Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 71


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Anes terbangun dari tidurnya, ia mengingat kejadian semalam saat Deandra mengungkapkan perasaan nya.


Pagi ini posisi Anes berada dalam pelukan Dean, Anes tersenyum manis kepada Deandra yang tidur dengan memeluk nya.


"Tidur nya nyenyak amat pak bos." Ucap Anes mengusap lembut wajah Dean.


Anes melepaskan tangan Dean yang memeluk pinggang nya, dengan perlahan Anes bangun dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi Anes memutuskan untuk memasak, namun belum lama Anes pergi Dean sudah membuka matanya.


Lelaki itu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Anes, Dean langsung terduduk dan bangun dari tempat tidur nya.


"Nes." Panggil Deandra, ia mencari Anes di walk in closet dan kamar mandi. Namun Deandra tidak menemukan keberadaan istrinya.


"Aneska." Panggil Deandra lagi, lelaki itu berjalan dengan cepat menuruni anak tangga.


Dean mencium aroma makanan ia buru-buru pergi ke dapur, di dapur Deandra melihat Anes yang sedang memasak. Tanpa banyak bicara Dean langsung memeluk tubuh Anes dari belakang.


"Eh." Ucap Anes terkejut, karena ada yang memeluk nya secara tiba-tiba.


"Kenapa ninggalin aku?" Tanya Deandra, panggilan lelaki itu sudah berubah ternyata bukan saya lagi.


"Kamu sudah bangun." Ucap Anes, mengelus pipi Dean dengan lembut. Lelaki itu meletakkan kepalanya di bahu Anes.


"Hmmm." Jawab Deandra.


"CK, aku pergi belum lama kamu sudah terbangun." Ucap Anes.


"Kamu kenapa ninggalin aku." Ucap Dean, ia mengecup bahu mulus Anes hal itu membuat Anes gugup.


"Aku kan harus masak untuk sarapan." Ucap Anes.


"Kenapa gak nunggu aku bangun dulu?" Tanya Deandra.


"CK, kelamaan kalau nunggu kamu bangun." Jawab Anes tertawa kecil.


"Lain kali tunggu aku bangun dulu." Ucap Deandra.


"Iya, yasudah kamu mandi dulu setelah itu kita sarapan." Ucap Anes.


"Kamu sudah mandi?" Tanya Dean.


"Sudah dong." Jawab Anes, jujur keduanya masih merasa canggung tapi mereka harus terbiasa seperti ini.


"Mandi lagi ayok." Ceplos Deandra.


"Ngarang, sudah sana mandi." Ucap Anes.


"Kiss dulu." Ucap Deandra, menunjuk pipi nya.


"Deandra Gavriel." Ucap Anes, Dean langsung bersiap untuk pergi saat Anes menatap nya.


"Iya-iya aku mandi." Ucap Dean, Anes tersenyum manis saat Deandra pergi dari hadapan nya.


Di kamar mandi Deandra merasa tenang karena akhirnya Dean bisa jujur kepada Anes, Dean juga senang karena sekarang ia bisa menjalankan pernikahan seperti orang-orang pada umumnya.


Setelah selesai mandi Dean melihat Anes yang sedang merapikan tempat tidurnya, Deandra memeluk Anes dari belakang. Si*l baru memeluk saja aroma tubuh Anes sudah menjadi candu untuk nya.


"Eh, sudah selesai?" Tanya Anes.


"Hmmm." Jawab Deandra.

__ADS_1


"Bersiaplah aku ingin pergi jalan-jalan." Ucap Anes.


"Jalan-jalan?" Tanya Deandra, Anes membalikkan tubuhnya menatap Deandra.


"Iya aku ingin pergi jalan-jalan." Jawab nya.


"Baiklah kita pergi jalan-jalan, kalau begitu aku bersiap dulu." Ucap Deandra, lelaki itu mengelus kepala Anes dengan lembut.


Saat Anes berjalan menuju meja makan ponselnya berdering, Aleta menelpon Anes dan dengan cepat Anes menjawab nya.


*Panggilan telepon*


Anes: Hallo ta...


Aleta: Hallo nes, nes gimana kamu dan Dean baik-baik saja?


Anes: Iya aku baik-baik saja kok ta.


