
Dean mendekati suster dan Ike, Joe dan Jordan mencoba untuk menenangkan Deandra. Mereka tidak ingin Dean lepas kontrol.
"De tenang dulu de." Ucap Joe.
"Dimana Anes?" Tanya Dean, membuat Ike dan suster menunduk dalam.
"Ike jawab saya dimana Anes?" Teriak Deandra.
"Tu_tuan nona Anes pergi mencari tuan muda Kenzie, karena ta_tadi laki-laki yang menculik tuan muda menghubungi nona Liza." Ucap Ike.
Damn, Deandra semakin dibuat kalang kabut kemana Anes pergi. Dean menatap Liza dengan b*nci Deandra semakin tidak menyukai wanita itu.
Deandra berlari keluar membuat Liza mengejar Deandra, wanita itu menarik tangan Deandra membuat Dean menghentikan langkahnya.
"Dean kamu mau ke mana?" Tanya Liza.
"Apa pentingnya untuk kamu saya mau pergi kemana." Ucap Deandra.
"Kamu mau mencari Anes?" Tanya Liza.
"Liza berhenti bersikap bo*oh, kamu masih bisa bertanya seperti itu. Kamu tahu Anes pergi untuk mencari Kenzie anak kamu." Ucap Deandra, penuh dengan penekanan.
"Dean kamu mulai mencintai Anes? Jika kamu tidak mencintai Anes kamu tidak mungkin seperti ini." Ucap Liza, membuat Deandra emosi.
"Iya Liza iya, saya mencintai Anes dan sangat mencintai Anes. Kenapa jika saya mencintai Anes, dia istri saya tidak salah kan jika saya mencintai istri saya sendiri." Ucap Deandra, menepis tangan Liza dengan kasar.
"Dean." Teriak Liza.
"Jika terjadi sesuatu kepada Anes, maka saya tidak akan pernah membiarkan hidupmu tenang." Ucap Deandra, Jordan, Joe, Ike dan suster tercengang mendengar pengakuan Dean tentang perasaan nya untuk Anes.
"Mbak kita gak salah dengar kan mbak, tuan sudah mencintai nona Anes." Ucap Ike.
"Enggak Ike masa salah dengar, itu ngomong kenceng seperti itu kok." Ucap suster.
"Yaampun mbak Ike seneng banget loh ini, semoga nona Anes baik-baik saja." Ucap Ike.
Liza terdiam menatap mobil, Dean, mobil Joe dan Jordan yang pergi dari pekarangan rumah.
Deandra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada Anes dan Kenzie.
Sementara itu di sebuah bangunan tua Anes berjalan masuk kedalam, Anes berjalan dengan hati-hati karena ia takut ada sebuah jebakan.
"Kenzie." Panggil Anes.
"Kenzie." Panggil Anes lagi.
"Tante huaaaaa, tante aku disini tante." Teriak Kenzie, Anes mendongak ke atas dan ia melihat tubuh Kenzie yang di gantung.
"Kenzie tunggu Tante sayang." Teriak Anes terkejut, Anes berlari ke arah tangga namun seseorang menendang nya.
Bughhh... Anes terjatuh karena ada orang yang menendang nya dari belakang, Anes membalikkan tubuhnya menatap laki-laki itu.
__ADS_1
Anes mengedarkan pandangannya ia yakin tidak hanya satu orang yang ada di gedung tua itu, Anes menatap laki-laki itu dengan nyalang.
"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Anes.
"Uang!" Jawab nya santai.
"Cih, aku bisa memberikan uang sebanyak yang kalian minta. Tapi lepaskan Kenzie." Ucap Anes, lelaki itu tertawa kecil mendengar perkataan Anes.
"CK, ternyata kamu dan Deandra itu sama. Sama-sama orang yang sombong kalian memudahkan semua yang bersangkutan dengan uang." Ucap nya, Anes bangun dari duduk nya dan berdiri.
"Yang kau minta itu uang maka aku akan memberikan nya, berbeda dengan jika kau minta nyawa lalu aku berikan uang." Ucap Anes.
"Hey nona, kau berbicara seperti itu seakan kau bisa membuat kami menyerah." Ucap lelaki itu, Anes sudah tidak sabar lagi saat melihat Kenzie yang semakin melemah.
