Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 220


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini Dean sudah kembali ke kantor begitupun dengan Anes dan Cya, si kembar jangan di tanya kedua bocah itu sibuk dengan sekolah nya.


Deandra memasuki gedung perusahaan dan berjalan menuju ruang kerja nya, Dean duduk di kursi kebesaran nya dan mulai mengerjakan pekerjaan nya.


Saat Dean sedang fokus mengerjakan beberapa berkas yang terletak di meja kerja nya, Joe dan Jordan masuk memberikan beberapa dokumen penting kepada Dean.


"Apa ini?" Tanya Deandra.


"Dean sepertinya kita mengalami masalah besar." Ucap Joe, Deandra mengernyit dan langsung membaca dokumen-dokumen itu.


"Ini tidak terlalu besar." Ucap Deandra, Joe dan Jordan mengernyit heran.


"Mereka mempengaruhi para pemegang saham Dean." Ucap Jordan.


"Jo kau lupa di setiap cabang perusahaan aku selalu memiliki saham terbesar, biarkan saja mereka aku tidak terlalu khawatir." Ucap Deandra.


"Dean." Ucap Joe, Deandra pun menghela nafas nya dan mengangguk.


"Baik aku akan menyelesaikan semuanya." Balas Deandra, ia pun memutuskan untuk pergi ke perusahaan cabang milik nya.


Sementara di perusahaan Anes wanita itu tertegun melihat desain perhiasannya di tiru oleh orang lain, apa-apaan ini bagaimana bisa bocor keluar model perhiasan yang akan ia keluarkan.


"Bagaimana ini nes." Ucap Aleta.


"Tidak perlu khawatir kita hanya perlu mengubah desain nya saja ta, ingat perhiasan milik perusahaan kita terkenal sulit ditiru maka kita akan membuat model baru." Ucap Anes, Aleta mengangguk dan membicarakan itu dengan Anes.


"Baiklah aku akan berbicara dengan yang lainnya." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan menatap foto kedua anaknya.


Sudah satu Minggu berlalu dari masa liburan itu Anes dan Deandra sangat sulit untuk bertemu dan bercanda dengan anak-anak nya, mereka sibuk mengurus perusahaan yang memiliki masalah.


"Maafkan mommy nak." Lirih Anes, ia memeluk foto Alexa dan Alden.


Siang hari Anes meminta Ike dan Nana untuk menemuinya di cafe biasa, Nana menatap Anes yang terlihat murung.


"Nona ada apa?" Tanya Ike.


"Ke haruskah saya meninggalkan perusahaan sekarang, tapi saat ini perusahaan sedang mengalami masalah." Lirih Anes.


"Nona anda bisa menyelesaikan nya terlebih dahulu, lagi pula saya dan Nana bisa membantu menjaga Alexa dan Alden." Ucap Ike, Anes terdiam sampai seorang waiters menghampiri mereka.


"Nona ini pesanan anda." Ujar nya, Ike dan Nana mengangguk.


"Itu orang kenapa makin hari makin ganteng yaampun." Ucap Ike.


"Ka ingat Ara ke jangan aneh-aneh." Ucap Nana.

__ADS_1


"CK, kalian ini benar-benar tidak berubah." Ucap Anes tertawa kecil.


"Ya gimana mau berubah orang teman g*la nya saja Nana." Ucap Ike, Nana dan Anes tertawa renyah kini Anes melupakan beban nya karena berkumpul dengan Ike dan Nana.


"Kurang asem kamu ke." Ucap Nana, Ike tertawa kecil mendengar nya.


Dari jauh Ike melihat orang yang sangat tidak asing dari pandangan nya, nah kan Joe, Deandra dan Jordan.


"No_nona itu nona." Lirih Ike.


"Apa ke." Ucap Anes.


"Tu_" Ucapan Ike terhenti.


"Hantu?" Tanya Nana.


"Hantu udelmu itu tuan muda dan dua bodyguard nya." Ucap Ike, Anes dan Nana sontak menoleh dan membulatkan mata mereka.


