
Setelah selesai mandi Anes dan Deandra pun keluar dari kamar nya, saat menuruni anak tangga Anes melihat Kenzie yang sedang berlari di dalam rumah nya.
"Kenzie." Panggil Anes.
"Tante." Pekik Kenzie dengan bahagia, bocah kecil itu berlari ke arah Anes namun saat akan memeluk tubuh Tante cantik nya Kenzie malah di gendong oleh Deandra.
"Hishh." Desis bocah laki-laki itu.
"Ada apa kenapa kamu berdecak seperti itu." Ucap Deandra.
"Aku ingin memeluk tante kenapa om yang memelukku." Protes Kenzie.
"Om mewakili tante untuk memeluk kamu." Ucap Deandra, Kenzie mencebikan bibirnya menatap Deandra dengan kesal.
"Om sudah membawa tante pergi dari rumah dan sekarang om melarang aku untuk memeluk tante, aku merindukan tante bukan merindukan om." Ucap Kenzie, membuat Deandra tercengang mendengar perkataan bocah kecil itu.
"Hei aku ini om kamu bisa-bisanya kamu mengatakan hal seperti itu, lagian kenapa kamu pagi-pagi sekali sudah ada disini?" Ucap Deandra.
"Cih, Oma hari ini ada urusan penting mangkanya dia mengantarkan aku kesini." Ucap Kenzie.
"Ada suster dirumah untuk apa kamu kesini." Ucap Deandra.
"Tentu saja untuk menemui tante aku merindukan tante." Ucap Kenzie lagi, Deandra menghela nafasnya saat melihat sikap kekeh Kenzie yang ingin bersama dengan Anes.
"Kau selalu merindukan istriku." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil melihat wajah kesal suaminya.
"Hai anak ganteng." Ucap Anes, Kenzie turun dari gendongan Deandra dan memeluk Anes.
"Tante Ken rindu tante, kenapa tante tidak pernah kerumah lagi." Tanya nya, Anes tersenyum manis dan menangkup wajah tampan Kenzie.
"Maafkan tante yang tidak pernah menjenguk Kenzie, akhir-akhir ini tante sibuk boy jadi Kenzie harus mengerti oke." Ucap Anes.
"Sus ajak Kenzie ke ruang makan." Ucap Deandra.
"Baik tuan." Balas suster.
"Tuan muda Ken kita sarapan dulu yuk tuan pasti belum sarapan kan." Ucap suster.
"Hmmm, tapi aku ingin di suapi oleh tante." Ucap Kenzie dengan manja.
"No, tante hanya boleh menyuapiku tidak dengan kamu." Ucap Deandra, yang langsung memeluk tubuh Anes.
"Dean jangan seperti ini kasihan Kenzie." Ucap Anes.
"Biarkan saja selain anak-anak kita nanti dia juga sudah menjadi saingan terberat ku, kamu bahkan lebih perhatian kepadanya daripada kepadaku." Ucap Deandra, Anes menghela nafasnya menatap Deandra dan Kenzie yang saat ini mengerucutkan bibirnya.
"Belah dua saja aku agar kalian bisa memiliki aku." Ucap Anes, Deandra tertawa kecil dan memeluk Anes lagi.
"Tidak seperti itu juga." Ucap Deandra, Anes hanya bisa tersenyum tipis.
__ADS_1
"Tuan muda Ken di suapi nya oleh Ike atau suster saja ya, soalnya tuan muda Deandra sedang mengalami pertumbuhan jadinya agak manja." Ucap Ike, Anes mengulum bibir nya menahan tawa mendengar perkataan Ike.
"Hah." Sahut Kenzie terlihat bingung.
"Maksud kamu apa saya mengalami pertumbuhan?" Ucap Deandra.
"Ya pertumbuhan untuk terbiasa jika nanti anak kalian sudah lahir maka tuan muda tidak bisa lagi bermanja-manja, karena sudah ada Deandra junior yang akan menggantikan nya." Ucap Ike, Deandra menelan saliva nya dan langsung menatap perut Anes yang masih terlihat datar.
"Mana dua lagi." Ucap suster.
"Gak main-main kan sekali tembak bush langsung twins." Ucap Ike, Anes pun tertawa karena mendengar ocehan Ike dan suster.
