Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 209


__ADS_3

Sesampainya di sekolah Ara dan Ardan berjalan mengejar Alden dan Alexa, Ara menarik tangan Alden agar menunggu nya.


"Kak tunggu." Teriak Ara.


"Ada apa Ara?" Tanya Alden, Alexa menoleh menatap Ara.


"Kalian harus mengantar Ara ke kelas dulu." Ujar nya, Ardan dan Alexa tertawa kecil mendengar perkataan Ara.


"Kamu bisa pergi bersama suster Ara." Ucap Alexa.


"Ara mau bersama kak Alexa." Ucap Ara, ia berlari dan memeluk tangan Alexa.


"CK, kau ini benar-benar yasudah ayok aku akan mengantarmu ke kelas." Ucap Alexa, Ara mengangguk senang dan berjalan ke kelas nya sementara Alden dan Ardan pergi ke kelas nya masing-masing.


"Kita sudah sampai masuklah dan belajar dengan baik." Ucap Alexa menangkup wajah cantik Ara.


"Hmmm terimakasih kak." Ujar Ara, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.


Setelah mengantar Ara ke kelas nya Alexa pergi ke kelas nya sendiri, sementara suster menunggu Alexa dan Ara di tempat lain bersama suster yang lainnya.


"Vani." Panggil Alden kepada teman kelas yang kemarin ia ceritakan kepada mommy dan Daddy nya.


"Hmmm." Balas Vani.


"Aku punya sesuatu untuk kamu." Ucap Alden, Vani mengernyit heran mendengar perkataan Alden.


"Apa?" Tanya nya, ya memang benar hanya kepada Alden dan Alexa Vani berani berbicara.


"Ini bekal untuk kamu." Ucap Alden, Vani menatap Alden dalam diam.


"Alden." Lirih nya.


"Tidak apa-apa terima saja mommy ku sengaja membuatnya untukmu." Ucap Alden, Vani tertegun mendengar perkataan Alden.


Mommy katanya? Apakah ini benar-benar permintaan mommy nya atau Alden yang meminta ini kepada mommy nya.


"Aku tidak bisa menerima ini." Ucap Vani.


"Vani tidak apa-apa mommy sengaja memasukkan nya kedalam tas ku karena itu memang untuk kamu." Ucap Alden, Vani diam dan menatap kotak bekal di hadapannya.


"Aku akan kembali ke kursiku." Ucap Alden, Vani menatap Alden yang sedang merapikan tas nya.


"Terimakasih." Ucap Vani, Alden hanya mengangguk saja.


Dan saat istirahat beberapa orang berdiam di meja Vani untuk mengejek bocah kecil itu, beberapa anak di kelas nya selalu membully Vani dan mengatai Vani misk*n.


"Apa yang kalian lakukan?" Ucap Alexa memecah kerumunan itu.


"Alexa apa yang kamu lakukan." Ucap salah satu teman kelas Alden dan Vani.


"Tentu saja untuk menemui Vani memang nya apa lagi." Ucap Alexa.


"Alexa kenapa kamu mau berteman dengan dia." Ujar nya lagi.

__ADS_1


"Kenapa dia juga manusia apa bedanya dengan kalian." Ucap Alexa, tak lama kemudian Alden datang menemui Alexa dan Vani.


"Kalian mau makan dimana?" Tanya Alden tiba-tiba, bisa-bisanya Alden malah bertanya tentang makan.


"Alden." Ucap yang lainnya.


"Hmmm, ada apa?" Sahut Alden, CK putra Deandra ini sangat tampan dan cool masih kecil saja sudah membuat teman sekelas nya tergila-gila.


"Ayok Vani kita makan." Ajak Alexa, Vani tak bersuara dan langsung mengambil kotak bekal yang ada di atas meja nya.


"Lain kali kamu jangan diam saja lawan mereka tidak apa-apa." Ucap Alexa.


"Aku tidak berani mereka terlalu banyak." Ucap Vani polos.


"CK, bukan itu maksudku." Ucap Alexa, ia tak menyuruh Vani untuk menyerang mereka semua.


"Lalu?" Tanya Vani.


"Tidak apa-apa lupakan saja jika ada apa-apa kamu bisa minta bantuan Alden." Ucap Alexa, ya di sekolah itu hanya Ardan, Ara dan Vani yang tahu jika Alexa dan Alden adalah adik kakak.


Dan bersyukur karena Vani tidak berbicara kepada yang lainnya, dari sinilah Alexa percaya jika Vani adalah orang yang baik.


