
Setelah mengantar Intan ke kantor Anes Joe memutuskan untuk kembali ke kantor Deandra, ia akan memberi tahu Dean atas apa yang sudah di lihat dan di dengar nya hari ini.
Setibanya di kantor milik Deandra Joe langsung masuk, baru saja lelaki itu tiba Jordan dan Dean langsung mengajak Joe pergi ke ruang meeting.
Joe terlihat sedikit gelisah ia takut jika Anes tahu bahwa intan adalah wanita yang menyukai Deandra, lelaki yang sudah menjadi suami Anes.
"Kamu kenapa Joe kok panik gitu." Bisik Jordan.
"Ya gimana gak panik, niat cuma ingin menemui dan mengantar Intan malah dikasih kejutan mematikan." Ucap Joe, Deandra yang sedang memperhatikan presentasi karyawan nya melirik Joe dan Jordan yang saling berbisik.
"Bisa fokus dulu tidak, jangan ada yang berbicara dan memainkan ponsel!" Tegas Deandra, Joe dan Jordan pun terpaksa untuk bungkam.
Setelah dua jam meeting pun selesai Deandra langsung berjalan menuju ruang kerja nya, Joe dan Jordan mengekor di belakang Deandra.
"Kamu sudah menemui wanita itu?" Tanya Deandra, Jordan mengernyit kenapa Dean seakan tidak ingin menyebutkan nama Intan.
"Sudah de." Jawab Joe, kedua sahabat Deandra itu duduk di sofa.
"Apa saja yang dia katakan?" Tanya Deandra.
"Dia mengatakan jika dia ingin bertemu dengan kamu, dan satu lagi dia rindu kepada kamu." Ucap Joe, Jordan mendesis bisa-bisanya wanita itu mengatakan rindu kepada suami orang lain.
"Lalu." Ucap Deandra lagi.
"Ada sesuatu yang mengejutkan de." Ucap Joe, Deandra sedikit memajukan tubuhnya dan menopang dagunya dengan tangan.
"Apa?" Tanya Deandra, Jordan juga merasa penasaran sebenarnya apa sesuatu yang mengejutkan itu.
"Intan bekerja di perusahaan milik_" Ucap Joe terhenti, saat Jordan memotong perkataan nya.
"Milik siapa?" Tanya Jordan terdengar tidak sabar.
"Belum selesai ngomong Jo main potong saja." Ucap Joe, Jordan tertawa sementara Deandra menggelengkan kepalanya.
"Lanjutkan Joe." Ucap Deandra.
"Intan ternyata model di perusahaan milik keluarga Abrisham." Ucap Joe, membuat Deandra dan Jordan terkejut.
"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya Deandra.
"Dari yang aku tahu jika di lihat dari intan yang pergi dua tahun lalu, itu posisi nona Anes masih berada di negara lain belum kembali ke tanah air." Ucap Joe, Jordan menepuk pundak Joe.
"Jadi maksudnya Anes itu duku gak tinggal di tanah air?" Tanya Jordan.
"Enggak, karena dulu nona sempat berselisih dengan nona Aleta. Hingga akhirnya nyonya Abrisham mengirim nona ke negara K sampai nona selesai studi, dan nona kembali kesini itu satu tahun yang lalu saat kakak nya akan menikah." Ucap Joe, Jordan menganggukkan kepalanya.
"Jadi gimana de? Anes dan Intan pasti sudah ketemu, gak bisa kita tahan Anes agar tidak saling mengenal dengan intan." Ucap Jordan.
"Gak si gak bisa seperti itu, hari ini Intan sudah di tunggu oleh nona Anes dan Axel untuk membicarakan sesuatu." Ucap Joe, Deandra terdiam ia tidak ingin menyakiti Anes.
"Aku akan mengusahakan agar Anes tidak lagi berurusan dengan Intan." Ucap Deandra.
__ADS_1
"Gimana caranya Dean?" Ucap Jordan.
"Lagian Intan juga pasti nyari kamu de." Ucap Joe.
"Intan gak tahu jika kantor saya sudah pindah kesini, dan satu lagi intan juga gak tahu rumah saya." Ucap Dean.
Deandra lelaki itu mengeluarkan ponselnya membuat Joe dan Jordan saling memandang satu sama lain, kedua orang itu bingung apa yang akan dilakukan oleh Deandra.