Bughh...bughhh... Anes menendang dada dan perut laki-laki itu dengan keras.
"Arrghhh." Erang nya.
"Jangan pernah bermain-main denganku, kau tahu aku tidak suka orang yang bermain-main seperti dirimu." Ucap Anes, wanita itu membent*rkan kepala lelaki itu ke dinding.
Anes berlari ke lantai dua, ia masih di hadang oleh banyak orang seperti nya anak buah dari laki-laki yang berniat untuk mencelakai Kenzie.
"Cih, lihatlah wanita ini dia berlagak hebat di hadapan kita." Ucap orang-orang itu, menertawakan Anes.
"CK, tidak malu kah kalian menyerang satu wanita. Aku sendiri dan kalian berlima tapi itu tidak masalah untukku." Ucap Anes, kelima laki-laki berotot itu menyerang Anes.
Karena gerakan Anes yang gesit Anes menendang tiga laki-laki itu hingga terjatuh ke lantai satu, kedua teman lelaki itu tercengang melihat Anes.
"Kenzie." Panggil Anes, air mata Anes menetes seakan sedang melihat putranya berada dalam bahaya.
"Tante hiks... Tante Kenzie takut." Lirih nya.
"Kenzie tenang ada Tante disini." Ucap Anes, saat Anes akan menyelamatkan Kenzie ia mendengar suara Deandra.
"Anes Kenzie." Panggil nya.
"Anes Kenzie." Teriak Deandra.
"Dean ini." Ucap Jordan terkejut, karena melihat beberapa orang bertubuh kekar tergeletak di lantai. Dan ada yang terjatuh sampai merusak meja.
"Om Kenzie disini " Teriak nya, Deandra Joe dan Jordan terbelalak melihat wajah Kenzie yang ketakutan.
"Kenzie." Teriak Deandra, lelaki itu berlari kencang ke lantai tiga.
"Om tolong Tante om." Teriak nya, ternyata Deandra, Joe dan Jordan pun di hadang oleh beberapa orang.
"Nona aku tidak menyangka jika Deandra lelaki dingin dan datar itu bisa memiliki istri cantik seperti anda." Ucap seorang lelaki, membuat Anes menoleh.
"Cih, lepaskan Kenzie." Ucap Anes.
"Tidur denganku maka aku akan melepaskan Kenzie." Ujar nya, Anes mengeraskan rahangnya.
__ADS_1
"Kurang aj*r anda ya, anda pikir saya wanita seperti apa." Teriak Anes, Anes berlari dan menendang dada lelaki itu.
"Akkhhh." Desis nya, lelaki itu tertawa kecil dengan memegang dada nya.
Melihat lelaki itu yang tergeletak di lantai membuat Anes berpikir untuk mengambil kesempatan, namun tanpa di duga lelaki itu menarik kaki Anes hingga membuat Anes terjatuh.
"Aaaa." Pekik Anes, melihat Anes terjatuh membuat Kenzie menjerit.
"Tente huaas, om tolong Tante om." Teriak Kenzie, Deandra melihat Anes yang tengkurap.
"Anes." Teriak Deandra.
"Lepas." Teriak Anes.
"Anes." Teriak Dean, lelaki itu masih di hadang oleh anak buah mantan kekasih Liza.
"Dean jangan Dean, kamu selamatkan Kenzie Dean." Teriak Anes.
Lelaki itu membalikan tubuh Anes dan menduduki perut Anes, melihat penolakan dari Anes untuk nya membuat lelaki itu menc*kik Anes.
"Tante." Jerit Kenzie.
Tangan Anes memberontak menc*kar wajah laki-laki itu sehingga tubuh Anes kembali terlepas, Anes menendang wajah lelaki itu.
"Kenzie." Lirih Anes, Deandra berlari dan memeluk Anes yang sedang merangkak mencoba untuk mendekati tempat Kenzie.
"Anes." Lirih Dean, Anes menitihkan air matanya ini kali pertama Dean memeluk nya.
"Dean Kenzie." Lirih Anes menunjuk Kenzie.
"Iya aku selamatkan Kenzie." Ucap Deandra, lelaki itu membantu Anes untuk bangun karena Dean tidak ingin Anes terlepas darinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1