
Setelah merasa puas bermain di rumah Jordan Anes dan Deandra memutuskan untuk pulang, Ike ikut bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Anes dan Deandra.
"Ayok nona." Ajak Ike memegang tangan Anes.
"Ayok kemana?" Tanya Deandra.
"Bukankah kita akan pulang tuan." Ucap Ike.
"Telpon supir minta untuk menjemput saya dan Anes." Ucap Deandra, Ike tertegun dan menatap keluar ternyata tuan nya benar-benar berlari dari rumah ke rumah Jordan pantas ngos-ngosan.
"Baik tuan tapi Ike nanti pulang nya?" Ucap Ike.
"Minta antar Joe." Ucap Deandra, Ike tertegun kenapa tidak mereka semua saja yang minta antar kepada Joe.
Suster yang melihat Ike terdiam langsung menghubungi supir dan memintanya untuk menjemput Deandra, tak lama kemudian supir pun datang.
"Sus kamu pulang bersama saya dan Anes." Ucap Deandra.
"Baik tuan." Balas suster.
"Loh loh Ike gimana tuan." Pekik nya.
"Mobil nya tidak muat Ike lihat." Ucap Deandra, Ike menatap nanar mobil yang terparkir dengan rapi di depan rumah Jordan.
"Nona." Lirih Ike, Anes tertawa kecil melihat wajah memelas Ike.
"Joe yang akan mengantar kamu pulang." Ucap Deandra.
"Kenapa tidak Ike dan suster yang pulang dengan supir, tuan dan nona bersama tuan Joe." Ucap Ike, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Ike dimana saya Anes akan duduk jika kami bersama Joe, lihat mobil Joe hanya cukup untuk dua orang saja." Balas Deandra, Ike menatap mobil sport yang dikendarai oleh Joe ya lelaki itu memang sengaja memakai mobil sport miliknya untuk ke rumah Jordan.
"Gini amat nasib Ike." Ujar nya, semua orang tertawa termasuk Jordan dan Nana.
"Gak apa-apa ke siapa tahu jodoh." Ucap Jordan, Ike menoleh menatap wajah datar Joe.
"Ah elah jangan lah yakali Ike yang ceria berjodoh dengan laki-laki tanpa ekspresi kaya gini." Ucap Ike, Jordan tertawa dan Deandra juga ikut tertawa.
"Yasudah ayok pulang." Ucap Deandra.
"Hmmm, mami kita pulang dulu ya lain kali mami main kerumah Anes." Ucap Anes.
"Iya sayang hati-hati ya nak." Ucap mami memeluk Anes.
"Nana kita pulang dulu ya." Ucap suster.
"Iya mbak." Balas Nana, Deandra dan Anes langsung masuk kedalam mobilnya begitupun dengan suster.
Sementara Ike berjalan lesu menuju mobil milik Joe, Joe mengulum bibir ia tahu Ike ingin pulang bersama dengan Anes dan Deandra.
"Jangan sedih dong meskipun pulang bersama dengan tuan Joe kan tetap saja sampai nya kerumah nona Anes." Ucap Nana.
__ADS_1
"Nana Ike gak sedih soal itu." Ucap Ike.
"Lalu?" Tanya Nana.
"Ike tarik perkataan Ike tadi." Ujar nya.
"Yang mana?" Tanya Nana.
"Yang mengatakan tuan Joe tampa ekspresi, ternyata kalau di perhatikan dia ganteng juga ya." Bisik nya, Nana tertawa renyah mendengar perkataan Ike.
"Kamu ini ada-ada saja." Ucap Nana, Ike tertawa dan berlari kecil menghampiri Joe yang sudah membukakan pintu mobil untuk nya.
"Ike pulang dulu ya dadah Nana." Ucap Ike, Nana mengangguk dan tersenyum manis.
Di dalam mobil Ike menatap Joe yang mengemudi dengan fokus, seperti nya Ike juga harus menarik perkataan yang mengatakan jika Joe ganteng karena pada akhirnya wajah tanpa ekspresi itu muncul lagi.
"Sudah sampai." Ucap Joe datar.
"Eh, yasudah terimakasih karena mau mengantar Ike." Ujar nya.