****Panggilan telepon*
Anes***: Hallo. (Suara lembut yang menenangkan.)
Deandra: Kamu dimana?
Anes: Aku sedang di kantor, ada apa?
Deandra: Ke kantor saya sekarang.
Anes: Untuk apa?
Deandra: Nurut sama suami kenapa si nes, gak usah banyak tanya. Sudah pergi ke kantor gak bilang, sekarang di suruh kesini juga banyak protes.
Anes: Enggak bukan gitu, aku sedang mengatur jadwal pemotretan nya Intan dia model yang Aleta kirim ke luar negeri dulu.
Deandra: Itu bisa di lakukan oleh orang lain Aneska, sekarang saya minta kamu kesini temani saya kerja.
Anes: Dean aku_
Anes: Yasudah cukup, aku kesana sekarang!
Anes mematikan panggilan telepon nya, ia meminta beberapa karyawan untuk menyiapkan beberapa perlengkapan untuk pemotretan Intan.
"Kamu tolong urus semua ini saya harus pergi." Ucap Anes, kepada sekretaris nya.
"Baik nona." Jawab sekretaris Anes.
"Kamu mau kemana nes?" Tanya Axel.
"Aku harus pergi El." Jawab Anes.
"Kemana?" Tanya Axel lagi.
"Ke kantor nya Dean, gak tahu kenapa dia minta aku kesana." Ucap Anes, percakapan Anes di dengar oleh Intan.
"Mau aku antar?" Tanya Axel.
"No, aku bawa mobil sendiri." Jawab Anes.
"Yasudah hati-hati." Ucap Axel, Anes mengangguk dan tersenyum.
"Intan nanti kamu bisa hubungi sekretaris saya jika ada sesuatu yang tidak kamu pahami, saya pergi dulu." Ucap Anes.
__ADS_1
"Baik nona." Jawab Intan, wanita itu menatap kepergian Anes. Ia sangat mengagumi sosok Anes karena menjadi wanita sukses di usia muda nya.
"Kamu sudah siap?" Tanya Axel kepada Intan.
"Sebentar lagi tuan, oiya nona Anes mau kemana kenapa terlihat sangat terburu-buru." Ucap Intan.
"Oh itu Anes mau menemui suaminya." Jawab Axel.
"Suami nona Anes sudah menikah?" Tanya Intan.
"CK, sudah Anes sudah menikah. Kamu tidak mendengar berita nya?" Tanya Axel.
"Tidak tuan, saat masih di luar negeri saya sangat sibuk dan tidak mendengar kabar tentang pernikahan nona Anes." Ucap Intan.
"Baiklah tidak penting juga untuk kamu, toh kamu harus fokus kepada karier kamu." Ucap Axel, Intan mengangguk dan tersenyum.
Sementara itu di perusahaan milik Deandra Joe dan Jordan menatap bos nya, kenapa Dean menelpon Anes.
"Kamu kenapa mmeinta Anes kesini?" Tanya Jordan.
"Saya tidak ingin Anes terlalu dekat dengan Intan, saya tidak ingin kebaikan Anes akan membuahkan kekecewaan untuk Anes." Ucap Deandra.
"Kamu masih mengharapkan Intan?" Tanya Joe.
"Tidak, Intan sudah bukan siapa-siapa untuk saya." Balas Deandra, Jordan mengangguk dan tersenyum.
"Intan mah bukan siapa-siapa sekarang Joe, yang siapa-siapa sekarang itu Anes kan sudah menjadi istri Deandra." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil Dean hanya menatap datar kedua sahabatnya.
Joe dan Jordan pun pamit dari kantor Deandra, kedua lelaki itu masih memiliki pekerjaan yang harus mereka selesaikan.
(Meskipun kita berdua masih sama-sama di kuasai oleh ego masing-masing, tapi aku tidak akan pernah membiarkan kamu terluka. Mendengar kamu rela meninggalkan aku, itu sudah membuat aku stress. Intan memang pernah membuat aku nyaman, tapi intan bukan pelangi dalam hidupku nes. Intan tidak bisa seperti kamu yang selalu memberikan warna terindah dalam hidupku.) Batin Deandra, entah kenapa Dean merasa tidak ingin kehilangan Anes.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1