Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 95


__ADS_3

Keesokan harinya saat sedang sarapan mama menatap Liza yang memasang wajah datar, mama hanya bisa menghela nafasnya saja.


Setelah itu ama menatap Anes dan Deandra yang baru saja duduk di ruang makan, Anes tersenyum menatap Kenzie.


"Selamat pagi ma pa, selamat pagi Kenzie." Ucap Anes.


"Pagi sayang." Balas mama dan papa.


Anes menatap penampilan mama dan papa yang sudah terlihat rapi, Anes menatap Ken yang juga tengah menatapnya.


"Tante Oma dan opa akan kembali pergi, Tante ikut mengantar Oma dan opa bersama Ken ya." Ujar nya, saat Anes sedang mengambil makanan untuk suaminya.


"Ma kenapa secepat itu?" Tanya Anes, mama tersenyum manis kepada menantu kesayangan nya.


"Sayang papa sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi mama akan pergi lagi untuk menemani papa." Ucap mama.


"Tapi Anes masih merindukan mama." Ujar wanita cantik itu.


"Mama akan pulang nanti saat papa kamu sudah tidak sibuk lagi, untuk sekarang mama dan papa harus pergi dulu." Ucap mama, Anes hanya bisa mengangguk pasrah saja.


"Baiklah kalau begitu Anes akan mengantar mama dan papa ke bandara." Ujar nya.


"Hore Tante mau ikut nganter Oma bersama Ken." Ucap Ken dengan gembira.


"Tante gak ikut." Ucap Deandra menggodanya Kenzie.


"Ikut Tante ikut." Rengek Kenzie.


"Enggak, Tante mau ikut om ke kantor." Ucap Deandra, Kenzie menatap nyalang om nya itu.


"Tante ikut Kenzie dan Oma." Teriak nya.


"Hei sudah Tante ikut Ken dan Oma, jangan dengarkan om." Ucap nyonya Gavriel, Ike tersenyum melihat kebersamaan yang terlihat hangat itu.


Saat Kenzie dan Dean sedang berebut Anes, tiba-tiba saja Liza bangun dari duduknya dan pergi begitu saja, tidak ada yang memanggil atau menahan nya.


Setelah selesai sarapan semua orang bersiap, Ike dan Nana membantunya untuk membawa koper tuan dan nyonya Gavriel kedalam mobil, dan Anes wanita itu jalan di gandeng oleh Deandra.


"Kamu gak ikut nganter mama?" Tanya nya.


"Gak bisa aku ada meeting penting hari ini." Ucap Deandra, Anes mengangguk.


"Baiklah kalau begitu kamu hati-hati dijalan oke." Ucap Anes, Dean mengangguk dan tidak lupa lelaki itu untuk mengecup kening istrinya.


"Hmmm, kamu juga hati-hati." Ucap Deandra, Anes mengangguk.


"Ma pa maaf aku tidak bisa mengantar kalian, aku ada meeting penting hari ini." Ujar nya.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa sayang, ada Anes dan Kenzie yang akan mengantar mama." Ucap nyonya Gavriel.


"Baiklah, Nana jangan lupa jaga nona dengan baik." Ucap Deandra, kepada Nana.


"Baik tuan." Ucap Nana, Deandra mengangguk dan pergi ke kantor nya.


Sementara itu kini Anes, mama, papa, Nana dan Kenzie sudah berada di perjalanan menuju bandara.


"Nes maafkan sikap Liza ya nak, jangan kamu ambil hati apapun yang dia katakan. Anggap saja dia tidak ada di rumah." Ucap papa, Anes mengangguk.


"Iya pa, papa tenang saja Anes tidak pernah menganggap perkataan kak Liza kok." Ucap Anes.


"Jujur saja papa dan mama sudah jengah dengan tingkah Liza, tapi mau bagaimana lagi hanya rumah kami tempat dia pulang." Ucap papa, Anes mengangguk ia paham akan hal itu.


"Iya Anes mengerti pa, sudah ya papa tidak perlu memikirkan Anes ataupun kak Liza." Ucap Anes, papa mengangguk senang karena Anes begitu mengerti.