Bukan apa-apa pasalnya cafe itu sudah terkenal menjadi tempat nongkrong istri-istri yang ingin mencari kebahagiaan karena barista dan waiters nya yang tampan-tampan, dan melihat para suami disana tentu saja mereka ketar-ketir.


"Kabur ke kabur." Ucap Nana, Anes menepuk dahinya kenapa ia bisa bertemu orang seperti Ike dan Nana dalam kehidupan nya.


"Mau kabur lewat mana?" Tanya Anes frustasi.


"Bagaimana kalau kita jalan dengan berjongkok." Ucap Ike, membuat Anes terbelalak.


"Apa?" Pekik Anes, membuat Nana refleks menutup mulut Anes.


"Nona ini demi keamanan kaki dan tubuh kita, kalau kita ketahuan bisa-bisa di hukum semalaman kita nona." Ucap Nana, Anes mengangguk dengan mulut yang masih di bungkam oleh Nana.


Anes mengumpat dalam hatinya karena melakukan sesuatu yang memalukan di depan banyak orang, dan setelah berhasil keluar mereka langsung lari ke mobil mereka masing-masing dan bergegas untuk pulang.


"Dimana mereka bukankah tadi kita melihat mobil mereka di depan." Ucap Jordan, ya sepulang dari kantor cabang Deandra, Jordan dan Joe memutuskan untuk pergi ke cafe tempat biasa mereka nongkrong.


Namun saat tiba di parkiran cafe itu mereka melihat mobil para istri yang terparkir dengan rapi di depan cafe langganan para istrinya, karena penasaran mereka memutuskan untuk mengunjungi cafe itu untuk mencari tahu apakah para istri mereka ada disana atau tidak.


"Mereka tidak ada disini mungkin kita salah lihat." Ucap Deandra, Jordan dan Joe saling menatap satu sama lain.


"Mungkin saja tapi mobil itu tidak mungkin kan ada plat nomor yang sama dengan mobil Anes, Ike dan Nana." Ucap Jordan.


"Bisa saja ada yang memesan nya juga tidak sengaja sama." Ucap Joe.


"Benar-benar sangat kebetulan, tapi jika mereka tidak ada disini bersyukur itu artinya para istri masih aman." Ucap Jordan.


"Benar aku rasa tidak mungkin mereka kesini, mereka juga masih takut atas hukuman apa yang akan mereka dapatkan." Ucap Joe, Jordan mengangguk dan merekapun memutuskan untuk pergi ke tempat tujuan utama mereka.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Anes berjalan masuk mencari keberadaan anak-anak nya, Anes melihat Alexa dan Alden di ruang tengah.


"Sayang." Panggil Anes.


"Mommy." Teriak kedua bocah itu, Anes tersenyum dan memeluk kedua anaknya.


"Anak mommy sedang apa hmmm, sudah makan atau belum?" Ucap Anes mengecup wajah Alexa dan Alden.


"Sudah, dimana Daddy apakah Daddy tidak pulang." Ucap Alexa.


"Daddy sedang sibuk mungkin, bagaimana sekolah kamu dan Alden apakah menyenangkan?" Ucap Anes.


"Hmmm, sangat menyenangkan." Ucap Alexa.


"Mom aku dan Alexa ingin mommy di rumah dan tidak bekerja, kami kesepian karena tidak ada mommy dirumah." Ucap Alden.


"Benarkah begitu?" Ucap Anes, kini wanita itu duduk di sofa dengan Alden dan Alexa yang duduk di sisi kiri dan kanan Anes.


"Hmmm, kami ingin bersama mommy." Ucap Alexa, Anes tersenyum manis kepada kedua anaknya.


"Baiklah mommy akan selalu dirumah dan ke kantor jika hanya ada yang penting saja itupun kalian bisa ikut bersama mommy, apakah kalian senang?" Tanya Anes, Alexa dan Alden mengangguk dan memeluk Anes.


"Ya kami senang." Ucap Alden dan Alexa, Anes tertawa kecil ya sekarang ia akan lebih mengutamakan kedua anaknya.


Alden dan Alexa ia tidak akan membuat kedua anaknya kesepian lagi, Anes memeluk dan mengecup puncak kepala Alden dan Alexa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2