
Dean menatap terkejut Anes yang kini berjalan mendekati Liza, Anes berjongkok di depan Liza yang meringis memegang perutnya keduanya saling menatap dengan tajam.
"Sudah aku katakan kau boleh mengatakan apapun tentang aku, tapi tidak dengan mommy dan Daddy ku." Ucap Anes, wajah Anes sekarang terlihat tenang namun malah menakutkan bagi yang melihatnya.
"Cih, kau dan orang tuamu sama saja." Cibir Liza, ia masih memegangi perutnya.
"CK, kau tahu Liza aku pernah menghukum ibu dan anak hanya karena mereka menyebabkan kakak ipar ku koma dan harus melahirkan keponakan aku sebelum waktunya. Kau tau apa yang aku lakukan?" Ucap Anes, Liza menatap Anes dengan tatapan garang nya.
"Aku menghadiahkan sebuah temb*k*n untuk mereka, tapi karena aku baik aku meminta dokter untuk mengobati mereka tapi tidak dibawa ke rumah sakit. Mereka tetap menjalani hukuman dengan di si*sa, apa mungkin kau juga mau merasakan itu?" Ucap Anes, Joe tercengang mendengar perkataan Anes.
"Jangan menakut-nakuti aku Aneska." Ucap Liza.
"Aku bahkan bisa mengeluarkan janin yang saat ini ada di dalam perut kamu, owww apakah itu adik untuk Kenzie?" Ucap Anes, Liza terbelalak bagaimana bisa Anes tahu jika dirinya sedang hamil.
"Sayang apa maksud nya?" Tanya Deandra.
"Come on babyh kakak sepupu kamu ini akan memberikan sebuah hadiah yang mengejutkan, bukankah aku baik saat kau menangkap semua teman-teman Liza dan aku mencari tahu tentang Liza." Ucap Anes, ya Dean memang sudah menangkap teman-teman yang diminta Liza untuk menyakiti Anes. Dan saat itu pula Anes bertindak untuk mencari kebenaran tentang Liza.
"Kau hamil lagi?" Tanya Deandra, Liza menunduk dalam.
"Dean enggak itu bohong istri kamu itu bohong." Ucap Liza mencoba untuk mengelak.
Anes tersenyum smirk dan menatap Liza, ia menemukan fakta baru tentang Liza yang ternyata menyukai suaminya, suami Anes Deandra yang berstatus sebagai adik sepupu Liza.
"Liza kau tidak perlu berbohong lagi, saat pertama aku datang kerumah ini juga kau tidak menyukai aku padahal saat itu kita tidak memiliki masalah apapun. Kau melakukan itu karena kamu menyukai Deandra bukan." Ucap Anes.
Damn, Deandra langsung menatap j*j*k kepada Liza. Liza menggelengkan kepalanya dan meringis kesakitan.
"Bohong kau bohong." Ucap Liza, Anes tertawa renyah dan disinilah Deandra dan Joe benar-benar yakin jika Anes bukan orang yang bisa di sepelekan.
"Joe urus dia dan masukan dia kedalam markas, jika mama ingin menjenguk nya suruh saja datang ke markas." Ucap Deandra.
"No Dean jangan lakukan itu hiks." Lirih Liza.
"Ayok sayang." Ucap Anes, saat Dean dan Anes akan pergi mereka menatap Aleta.
"Nes Liza sedang hamil apa tidak terlalu jahat jika kamu mengurung nya di markas, anaknya tidak salah bukan." Ucap Aleta.
"Ta dia dengan bangga mengatakan jika aku tidak bisa memiliki anak hanya karena dia sedang hamil, dia gak tau bagaimana usaha aku yang ingin memiliki anak." Ucap Anes.
__ADS_1
"Aku tahu, tapi setidaknya biarkan dia untuk melahirkan anak nya dulu. Setelah itu baru kalian hukum dia seberat-beratnya, yang salah itu Liza bukan anak nya." Ucap Aleta, wanita itu memeluk Anes.
"Dia akan tetap di bawa ke markas." Ucap Deandra, Liza menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana jika nanti dia melahirkan?" Tanya Aleta.
"Bukankah kita bisa memanggil dokter, lagi pula tidak ada yang menginginkan kehadiran anak itu." Ucap Dean, Anes menunduk ternyata Dean lebih membela dirinya.
