Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 279


__ADS_3

Dengan rasa takut dan malu nya Cya pun mengijinkan Elang untuk membantu dinya membuka gaun, tangan Elang juga terlihat sedikit ragu antara melanjutkan atau berhenti.


"El kenapa lama sekali?" Ucap Cya.


"Ah iya sorry." Ucap Elang, ia pun berhasil membuka resleting gaun nya.


Mata Elang membulat sempurna saat melihat punggung putih dan mulus milik Cya, lelaki itu menelan saliva nya. Tidak munafik jika saat ini El merasa menginginkan Cya, El merasa ingin memiliki Cya sepenuhnya.


"Apakah sudah?" Tanya Cya.


"Sudah." Jawab Elang singkat, sedangkan Cya memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi tanpa menoleh kepada Elang.


Setelah kepergian Cya Elang merasa resah dengan dirinya sendiri, ia mengusap wajah nya dengan kasar karena perasaan aneh yang ia rasakan.


Jujur saja jika selama ini Elang sering melihat wanita-wanita cantik dan se*si namun itu tidak sampai membuat nya resah seperti saat ini, tapi kenapa baru melihat punggung Cya saja El sudah seperti orang tidak war*s.


"Aku butuh menenangkan diri." Ucap Elang, lelaki itu keluar dari kamar nya dan diam di balkon.


El menatap langit malam yang di penuhi oleh bintang, sampai tiba-tiba seorang lelaki datang menepuk pundak nya.


"Ini sudah larut kenapa kamu masih disini?" Ucap lelaki itu.


"Pi tolong jangan ganggu aku untuk saat ini." Ucap Elang, ya lelaki itu adalah papi nya.


"Kenapa? Papi tidak merasa sedang mengganggu kamu, papi hanya bertanya kenapa kamu ada di luar bukan kah seharusnya kamu ada di dalam." Ucap papi, Elang yang tahu kemana arah pembicaraan papi nya pun berdecak.


"Tidak perlu banyak bicara aku akan masuk sekarang." Ucap Elang, papi El tersenyum melihat anak nya yang pergi ke kamar.


"Papi ingin tahu El sebesar apa kamu menginginkan Cya, papi harap kamu tidak menyakiti gadis baik itu." Gumam tuan Mahendra.


"Menyebalkan." Ucap Elang masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu.


"Aaaaaaaaaaa." Teriak Cya karena terkejut dengan kehadiran Elang.


"Cy kamu apa-apaan sih." Sengit Elang.


"Harusnya aku yang tanya kamu kenapa masuk tiba-tiba." Ucap Cya kembali melilitkan handuk di tubuhnya, sementara Elang tercengang melihat pemandangan indah itu.


"Elang." Kesal Cya.


"Ya suka-suka aku lagian ini juga kan kamar aku." Ucap Elang.


"Aku tahu tapi setidaknya kamu ketuk pintu dulu." Ucap Cya, tangan Elang bergerak memutar kunci pintu hal itu membuat Cya memegang erat handuk yang melilit di tubuh nya.


"Ka-kamu mau ngapain?" Ucap Cya yang mulai takut.


"Cya i'm sorry." Lirih Elang membuat Cya mengernyit, dan terkejut saat Elang tiba memeluk nya dan mendorong tubuh Cya ke tempat tidur.


"Elang, em*mhh." Pekik Cya, namun Elang tak menghiraukan nya ia sudah tidak bisa menahan nya lagi.

__ADS_1


"Stop Elang cukup." Lirih Cya, kini keduanya saling bertatapan dengan sendu.


"Aku menginginkan nya." Ucap Elang dengan suara berat nya.


"Aku_aku." Ucapan Cya terhenti saat Elang membungkam mulutnya.


Malam inikah yang akan membuat status Cya berubah? Apakah malam ini juga Cya harus merelakan sesuatu paling berharga dalam dirinya yang telah ia jaga selama bertahun-tahun.


"Rileks honey." Bisik Elang membuat bulu kuduk Cya berdiri.


"Eung*hh." Lenguh nya dan_


"Sak-it El sakit." Lirih Cya.


