
Sementara itu di kediaman Jordan Nana menatap putranya yang sedang menyusun buah di sebuah keranjang buah, Nana melipat kedua tangannya di dada.
"Lagi apa bang sibuk bener." Ucap Nana, duduk di meja ruang makan karena Ardan juga melakukan nya di meja makan.
"Kayang, mami gak lihat aku lagi apa." Jawab Ardan, Nana mendengus dengan jawaban putranya.
"Mami serius ya kamu malah bercanda." Ucap Nana, Ardan melirik Nana sekilas.
"Aku sedang memilih buah apa yang akan aku masukkan kedalam keranjang buah." Ucap Ardan.
"Untuk apa?" Tanya Nana, Ardan menghentikan kegiatan nya lalu menatap Nana.
"Mami tahu kalau Alexa sakit aku akan menjenguk Alexa." Ucap Ardan, Nana mengangguk lalu tersenyum.
"Bilang dong dari tadi lagi nyusun buah untuk menjenguk Alexa mami, gitu doang ribet banget." Ucap Nana, Ardan mencebikan bibirnya membuat Nana tertawa kecil.
"Abang lagi apa mi?" Tanya bocah kecil yang berjalan mendekati Nana.
"Kayang kenapa kamu mau ikutan." Ucap Arfan, jika dipikir-pikir Ardan dan Ara itu sama selalu sensi kepada adik-adik nya.
"Ihh orang nanya doang judes amat." Ucap bocah kecil itu.
"Lagi gak mau di tanya aku tuh jadi diam saja." Ucap Ardan.
"Bang jangan judes-judes ah sama adik nya." Ucap Nana.
"Lagian punya adik satu kepo nya kebangetan." Ucap Ardan.
"Aku nanya ya bukan kepo, ingat aku bertanya." Celoteh bocah itu membuat Ardan menatap nya.
"Dan aku gak peduli dengan itu, sudah aku pergi dulu dadah mami dadah bocah kecil." Ucap Ardan, membuat adiknya mendengus mendengar perkataan Ardan.
Sesampainya di rumah Anes dan Deandra Ardan berjalan dengan santai, ia melihat ara yang sudah duduk manis disana.
"Kenapa kamu sampai lebih dulu?" Tanya Ardan.
"Tentu saja aku gerak cepat memangnya kakak sangat lamban." Ucap Ara, mereka menunggu Alexa di ruang tamu meskipun Anes sudah meminta Ara untuk menunggu di ruang tengah tapi ada tidak mau ia ingin seperti tamu untuk saat ini.
"Dimana Alexa?" Tanya Ardan.
"Sedang di dalam, bang apakah papi Abang sudah pulang? Papi ku belum tapi Daddy kak Alexa sudah pulang." Ucap Ara, Ardan menyentil kening Ara.
"Kau lupa jika Daddy Alexa bos nya, sudah jangan banyak bicara dimana Alden." Ucap Ardan.
"Tuh." Ucap Ara menunjuk Alden yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Repot-repot sekali kalian membawa banyak makanan dan buah." Ucap Alden.
"Kenapa kami tidak ingin menjenguk kakak dengan tangan kosong." Ucap Ara, Alden tersenyum kecil kepada Ara.
__ADS_1
"Maaf membuat kalian menunggu." Ucap Alexa, melihat Alexa yang masih sedikit pucat Ara langsung berdiri dari duduk nya.
"Are you ok?" Tanya Ara, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.
"I'm ok Arandita tidak perlu khawatir." Ucap Alexa.
"Kak kau tahu sekolah begitu sepi tidak ada kakak." Ucap Ara, Alexa tersenyum dan duduk di samping tempat duduk Ara.
"Maaf tarinya aku juga tetap ingin sekolah tapi Daddy dan mommy melarangnya." Ucap Alexa, Alden menatap Alexa mereka berbincang dengan asik dan sedikit bercanda meskipun Alexa hanya bisa tertawa saja tidak banyak bergerak.
...
Malam hari Alden berjalan di kamar nya ia mengambil beberapa buku dari tas nya, setelah itu Alden berjalan menuju kamar Alexa.
Alden melihat Alexa yang sedang menonton drama kesukaan nya, Alden lelaki itu duduk di samping Alexa membuat Alexa menoleh.