...


Di sebuah perusahaan terlihat Deandra yang baru saja keluar dari ruang meeting, lelaki itu menatap jam yang melingkar di tangan nya dan berjalan menuju ruang kerja nya.


"Apa jadwalku setelah ini?" Tanya Deandra.


"Tidak da semuanya sudah selesai tapi Minggu depan kamu ada beberapa pertemuan dengan klien penting." Ucap Joe, Deandra mengangguk dan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran nya.


"Hmmm." Sahut Deandra.


"Ini laporan dari kantor cabang semuanya naik dengan cepat, dan mereka mengatakan semua produk yang kita keluarkan itu terjual habis." Ucap Jordan, Deandra mengangguk dan menatap puas hasil kerja nya


"Good." Gumam Deandra, ia sangat puas karena kini perusahaan nya di negara sang istri semakin besar dan pesat.


"Kamu tidak ada niatan untuk bekerja sama dengan Anes?" Ucap Jordan, membuat Deandra dan Joe menatap Jordan dengan bingung.


"Bagaimana Jo?" Tanya Dean.


"Maksudku perusahaan Anes terkenal dengan perusahaan perhiasan terbaik selama ini apa kamu tidak berniat_" Ucapan Jordan terhenti saat Dean menatap nya tajam.


"Apa selain ikatan pernikahan aku juga harus memiliki ikatan bisnis?" Ucap Dean, Joe tertawa mendengar perkataan Deandra.


"Bukankah itu bagus?" Ucap Jordan.


"Apa selain membuat anak dengan nya, aku juga harus memperbanyak anak perusahaan dengannya." Ucap Deandra lagi, kali ini bukan hanya Joe saja Jordan juga ikut tertawa dengan perkataan Deandra.


"Itu sangat bagus." Ucap Jordan, Deandra melempar pulpen kepada Jordan.


"Si*l." Sengit Deandra, Jordan mendesis karena pulpen yang di lempar oleh Deandra tepat mengenai kening nya.


"Shiiitttt." Umpat Jordan.

__ADS_1


"Aku hanya ingin ikatan pernikahan dengan Anes tidak ingin ada ikatan bisnis, kau kira pernikahan ku dan Anes itu pernikahan bisnis!" Ucap Deandra, Joe menatap Dean lelaki itu benar-benar banyak berubah sekarang pikir Joe.


"Bukankah bisa sambil menyelam minum air Dean, sekali dayuh dua pulau terlampaui." Ucap Jordan, semakin mengompori Deandra meskipun sebenarnya Jordan tidak sungguh-sungguh ia hanya ingin melihat wajah kesal sahabat nya.


"Kenapa harus aku kenapa tidak kamu saja yang menjalin kerja sama dengan Nana." Ucap Deandra, Jordan tercengang mendengar nya kerja sama apa yang harus ia bangun sementara sang istri fokus mengurus anak di rumah.


"Aku tidak bisa karena istriku dirumah dan tidak bekerja." Ucap Jordan.


"Cih." Cibir Deandra.


"Tapi apa yang dikatakan oleh Jordan ada benarnya Dean, beberapa orang menyukai setiap perhiasan keluaran terbaru dari perusahaan nona apa kau tidak ingin juga." Ucap Joe ikut-ikutan.


"Aku masih mampu melakukan dan mewujudkan banyak hal tidak harus bekerja sama dengan istriku, kerja sama kami hanya sebagai suami istri yang harus mengurus anak-anak nya dengan baik." Ucap Deandra, Jordan dan Joe menganggukkan kepalanya mengerti.


"Kalau begitu berarti kau akan menambah anak?" Tanya Jordan.


"Tidak." Balas Deandra.


"Kenapa?" Tanya Jordan.


"Sekarang aku tanya apa kalian akan menambah anak?" Ucap Dean.


"Tentu saja." Jawab Joe dan Jordan.


"Baiklah segera buat anak kalian." Ucap Deandra.


"Kau yakin hanya ingin memiliki Alexa dan Alden." Ucap Jordan.


"Sebenarnya aku ingin menambah anak tapi aku tidak tahan dengan puasa pasca Anes melahirkan, jadi bagiku Alden dan Alexa saja sudah sangat cukup." Ucap Deandra, membuat Jordan dan Joe menganga.


"Si kampr*t." Ucap Jordan, Joe menggelengkan kepalanya sementara Deandra hanya tertawa kecil saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2