Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 181


__ADS_3

Tiga hari berlalu hari ini Deandra, Joe dan Jordan sedang berada di kediaman Deandra. Namun ketiga lelaki itu sedang berbincang di ruang kerja Dean, Jordan menatap wajah datar Deandra yang tidak biasanya ia menampilkan wajah tanpa ekspresi itu setelah menikah dengan Anes.


"Ada apa Dean?" Tanya Jordan, Deandra menatap Jordan lalu menghela nafasnya.


"Apakah ini ada hubungannya dengan Steven?" Tanya Joe, Deandra mengangguk ia memijat pelipisnya yang terasa pusing.


"Hmmm, entah apa yang harus aku lakukan untuk membuat Steve dan istrinya berhenti mendekati Anes." Ucap Deandra.


"Kenapa bukankah itu bagus jika Nia dan Anes dekat." Ucap Jordan.


"No Jo mereka mendekati Anes bukan karena mereka menyukai Anes, tapi mereka menginginkan salah satu anakku dan Anes." Ucap Deandra, Jordan dan Joe pun tercengang mendengar nya.


"Dari mana kamu tahu semua ini? Jika Anes apakah mungkin dia mengatakan ini?" Tanya Jordan.


"Nana dua hari yang lalu Nana menghubungiku dan mengatakan perbincangan Anes dengan Steve dan Nia." Ucap Deandra.


"Tapi Nana tidak mengatakan apapun kepadaku." Ucap Jordan.


"Jo come on ini tentang aku dan Anes jadi untuk apa Nana mengatakan ini kepada kamu." Ucap Deandra, Jordan tertawa dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sorry Dean aku tidak fokus." Ucap Jordan.


"Lalu apa yang ingin kamu lakukan Dean?" Tanya Joe.


"Aku ingin memberikan pelajaran kepada Nia, aku tahu sejak Cya dekat dengan Anes Nia tidak pernah menyukai itu." Ucap Deandra.


"Tapi bagaimana dengan Cya? Mungkin gadis itu akan merasa bersalah kepada Anes." Ucap Joe.


"Itu dia Joe mungkin Anes sengaja tidak mengatakan ini kepadaku karena ingin menjaga prasaan Cya, Anes begitu menyayangi Cya." Ucap Deandra, Joe dan Jordan pun mengangguk membenarkan perkataan Dean.


"Anes itu wanita yang baik dan tulus Dean, dia bisa menyayangi para saudara kamu dengan baik. Setelah Kenzie kini Cya yang Anes sayangi." Ucap Jordan.


"Dean sepertinya Nia ini duplikat nya Liza." Ceplos Joe.


"Apa aku harus mengurungnya juga seperti aku mengurung Liza." Ucap Deandra.


"Jangan Dean Nia ini menggunakan cara yang rapi tidak seperti Liza yang terang-terangan." Ucap Joe.


"Tapi bukankah orang seperti Nia ini lebih berbahaya untuk Anes dan si kembar." Ucap Jordan.

__ADS_1


"Ya memang tapi benar kaya Joe kita harus membiarkan nya dulu." Ucap Deandra, ketiga lelaki itu pun membicarakan tentang pernikahan yang akan di lakukan oleh Joe dan Ike.


Tanpa mereka sadari ternyata Cya mendengar semua perbincangan mereka tentang Nia dan Steven, tangan Cya mengepal erat mengetahui kelakuan kakak dan kakak ipar nya.


"Kak Nia tidakkah cukup kau membuat aku keluar dari rumah hmmm, dan sekarang kau malah mengganggu kak Anes aku tidak akan membiarkan itu." Gumam Cya, wanita itu kembali ke ruang keluarga dimana ada Nana Ike dan suster disana tak lupa juga Anes yang sedang duduk manis di antara mereka.


"Cya kamu dari mana hmmm?" Tanya Anes.


"Maaf kak tadi aku sakit perut." Jawab nya, Anes memicingkan mata nya.


"Apa perlu pergi ke dokter?" Tanya Anes, Cya tertawa mendengar kekhawatiran Anes.


"CK, tidak perlu aku hanya sakit perut biasa kak." Ucap nya.


