencintai Tante Anes, jika tidak bagaimana mungkin mereka memiliki anak hmmm." Ucap mama, Anes tersenyum akhirnya ia bisa melihat mama membela nya lagi.
"Oma." Lirih nya.
"Minta maaf kau jangan bo*oh sepertiku yang mudah di provokasi!" Tegas mama, Anes diam ternyata mama sadar jika dirinya mudah di provokasi.
"Hmmm, maafkan aku." Ucap Nadiza.
"Hmmm, tidak masalah aku tahu apa yang kamu rasakan." Ucap Anes, Nadiza diam ia menatap wajah cantik Anes yang terlihat tulus.
"Terimakasih." Ucap nya.
"Sama-sama." Balas Anes.
"Sayang ayok duduk sejak tadi kamu terus berdiri pasti pegal kan." Ucap mama, Anes mengangguk dan duduk di sofa begitupun dengan Nadiza.
"Diza." Panggil mama.
"Iya Oma." Sahut Diza, mama menghela nafasnya ia tak ingin Nadiza membenci Anes tanpa alasan yang jelas. Mama tahu bagaimana Liza mengajak orang-orang untuk membenci menantu nya. Dan bo*oh nya ia juga malah percaya dengan apa yang dikatakan oleh Liza pada saat itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