Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 80


__ADS_3

"Saya tidak mencari wanita yang sepadan dengan saya, jika saat itu kamu tidak pergi mungkin prasaan saya bisa kamu miliki. Maafkan saya." Ucap Deandra, intan menunduk dalam ia terisak sangat sakit rasanya mendengar perkataan jujur dari mulut Deandra.


"Kamu mencintai wanita itu?" Tanya Intan.


"Jika saya tidak mencintai dia, tidak mungkin saya menemui kamu untuk mengatakan jika dia adalah istri saya." Ucap Dean, Intan mengangguk dan mengusap air matanya.


"Boleh saya bertemu dengan dia, untuk membuktikan jika kamu benar-benar sudah menikah." Ucap Intan lagi, Deandra mengangguk membuat Intan sakit.


"Tentu saja, kebetulan saya juga mengajak dia kesini." Ucap Dean, Intan mengernyit heran.


"Kamu mengajak dia kesini?" Tanya Intan.


"Iya, saya tidak ingin ada kesalahpahaman antara kamu, saya dan istri saya." Ucap Deandra, intan mengangguk dan tersenyum tipis.


"Lalu dimana istri kamu?" Tanya nya, Dean bangun dari duduknya dan menatap Intan yang terlihat bingung.


"Kenapa?" Tanya Intan lagi.


"Mau bertemu dengan istri saya, ikuti saya." Ucap Deandra, Intan pun mengambil tas nya dan mengikuti Deandra yang berjalan menuju ruang VVIP restoran.


Intan menarik nafas dan menghembuskan nya, ia harus menguatkan hatinya saat bertemu dengan istri dari lelaki yang ia cintai.


Deandra membuka pintu ruang VVIP dan itu membuat Anes yang sedang duduk menoleh ke arah suaminya, Intan ikut masuk kedalam ruangan itu.


Tadinya Intan tidak menyadari jika itu adalah Anes, tapi saat pintu sudah tertutup dan Dean berjalan ke arah Anes. Anes berdiri menyambut uluran tangan Deandra, saat itulah Intan tertegun melihat pemandangan di hadapannya.


"No_nona Anes." Lirih nya, Anes mengangguk kepada Intan.


"Andra." Lirih Intan.


"Iya, Anes istri saya." Ucap Deandra, Intan tersenyum tipis.


Ternyata dunia begitu sempit sampai membuat lelaki yang dicintainya menikah dengan bos nya sendiri, Anes menatap Intan dengan sendu.


"Intan." Panggil Anes, Intan menatap Anes yang berjalan mendekati Intan.


"Iya nona." Balas Intan.


"Saya tahu ini sangat menyakitkan untuk kamu, tapi jujur saya tidak tahu jika kamu mengenal Dean. Saya tahu hubungan kamu dan Dean pada saat kamu liburan, Dean mengatakan semuanya kepada saya." Ucap Anes, air mata Intan menetes di pipi nya.


"Jadi beberapa hari yang lalu nona sudah tahu, jika laki-laki yang saya tunggu itu suami nona. Kenapa kalian tega kepada saya." Lirih Intan, Anes menatap Intan lagi kali ini air mata Anes ikut menetes.


"Saya tahu tapi saya tidak ada hak untuk menegur kamu Intan, karena Deandra ingin memberi tahu kamu secara langsung." Ucap Anes, bagaimana Intan tidak menyukai Dean jika lelaki itu selalu mengutamakan prasaan pasangan nya.

__ADS_1


"Nona anda berhak menegur saya karena anda adalah istri Andra, maaf maksud saya tuan muda. Tapi kenapa nona diam dan nona apa anda tidak membenci saya?" Tanya Intan.


"Saya tidak mau ikut campur dalam urusan pribadi kamu dan suami saya, toh selama kamu kembali suami saya pun tidak pernah menemui kamu." Ucap Anes, Intan mengangguk wanita itu memeluk Anes.


"Maafkan saya." Lirih Intan.


"Saya yang seharusnya minta maaf kepada kamu, karena saya kamu harus kehilangan laki-laki yang kamu cintai." Balas Anes.