"Ya baiklah kalau begitu." Ucap Anes, Cya pun mengangguk dan menatap Anes yang sedang membantu Ike dan Nana untuk persiapan pernikahan yang akan dilakukan sebentar lagi.


...


Keesokan harinya sepulang dari sekolah Cya memutuskan untuk kembali ke rumah nya, gadis cantik itu berjalan masuk kedalam rumah dan langsung melempar tas sekolah nya ke sembarang arah.


"Cya sayang kamu pulang nak oh my mami sayang merindukan gadis kecil mami." Ucap mami Cya.


"Hei ada apa hmmm, apakah kau sangat merindukan kakak kamu." Ucap mami, ia mengelus kepala Cya lembut.


"Mi Cya bertanya dimana kak Nia dan kak Steve?" Ucap nya memberikan tatapan tajam kepada sang mami.


"Ada apa ini Cya kenapa kamu memasang wajah seperti itu kepada mami." Ujar sang mami.


"Pulang juga kamu." Ucap Steven menuruni anak tangga bersama dengan Nia.


"Cih, sebenarnya aku tidak ingin pulang tapi ada sesuatu yang harus aku selesaikan disini." Ucap Cya, Steven tertawa mengejek kepada adiknya.


"Apa yang kamu mau selesaikan hmmm, apakah Dean dan Anes tidak memberikan banyak uang jajan kepada kamu seperti apa yang selama ini kakak dan kak Nia berikan." Ucap Steven.


"Aku tidak membutuhkan uang jajan kakak mengerti." Ucap Cya, Nia mencibir mendengar perkataan Cya.


"Apa yang kamu butuhkan Cya kakak akan memberikan nya untuk kamu." Ucap Nia, Cya menggelengkan kepalanya ia tak percaya jika kepulangan nya untuk hal seperti ini.


Lihat bahkan mereka seakan sudah tak menganggap jika Cya putri di keluarga itu, Cya menatap mami nya yang terlihat bingung.

__ADS_1


Gadis cantik itu berjalan dan meraih tas nya ia mengambil kartu pemberian Steven dan Nia yang ada di dompet nya, tanpa ragu Cya melemparkan kedua kartu itu di hadapan kakak dan mami nya.


"Sudah aku bilang aku tidak membutuhkan uang jajan dan apapun yang bisa kalian berikan." Teriak Cya, Steve dan Nia terlihat sangat terkejut.


"Cya jaga sikap kamu apakah ini yang di ajarkan Anes kepada kamu." Ucap mami menunjuk wajah cantik Cya.


"Tidak kalian tahu kak Anes tidak pernah mengajarkan ini kepadaku, tapi aku adalah putri keluarga Gavriel apa kalian lupa bukankah sikap keras kepala, kejam dan licik itu turunan dari keluarga Gavriel." Sengit Cya, Steve dan Nia diam tidak mengerti kemana arah pembicaraan Cya.


"Cukup Cya ada apa sebenarnya kenapa kamu pulang dengan keadaan seperti ini?" Tanya mami.


"Mi bisakah kau katakan kepada putra dan menantumu berhenti untuk meminta salah satu anak kak Anes dan kak Dean, apakah kalian tak punya malu melakukan ini setelah dengan baik nya mereka mau merawatku dan membahagiakan aku." Ucap Cya, kini air matanya menetes ia mengingat usaha Anes untuk melahirkan anak-anak nya.


"Siapa yang meminta anak Dean mami tidak memintanya." Ucap mami.


"Kak Steve dan kak Nia mereka datang ke rumah kak Dean hanya untuk meminta salah satu anak nya, kenapa kalian melakukan ini apakah kalian tahu perjuangan kak Anes untuk melahirkan twins." Lirih Cya.


"Apakah itu benar Steve?" Tanya mami.


"Tentu saja tidak benar aku tidak pernah melakukan itu." Ucap Steve.


"Benar mi kami tidak pernah melakukan itu, mungkin itu hanya bisa-bisanya Anes saja mau membuat Cya marah kepada kami." Ucap Nia, Cya tertawa miris melihat kedua kakak nya ia benar-benar kecewa kepada kakak nya sendiri


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊.

__ADS_1


__ADS_2