Sesampainya di bandara mama memeluk Anes dengan erat, seakan merasakan apa yang Anes rasakan mengenai sikap Liza terhadap Anes.


"Kamu baik-baik ya sayang, kalau Liza macam-macam kamu lawan saja gak apa-apa. Mama gak keberatan kalau kamu menyakiti Liza, dari pada mama harus melihat kamu yang tersakiti oleh Liza." Ucap mama, Anes tersenyum manis kepada mama.


"Ma tidak perlu seperti itu, mama tenang saja Liza tidak akan bisa menyakiti Anes." Ucap Anes.


"Baiklah, Ken baik-baik sama Tante ya. Jangan nakal Ken harus nurut kepada Tante." Ucap nyonya Gavriel, Kenzie mengangguk dengan manis kepada nyonya Gavriel.


"Iya Oma, Ken gak nakal kok. Ken selalu nurut kepada tante." Ujar bocah kecil itu.


"Kalau begitu mama dan papa pergi dulu ya, Nana saya titip tuan muda dan nona kepada kamu ya." Ucap mama.


Setelah dirasa kedua orang itu sudah menghilang dari pandangan nya, Anes berjongkok di hadapan tubuh mungil Kenzie.


"Oma dan opa sudah pergi Ken, kita pulang yuk." Ucap Anes, mengusap lembut wajah Kenzie.


"Ayok Tante." Balas Kenzie, Anes menuntun tangan mungil Kenzie dan mengajak nya keluar dari bandara.


Anes menunggu Nana yang sedang mengambil mobil, sampai ada seseorang yang menghampiri Anes.


"Nona muda Abrisham." Ucap orang itu, membuat Anes menoleh dan menatap nya dengan bingung.


"Ya, maaf apakah kita saling mengenal?" Tanya Anes.


"Apakah nona lupa kepada saya?" Ujar nya, dengan tersenyum kecil.


"Maaf saya tidak mengingat anda, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Anes, saat melihat mobil yang ditumpangi oleh Nana.


"Ayok Ken." Ucap Anes, Ken mengangguk dan mengikuti langkah kaki Anes yang mulai masuk kedalam mobil.


"Nona mengenal orang itu?" Tanya Nana.

__ADS_1


"Enggak na saya gak kenal orang itu kok." Jawab Anes, Nana mengangguk dan kembali mengemudi dengan fokus.


"Tante orang itu sepertinya mengenal Tante." Ucap Kenzie.


"Tapi Tante gak kenal dia sayang, sudah ya tidak perlu di pikirkan lagi." Ucap Anes, Kenzie pun akhirnya mengangguk.


"Na di pertigaan depan jalan kita berhenti dulu ya." Ucap Anes.


"Kenapa nona?" Tanya Nana.


"Saya ingin makan bakso na, bakso disana enak sekali." Ucap Anes lagi.


"Tapi nona itu kan pinggir jalan." Ucap Nana.


"Memangnya kenapa kalau pinggir jalan, tempat nya bersih kok na." Ucap Anes.


"Tidak apa-apa si nona, tapi nanti kalau tuan tahu dan marah gimana?" Tanya Nana.


"Gak akan marah lah, nanti saya yang akan ngomong sama tuan." Ucap Anes, akhirnya Nana pun mengikuti keinginan nona muda nya.


Nana berpikir mungkin Anes sedang ngidam, padahal kenyataannya Anes justru masih datang bulan.


"Tante kita ngapain disini?" Tanya Kenzie.


"Tante pengen makan bakso, Ken mau tidak." Ucap Anes, Kenzie hanya bisa mengangguk saja. Kenzie bocah itu begitu menyayangi Anes maka apapun yang dimakan oleh Anes Kenzie pun akan memakan nya.


" Mau Tante, enak kan Tante bakso nya." Ucap Kenzie.


"Enak dong." Ucap Anes, wanita itu tersenyum manis kepada Nana yang mengerjakan nya.


"Kali-kali ngajak tuan muda kecil makan bakso na, jangan di ajak makan di restoran mulu." Ucap Anes, Nana tertawa ia pasrah saja dengan kelakuan nona muda nya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2