Setelah selesai sarapan Anes dan Nana akan pergi ke kantor begitupun dengan Deandra, Anes menatap suaminya yang sedang memegang ponsel.
"Aku tidak bisa mengantar kamu sayang pergi bersama Nana saja tidak apa-apa?" Tanya Deandra.
"Hmmm, tidak apa-apa aku bisa pergi dengan Nana." Ucap Anes.
"Na saya titip nona ya kalau ada apa-apa segera hubungi saya." Ucap Deandra.
"Baik tuan muda." Balas Nana, Dean mengangguk dan masuk kedalam mobilnya.
"Tante." Panggil Kenzie.
"Iya sayang ada apa?" Tanya Anes.
"Tapi Tante akan pergi ke kantor boy." Ucap Anes.
"Kenzie ingin bersama Tante." Lirih nya dengan mata berkaca-kaca.
"Ya oke kamu ikut bersama Tante ya, ajak mbak Ike dan suster yang akan menemani Kenzie." Ucap Anes.
"Hu'um." Jawab Kenzie, biarkan saja hari ini Anes membawa banyak orang ke kantor nya.
"Nona memangnya boleh mengajak kami?" Tanya Ike, ia takut mengganggu pekerjaan nona nya.
"Boleh kamu dan suster nanti jaga Kenzie saja, agar Nana bisa menemani saya bekerja." Ucap Anes, Ike mengangguk dan ikut ke kantor dengan nona nya.
Saat sampai di kantor tentu saja Anes menjadi pusat perhatian, apalagi ia membawa tiga asisten yaitu Nana, Ike dan suster. Para karyawan terlihat heran kenapa nona muda mereka mengajak banyak orang.
"Selamat pagi nona." Sapa beberapa karyawan.
"Pagi." Balas Anes ramah.
"Aneska." Pekik Aleta, wanita itu berjalan cepat menghampiri Anes.
"Ada apa ta." Tanya Anes.
"Ini aduh anak ganteng pasti mau menemani tante Anes kerja kan." Ucap Aleta.
__ADS_1
"Iya bolehkan Kenzie menemani tante kerja." Jawab Kenzie.
"Tentu saja boleh, nanti Ken dan suster tunggu di ruangan tante Anes saja. Ike kalau butuh apa-apa kamu bisa minta tolong kepada karyawan disini." Ucap Aleta.
"Baik nona." Ucap Ike.
"Hari ini kita ada pertemuan dengan CEO perusahaan yang bekerja sama dengan Intan." Ucap Aleta, Anes mengangguk itu adalah perusahaan suaminya.
"Ya dimana kita akan bertemu?" Tanya Anes.
"Di restoran X saat jam makan siang." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan berjalan menuju ruang kerja nya.
"G*la nona Anes bawa bocah aja tetep berwibawa." Ucap karyawan A.
"Hei ingat itu bocah bukan sembarang bocah, untuk saat ini dia menjadi cucu pertama keluarga Gavriel." Ucap karyawan B.
"Kalau anak nona Anes sudah lahir bayangkan bagaimana heboh nya tuan muda Gavriel, sementara tuan muda adalah anak tunggal keluarga Gavriel." Ucap karyawan A lagi.
"Ya kamu lihat saja bocah yang tadi meskipun mami nya bukan kakak kandung tuan muda, tapi mereka sangat menyayangi nya." Ucap karyawan B, mereka mengangguk setuju dengan pendapat mereka masing-masing.
"Ke kamu dan suster temani Kenzie disini, saya dan Nana akan melakukan beberapa pekerjaan dulu." Ucap Anes.
"Baik nona." Balas Ike.
"Mbak Ike." Panggil Kenzie.
"Ada apa tuan muda Ken." Sahut Ike.
"Kata Oma tante dan om akan memiliki baby, apakah tante akan tetap menyayangi Kenzie?" Tanya nya polos.
"Hmmm, apakah tuan takut jika tante tidak menyayangi tuan." Ucap Ike.
"Hmmm, aku takut tante akan membenci aku sama seperti mami yang membenci aku." Ujar nya, Anes yang sebenarnya mendengar perkataan Kenzie hanya bisa diam ia tahu apa yang dirasakan oleh Kenzie.
Sebenarnya Anes menyayangi Kenzie dengan tulus, meskipun nanti ia sudah memiliki anak semuanya tidak akan berubah ia akan tetap menyayangi Kenzie.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1