"Hmmm." Balas Joe, Ike turun dari mobil dan berlari ke dalam rumah Joe menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Ike.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Anes, yang saat itu sedang duduk di ruang tamu.
"Hmmm." Balas Ike,Anes tersenyum usil kepada Ike.
"Saya kira kamu akan pulang terlambat." Ucap Anes.
"Ya saya kira kamu mau main atau jalan-jalan dulu kemana gitu." Ucap Anes, Ike mencebikan bibirnya membuat Anes tertawa.
"Nona berharap Ike pergi kemana? Ike gak tahan berdekatan dengan tuan Joe nona." Ujar nya, Anes bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Ike.
"Kenapa Joe ganteng ya?" Ucap Anes, Deandra yang mendengar jika Anes mengatakan Joe ganteng langsung menatap tajam istrinya.
"Gak ada yang lebih ganteng dari suami kamu ya honey, jangan pernah mengatakan itu lagi." Ucap Deandra, Anes menoleh menatap suaminya.
"Aku hanya bertanya kepada Ike." Ucap Anes.
"Itu sama saja, jangan pernah memuji orang lain dengan mulut kamu terkecuali memuji suami kamu." Ucap Dean, Ike menghela nafasnya melihat perdebatan tidak berfaedah di hadapannya.
"Yaampun ini benar-benar memusingkan." Ucap Ike berjongkok di hadapan Anes.
"Kamu kenapa?" Tanya Deandra.
"Tuan tidak bisakah kalian berdebat di kamar saja, Ike masih jomblo asal tuan tahu bisa-bisanya selalu menebar kemesraan di depan Ike." Ucap Ike.
"Bukankah penjaga gerbang utama bisa kau dekati." Ucap Deandra, Ike mendengus mendengar perkataan tuan muda nya.
"Jika bisa sudah sejak dulu Ike nikahi, masalah nya dia saja sudah memiliki istri di rumah nya." Ucap Ike, Dean dan Anes tertawa.
"Kau ingin yang seperti apa?" Ucap Dean setengah menggoda.
__ADS_1
"Yang seperti suami Nana boleh tuan." Ucap Ike langsung berdiri di hadapan Dean.
"Kalau begitu kau harus meminta ijin kepada Nana untuk menjadi istri kedua Jordan." Ujar nya, Dean berjalan menuju kamar nya.
"Tidak seperti itu juga maksud Ike." Teriak Ike, Anes tertawa Dean dan Ike malah seperti adik dan kakak.
"Bukankah kau ingin suami seperti Jordan." Ucap Deandra.
"Ya gak harus tuan Jordan juga tuan, yaampun Ike tidak yakin jika tuan muda seorang CEO jika kelakuan nya di rumah seperti ini." Ucap Ike, Deandra melempar bantal sofa dari lantai dua kepada Ike yang berada di lantai satu.
"Kelakuan saya dirumah dan di kantor beda." Ucap Deandra, Ike menangkap bantal itu dan mendongak menatap tuan nya yang berada di atas.
"Nona bagaimana bisa anda mencintai lelaki seperti tuan." Ucap Ike.
"Saya hilap sepertinya." Ucap Anes tertawa kecil, kini wanita itu pun berjalan menuju kamar untuk menyusul suaminya.
"Ini benar-benar jodoh cerminan dari diri sendiri, karena kelakuan tuan dan nona sama." Ucap Ike.
"Sama bagaimana?" Tanya suster.
"Sama-sama menyebalkan." Ucap Ike, suster tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Sudah-sudah sebaiknya kita ke dapur untuk menyiapkan makan malam." Ucap suster, Ike mengangguk dan merekapun pergi ke dapur.
Ike memotong sayuran dengan menatap suster yang berjalan kesana-kemari menyiapkan bahan-bahan makanan, Ike berpikir kenapa suster sampai sekarang belum menikah.
"Ke kamu dan tuan Joe terlihat cocok." Ucap suster.
"Gak mana ada cocok." Balas Ike, suster tertawa ia senang mengejek Ike.
Mereka fokus memasak dengan kepala pelayan, setelah selesai memasak Ike berjalan kerumah belakang bersama suster untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka sebelum menemani tuan dan nona nya makan malam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1