"Tidak, nona dan Andra bertemu itu karena kalian berjodoh. Mau sekuat apapun saya berusaha untuk mendapatkan Andra, jika jodoh Andra itu nona percuma saya tidak akan pernah bisa mendapatkan nya." Ucap Intan, Anes hanya tersenyum tipis saat melihat suaminya tersenyum manis kepada Anes.


Setelah selesai berbincang dan makan malam Anes dan Dean pun pamit untuk pulang lebih dulu, intan masih berada di ruangan itu.


Intan mendudukkan tubuhnya saat Anes dan Dean sudah benar-benar pergi dari sana, Intan memejamkan matanya dan lagi-lagi air matanya menetes.


"Bagaimana aku bisa egois untuk mendapatkan kamu, jika istri kamu saja berasal dari keluarga yang kaya. Selain itu aku banyak berhutang kepada nona Anes." Lirih nya.


"Intan ayolah kamu bisa, kamu bukan wanita yang jahat dan tidak tahu terimakasih. Ingat kamu bekerja untuk keluarga kamu, biarkan Andra dan nona Anes bahagia. Mereka memang pantas untuk bersama." Lirih nya lagi.


Air matanya terus menetes, Intan yang merasa lelah memutuskan untuk pulang ke rumah. Ia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.


...


Keesokan harinya Deandra mengantar Anes ke kantor, seperti biasa Dean selalu mengecupi setiap inci wajah cantik Anes.


"Iya sayang." Balas Deandra, lelaki itu keluar dan membukakan pintu mobil untuk Anes.


Itu bertepatan dengan Intan yang baru saja tiba di kantor, Intan tersenyum melihat Dean yang mengusap kepala Anes dengan lembut.


"Hati-hati." Ucap Anes.


"Iya." Balas Deandra tersenyum manis, setelah kepergian Deandra Anes membalikkan tubuhnya berniat untuk masuk kedalam gedung perusahaan.


"Intan." Sapa Anes.


"Nona." Balas Intan, Anes menatap Intan ia benar-benar meras tidak enak hati kepada Intan.


"Kamu_" Lirih Anes.


"Tidak, nona tidak perlu khawatir saya tidak berniat untuk merebut tuan muda." Ucap Intan, Anes terdiam dan tiba-tiba saja Aleta datang.


"Ada apa ini?" Tanya nya.


"Tidak ada apa-apa." Balas Intan dan Anes.

__ADS_1


"Beneran?" Tanya Aleta lagi.


"Iya, ayok masuk ta. Saya duluan Tan." Ucap Anes.


"Iya nona." Balas nya, Aleta tersenyum kepada Intan.


(Kok prasaan aku gak enak ya, yaampun semoga intan bener-bener baik dan gak berniat untuk merusak kebahagiaan Anes dan Deandra. Kalau sampai Anes kehilangan Dean, dia pasti akan lebih menutup diri.) Batin Aleta, Aleta menatap Anes yang kini sudah ada di ruang kerja nya.


"Intan sudah tahu semuanya?" Tanya Aleta.


"Iya." Balas Anes.


"Lalu?" Tanya Aleta.


"Aku merasa bersalah kepada Intan ta, aku tahu rasanya kehilangan itu seperti apa." Lirih Anes.


"Anes come on kamu harus percaya kalau Intan bukan untuk Deandra, begitupun sebaliknya." Ucap Aleta.


"Aku gak tau ta aku bingung." Ucap Anes.


"Sudah ya yang terpenting sekarang Dean itu pilih kamu, selain itu juga kamu istri sah nya Deandra. Jika status kamu dan Dean sepasang kekasih mungkin ada kesempatan untuk Intan merebut Dean, tapi kan status kamu dan Dean itu sudah menikah alias suami istri. Intan tidak seg*la itu merebut suami orang lain." Ucap Aleta, Anes mengangguk semoga saja apa yang dikatakan oleh Aleta itu benar.


Anes menghela nafasnya dan tersenyum manis kepada Aleta, ternyata banyaknya pertengkaran antara Anes dan Aleta dulu malah membuat keduanya semakin dekat dan saling mengerti satu sama lain.


"Jangan di pikirin, aku ke ruang kerja dulu." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan menatap kepergian Aleta.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2