
Sudah tiga hari Anes menginap di rumah mama begitupun dengan para keluarga Deandra yang juga masih meramaikan rumah itu, agar mama tidak merasa kesepian.
Aneska wanita itu saat ini sedang berdiam diri di kamar milik Kenzie, memeluk selimut kesayangan bocah kecil itu.
Cya yang saat itu berada di dapur bersama dengan Ike pun di hampiri oleh Nana, ya Nana wanita yang selalu mengkhawatirkan Anes.
"Ike nona dimana?" Tanya Nana, membuat semua keluarga Deandra menatapnya.
"Nona sedang berada di kamar tuan muda Ken na." Jawab Ike, Nana mengangguk dan berjalan mencari keberadaan Anes.
"Mbak Ike yang tadi siapa?" Tanya Cya.
"Oh itu Nana istrinya tuan Jordan nona." Balas Ike, Cya mengangguk dan menoleh ke belakang menatap Nana yang sudah menghilang.
"Sepertinya dia begitu perhatian terhadap kak Anes." Ujar nya
"Tentu saja bukan hanya Nana aku dan suster juga perhatian kepada nona Anes, dia wanita yang baik dan tidak pernah membedakan antara aku dan yang lainnya." Ucap Ike.
"Cya ingin dekat dengan kak Anes, beruntung sekali Kenzie meskipun sudah tidak ada dia bisa merasakan kasih sayang kak Anes yang begitu besar." Lirih nya, Deandra yang mendengar perkataan Cya menoleh menatap wajah Cya.
"Tidak semua orang tahu kenapa nona Anes sangat menyayangi tuan muda Ken." Ucap Ike, Cya mengangguk ia paham akan hal itu.
Di kamar Kenzie Nana memegang pundak Anes hingga wanita itu menoleh menatap nya, Anes bangun dan terduduk lalu memeluk Nana dengan Isak tangis.
"Nona yang kuat ya nona harus ingat pesan tuan Kenzie, bukankah dia menginginkan nona bahagia. Jika nona seperti ini nona hanya akan membuat tuan Ken bersedih." Ucap Nana.
"Terlalu banyak kenangan saat aku bersama nya, kamu tahu niatku ingin merawatnya hingga dewasa aku ingin dia menjadi kakak untuk anak-anak ku nanti na." Lirih Anes.
"Saya tahu nona." Ucap Nana, mengusap punggung Anes.
"Kak Anes." Lirih Cya, Anes menatap Cya yang mematung di ambang pintu.
"Ada apa." Tanya Anes, ia masih memeluk Nana untuk menenangkan hatinya.
"Bolehkah Cya menggantikan posisi Kenzie, maksud Cya meskipun Cya tidak sama seperti Kenzie tapi bisakah kakak menyayangi Cya." Lirih nya, Anes tertegun mendengar perkataan Cya begitupun dengan Nana.
"Cya." Lirih Anes.
"Tidak bisa ya kalau begitu maaf Cya sudah mengganggu waktu kakak, Cya hanya ingin dekat dengan kakak." Lirih nya, Cya menutup pintu kamar dengan hati-hati dan pergi dari kamar Kenzie.
__ADS_1
...
Keesokan harinya Anes terdiam di taman belakang dimana dulu dirinya dibuat manjat pohon oleh Kenzie dan menyebabkan Deandra juga yang lain ketar-ketir, Anes tersenyum mengingat hal itu bayang-bayang Kenzie berlarian kesana-kemari masih teringat dalam benak Anes.
"Kamu disini." Ucap Deandra, lelaki itu memgecup pipi Anes dengan lembut.
"Hmmm." Balas Anes, Dean menatap Anes ia tahu apa yang terjadi antara Anes dan Cya.
"Kapan akan pulang?" Tanya Deandra, ia memindahkan tubuh Anes ke atas pangkuan nya.
"Saat aku sudah merasa tenang." Ujar nya, Deandra mengernyit dan memeluk erat Anes.
"Kau sangat menyayangi nya sampai tidak ingin ada orang lain yang menggantikan Kenzie." Ucap Deandra, kini lelaki itu mengecupi leher Anes membuat Anes mendengus.