Aleta: Syukurlah, oiya nes aku sudah tahu lelaki yang dekat dengan Intan namanya Andra nes.


Anes: Deandra ta.


Aleta: Bukan nes bukan Deandra, tapi Andra.


Anes: Laki-laki itu Deandra Aleta.


Aleta: No Aneska, buka Deandra tapi Andra.


Anes: Iya Andra itu panggilan Intan untuk Dean, nama lengkap nya Deandra. Dean sudah menceritakan semuanya semalam, tentang dia dan Intan.


Aleta: Ha? Kamu serius kalau laki-laki itu Deandra?


Aleta: Dean udah jujur tentang Intan, itu artinya Dean juga sudah jujur tentang prasaan nya dong nes.


Anes: Hmmm.


Aleta: Aaaaaaaa, Anes segera bawa Deandra junior pulang ya.


Anes: Mulai deh.


Aleta: Nes kalau Intan nyaman dengan Dean wajar, secara Dean ganteng anak tunggal kaya raya siapa yg ga nyaman? Kamu saja sekarang jatuh cinta kan kepada Dean, hayo ngaku.


Anes: Apaan si ta, sudah dulu ya Dean sudah selesai dan kami mau sarapan.


Aleta: Iya sarapan yang banyak ya, siapkan tenaga kalian untuk adu kekuatan nanti malam.


Anes: Ta mau aku bomb*rdir rumah kamu.


Aleta: Hehe, engga lah. Yasudah aku mau lanjut kerja ya, bye sayang nya akoh.


Anes mematikan panggilan telepon nya, Deandra menghampiri Anes yang sedang berdiri dengan memegang ponsel nya.


"Habis menerima telepon dari siapa?" Tanya Deandra.


"Aleta, kamu sudah selesai ayok kita sarapan." Ucap Anes.


"Ayok." Balas Dean, lelaki itu merangkul pundak Anes.


Anes tersenyum inikah yang dirasakan oleh Aleta dan Azka selama ini, ternyata enak juga ya jika ada laki-laki yang mencintai kita begitu lah pemikiran Anes.


"Kamu ingin jalan-jalan kemana?" Tanya Deandra.

__ADS_1


"Kemana saja." Jawab Anes.


"Mau berbelanja atau ke pantai?" Tanya Dean.


"Kalau ke pantai kamu ikut kan." Ucap Anes.


"Ikut lah, aku gak akan membiarkan kamu pergi sendiri." Balas Dean.


"Kalau begitu kita berbelanja dulu saja." Ucap Anes, Deandra tercengang Dean kira Anes akan mengajak nya ke pantai.


"Baiklah kemanapun asal kamu bahagia." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


Setelah selesai sarapan Anes dan Deandra memutuskan untuk pergi, Dean membukakan pintu mobil dan memegang kepala Anes agar tidak terbentur.


"Makasih." Ucap Anes.


"Sama-sama." Balas Deandra, lelaki itupun ikut masuk kedalam mobil.


Deandra mengemudi dengan menggenggam tangan Anes, dan Anes merasa bingung dengan sikap Deandra.


(Ini Dean kesambet apaan si kenapa jadi nempel terus kaya gini, sampai nyetir saja harus pegangan tangan udah kaya orang mau nyebrang.) Batin Anes, wanita itu mencuri-curi pandang kepada suaminya.


"Gak perlu di liatin kaya gitu juga, tahu kok kalau suami kamu itu ganteng." Ucap Deandra.


"Yaampun pede banget." Desis Anes, Deandra tertawa dan menatap Anes.


"Ngaku aja gak apa-apa." Ucap Dean.


"Ngaku apaan?" Tanya Anes.


"Aku ganteng kan." Ucap Deandra.


"Gak." Ucap Anes.


"Bohong kalau gak ganteng kenapa kamu mau?" Tanya Deandra.


"Mau lah orang kamu banyak duit." Ceplos Anes, Deandra tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.


"Masa?" Tanya Dean.


"Iya, kalau kamu ga banyak duit aku gak mau sama kamu." Canda Anes.


"Kalau gitu aku harus kerja terus biar banyak uang, dan kamu gak pergi dari aku." Ucap Deandra, Anes menatap Deandra dengan sendu dan Dean menatap Anes dengan tersenyum manis.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2