"Baiklah kalau begitu, kamu jangan banyak berpikir lagi oke. Biarkan saja Liza hidup dengan hukuman atas apa yang sudah ia lakukan terhadap kamu." Ucap Aleta, Liza menangis histeris menatap kepergian Deandra dan Anes.
Aleta mendekati Liza yang terduduk di lantai, wanita itu terlihat sangat menyedihkan. Mungkin jika Liza tidak hamil Anes sudah membuat wanita itu tak bernyawa.
"Kau salah mencari lawan, kau tahu di keluarga Artadinata maupun keluarga Abrisham Anes lah yang paling di sayangi. Selain dia yang selalu menjadi tameng untuk para keluarga dan saudara nya, Anes juga salah satu orang yang tidak setengah-setengah dalam memberikan hukuman." Ucap Aleta.
"Aku membencinya karena dia membuat Deandra jatuh cinta, dari awal aku sudah yakin pesonanya mampu meluluhkan Deandra." Lirih Liza.
"Liza jika kau tahu dari awal Dean akan jatuh cinta, harusnya kau tidak menyakiti Anes. Karena konsekuensi yang akan kamu dapatkan itu berkali lipat, Anes sudah cukup baik mau menjaga Kenzie putramu. Jika seperti ini bagaimana Anes bisa melihat Kenzie? Sementara perkataan kamu yang menyakitkan selaku melayang di kepalanya." Ucap Aleta, setelah Aleta mengatakan itu Joe menyeret Liza. Sebelum dimasukkan kedalam markas Joe mengajak Liza untuk memeriksakan kandungan nya dulu.
...
Satu bulan berlalu setelah kejadian itu Deandra semakin menyayangi Anes, tidak ada satu orang pun yang bisa menyakiti istrinya sekarang.
"Iya ada apa?" Tanya Anes, kini mereka sudah meninggalkan rumah lama dan tinggal di rumah baru. Dean juga meminta mama untuk sering-sering pulang karena ada Kenzie di rumah lama bersama suster baru nya, karena suster lama Ken ikut kerumah Deandra.
"Dimana dasiku?" Ucap Deandra.
"Kamu ini kenapa selalu manja hmmm, aku sudah meletakan dasi dan jam tangan di meja." Ucap Anes,
"Gak masalah kalau aku manja ke istri sendiri, asal jangan ke istri orang saja." Ucap Dean, Anes mendelik tajam kepada suaminya.
"Akan aku botakin kepalamu jika kau berani macam-macam." Ucap Anes, wanita itu menjadi sedikit galak.
Setelah selesai bersiap-siap Anes turun ke ruang makan, disana sudah ada Ike, Nana dan suster.
"Selamat pagi nona dan tuan." Ucap Ike dan yang lainnya.
"Pagi Ike." Balas Anes, seperti biasa Dean hanya mengangguk saja.
"Nona hari ini nyonya dan tuan muda Ken akan kesini." Ucap Ike, Anes mengangguk ia tidak marah ataupun benci kepada Kenzie.
__ADS_1
Karena Anes tahu jika Kenzie tidak salah dan tidak tahu apa-apa tentang Liza, awalnya juga Anes ingin mengajak Kenzie untuk tinggal bersama dengan nya namun Dean melarang.
"Bagus dong kalau begitu, lagian kan sudah satu bulan aku tidak bertemu dengan Kenzie." Ucap Anes.
"Aaaa benar, kita sudah sangat merindukan tuan muda Ken." Ucap suster, Anes tersenyum manis setelah selesai sarapan Anes mengantar Deandra kedepan suaminya itu akan pergi ke kantor.
"Hati-hati dijalan ya." Ucap Anes.
"Iya, Ike Nana dan suster tolong jaga nona dengan baik." Ucap Dean.
"Siap tuan muda." Ucap Ike dan yang lainnya, seperti biasa Dean mengecup kening Anes dengan lembut membuat ketiga wanita jomblo di belakangnya kebakaran jenggot.
"Panas yaampun panas." Canda Ike, Anes tertawa kecil.
Kini kehidupan Anes jauh lebih berwarna setelah Liza benar-benar di hukum oleh Deandra, terakhir kali Anes melihat Liza itu dua Minggu yang lalu dan kondisi Liza sangat berantakan. Tubuh kurus dan pucat, selain itu juga wanita itu selalu muntah-muntah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Rumah baru Anes dan Deandra
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1