"Cya mengatakan nya kepada kamu." Ucap Anes kini menatap wajah suaminya.
"Tidak bukan Cya tapi Nana." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
"Aku bukan tidak menyukai Cya hanya saja bagiku tidak akan ada yang bisa menggantikan Kenzie, aku bisa dekat dengan nya dia akan memiliki tempat tersendiri di hatiku Dean tidak harus menyingkirkan Kenzie yang sudah aku sayangi lebih dulu." Ucap Anes, Dean mengangguk dan menatap wajah Anes yang masih terlihat sembab.
"Jika aku mengajak Cya untuk tinggal bersama kita kamu mengijinkan nya?" Tanya Dean, Anes mengernyit menatap suaminya.
"Boleh saja jika Cya nya mau, tapi kita akan memiliki anak Dean bagaimana apakah dia akan menyukai anak-anak kita." Ucap Anes, Deandra terkekeh kecil mendengar pertanyaan Anes.
"Apa alasan Cya untuk tidak menyukai anak-anak kita hmmm, dulu saja dia sangat menyayangi Kenzie." Ucap Deandra, Anes terdiam apakah Cya juga merasa kesepian setelah kepergian Kenzie.
"Cya menyayangi Kenzie?" Tanya Anes.
"Hmmm, dulu aku sangat dekat dengan nya karena aku tidak mempunyai adik karena hanya Cya yang aku miliki dan dekat dengan ku di antara yang lainnya. Sampai akhirnya Kenzie lahir dan membuatku tidak pernah menemui nya sama sekali, karena perhatianku sudah teralihkan kepada Kenzie dia seperti anak bagiku yang lahir setelah aku dewasa." Ucap Deandra.
"Kenzie sudah seperti anak untukmu itu artinya saat ini aku sudah kehilangan Kenzie yang seperti anakku sendiri, Kenzie adalah anak pertamaku aku kehilangan anak pertamaku Dean." Lirih Anes, Dean menggelengkan kepalanya.
"Tidak Kenzie tidak pergi kemanapun dia akan bahagia disana saat melihat kamu bahagia." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan meletakkan kepalanya di bahu Deandra.
Cya dan Ike tersenyum melihat kebersamaan itu, Ike memeluk tangan Cya yang berdiri di samping nya.
"Kapan Ike akan merasakan hal itu." Lirih Ika.
"Mbak Ike bukankah kak Joe belum menikah, kenapa tidak mbak dekati saja." Ceplos Cya, membuat Ike mendengus mendengar nya.
__ADS_1
"Tidak adakah yang lain nona kenapa harus tuan Joe." Jawab Ike.
"Apakah ada yang sedang mbak Ike tunggu?" Tanya Cya polos, suster yang berdiri di samping Ike tertawa kecil.
"Tentu saja tidak ada saya sedang tidak menunggu siapapun." Ucap Ike, Cya mengangguk lugu mendengar perkataan Ike.
"Kalian sedang apa?" Tanya mama Deandra.
"Meratapi nasib nyonya." Balas Ike, Cya dan suster tertawa tingkah konyol Ike bisa membuat mama yang selalu sedih tertawa.
"Ike saya tidak tahu harus berkata apa tapi sikap kamu ini benar-benar membuat saya tenang dan terhibur." Ucap mama, Ike tersenyum tipis dan memeluk mama Dean.
"Nyonya sudah ya jangan bersedih lagi, menangis tidak akan merubah apapun. Sekarang kita hanya bisa berdoa agar tuan kecil kita bahagia di rumah baru nya." Ucap Ike, mama tersenyum dengan menahan air mata.
"Terimakasih karena kamu sudah peduli dengan saya." Ucap mama.
"Nyonya orang yang baik tentu saja semua orang akan peduli dengan anda." Ucap Ike.
"Benar Cya juga sayang mama." Ujar nya, Cya memang memanggil mama Deandra dengan sebutan mama.
"Oh girls thank you so much baby." Ucap mama memeluk Cya, Ike dan suster tersenyum manis melihat pemandangan di hadapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1