"Sebentar lagi sayang." Ucap Elang, Cya menggelengkan kepalanya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Kamu tahan sebentar oke tahan." Elang pun mulai mendor*ng nya dengan keras, hingga membuat Cya menjerit kesakitan.


"Aaarrggg, kakak tolong sakit." Teriak nya, Elang terdiam sejenak saat merasakan sesuatu mengalir di paha nya.


"Darah." Gumam Elang, ia menatap Cya yang menangis dengan menutup kedua matanya.


"Ternyata dugaan ku salah, aku kira Cya sama seperti wanita-wanita yang sebelumnya pernah aku temui." Batin Elang, karena merasa bersalah Elang pun memeluk Cya dan mengecupi wajah cantik Cya.


"Maaf Cya, maaf jika aku menyakiti kamu." Ucap Elang, Cya terdiam mendengar perkataan Elang.


"Hmmm." Sahut Elang.


"Lanjutkan saja." Pinta Cya membuat kening Elang berkerut.


"Kamu yakin?" Tanya Elang.


"Hmmm, aku yakin lanjutkan saja." Ucap Cya, toh ini sudah terlanjur terjadi bukan.


"Baiklah aku akan melakukan nya dengan pelan-pelan." Ucap Elang, Cya mengangguk dan mulai menerima permainan yang dilakukan oleh Elang.


"Euung*hhh." Lenguh nya, Elang tersenyum melihat Cya yang mulai terbawa oleh kegiatan nya.


"Kau suka?" Tanya Elang, wajah Cya langsung merona mendengar pertanyaan Elang.


"El berhenti sebentar." Lirih Cya.


"Kenapa?" Tanya Elang.


"Aku-aku pengen pi*is." Lirih nya, Elang tertawa kecil mendengar perkataan polos Cya.


"CK, tidak apa-apa sayang keluarkan saja disini." Ucap Elang.


"T-tapi El." Lirih Cya, untuk membuat Cya kembali tenang Elang pun mengec*p b*b*r mungil Cya.

__ADS_1


Setelah cukup lama beradu kekuatan akhirnya Elang pun tumbang di atas tubuh Cya, sementara Cya wanita itu sudah tak berdaya karena rasa lelah dan kantuk yang dirasakan nya.


"Thank you honey." Lirih Elang mengecup kening Cya.


"Hmmm." Balas Cya dengan mata yang terpejam.


Sementara itu di kediaman Deandra terlihat Alexa, Ara dan Vani yang duduk di atas tempat tidur. Ara dan Vani menatap Alexa yang tetap terlihat tenang.


"Xa kamu bisa-bisanya tetap tenang setelah melihat Bian bersama dengan Amel." Ucap Vani.


"Tau nih kak Alexa apa gak kesel gitu ya, kalau Ara ada di posisi kakak sudah pasti Amel Ara cabik-cabik." Ucap Ara.


"Kalian ini kenapa si? Aku gak apa-apa sungguh, kalian gak usah khawatir karena aku baik-baik saja." Ucap Alexa.


"Ya tapi kita yang kesel ngeliat nya xa, lagian si Bian juga mau-mau nya ngajak si Amel." Ucap Vani.


"Van lelaki di dunia ini itu gak cuma Bian, lagian aku dan Bian gak ada hubungan apa-apa jadi hak Bian dia mau pergi sama siapa." Ucap Alexa.


"Xa cukup jadi orang terlalu baik cukup xa, kamu biasa aja tapi kita sebagai sahabat kamu sakit liat nya." Ucap Vani.


"Apa yang kak Vani bilang itu benar kak kita terluka melihat nya." Ucap Ara mendramatisir keadaan.


"Gak usah lebay mendingan sekarang kita tidur." Ucap Alexa, Vani dan Ara pun mengerucutkan bibirnya membuat Alexa menatap kedua sahabatnya.


"Aku mau tidur, terserah kalian mau ngapain bebas kok." Ucap Alexa merebahkan tubuhnya.


"Gimana nih Ra?" Tanya Vani kepada Ara.


"Kita tidur dulu kali kak, besok kita pikirin gimana cara jauhin Amel dan Bian." Ucap Ara, Vani pun mengangguk dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Alexa begitu dengan Ara yang ikut berbaring.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2