"Ada apa?" Tanya Alexa, Alden memberikan buku-buku yang tadi ia ambil dari tas nya.
"Ini." Ucap Alden, Alexa mengernyit kenapa buku pelajaran miliknya ada di Alden.
"Kenapa bisa ada di kamu?" Tanya Alexa, Alden menatap Alexa lembut kali ini jiwa Alden sebagai seorang kakak meronta-ronta.
"Aku sengaja membawanya untuk menyalin beberapa materi hari ini, dan itu tidak akan membuat kamu kesulitan saat ujian nanti." Ucap Alden, Alexa tercengang mendengar perkataan Alden.
"Ini kamu gak bercanda kan?" Tanya nya, Alden mendengus mendengar perkataan Alexa.
"Periksa saja jika tidak percaya." Ucap Alden, ia berdiri dan berjalan keluar dari kamar Alexa.
"Ke kamar mom." Jawab nya, Anes mengernyit heran lalu buru-buru ke kamar putrinya.
"Abang tadi kesini dek?" Tanya Anes, Alexa menatap sang mommy lalu mengangguk.
"Hmmm, Alden memberikan ini katanya dia sudah menyalin mata pelajaran hari ini." Ucap Alexa, Anes tersenyum dan mengelus kepala Alexa.
"Berterima kasih lah kepada Alden, meskipun dia suka mengganggu dan membuat kamu kesal tapi Alden tetap peduli kepada kamu." Ucap Anes, Alexa mengangguk dan berbaring di tempat tidur nya di temani oleh Anes.
Sementara itu di kediaman Joe terlihat Ara yang berjalan menuruni anak tangga, adik kecil Ara menatap datar kakak nya yang juga tanpa ekspresi.
"Biasa aja liatin nya." Ucap Ara, adiknya mencebikan bibir lalu melengos pergi.
"Siapa yang liatin si pede banget." Ucap adik Ara.
"Kamu lah itu mata sampe mau lompat dari tempat nya." Ucap Ara.
"Enggak ya gak ada kerjaan aku liatin kakak." Ujar nya, Ike mengelus dada ternyata ini yang dirasakan oleh Anes dulu karena kedua anaknya selalu berdebat.
"Udah kepergok pake negeles udah ngeliatin mana muka nya kaku kaya kanebo kering." Ucap Ara, mendengar kata kanebo kering membuat Joe menoleh.
"Kamu kenapa kak?" Tanya Joe.
__ADS_1
"Tidak ada." Ucap Ara.
"Bohong kan kamu jelas-jelas tadi kamu depat sama adik." Ucap Joe.
"Muka adik ngeselin." Ucap Ara, membuat adiknya kesal dan marah.
"Mami kakak nakal mami." Teriak adiknya.
"Kamu yang ngeselin bukan aku yang nakal ya." Ucap Ara.
"Gak kakak nakal mi." Ucap adiknya lagi, membuat Joe dan Ike menghela nafas panjang.
"Masih mau nambah anak sayang?" Tanya Ike.
"Sepertinya tidak sayang melihat mereka berdebat terus aku ragu untuk menambah anak." Ucap Joe, Ike tertawa kecil mendengar perkataan Joe.
"CK, lemah." Ejek Ike membuat Joe menoleh menatap istrinya.
"Apa kamu bilang?" Ucap Joe.
"Enggak kok gak ada." Ucap Ike, Joe tersenyum dan berniat untuk memeluk Ike namun.
"Gak ada peluk-peluk ya aku gak mau nambah adik!" Tegas Ara, membuat Ike dan Ike tersentak kaget.
"Enggak sayang gak nambah adik kok, kalian berdua saja sudah cukup membuat papi pusing." Ucap Joe, Ike tertawa kecil sementara Ara melengos duduk di sofa.
"Gini amat punya anak gadis." Gumam Joe.
"Akibat kebobolan anak kamu kaya punya dendam pribadi." Ucap Ike terkekeh kecil, Joe mengangguk dan memasang ekspresi wajah yang menggemaskan bagi Ike.
"Gak usah di jelek-jelekin sayang kamu sudah jelek." Ucap Ike, Joe mendengus mendengar perkataan istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
Maaf sedikit dulu author sedang tidak baik-baik saja, harap dimaklum karena aku juga manusia jadi bisa kecapekan dan gaenak badan 😂