
Deandra keluar dari ruang kerja nya ia berjalan menuju kamar, lelaki itu menatap kamar yang kosong tak berpenghuni. Akhirnya Dean pun memutuskan untuk pergi ke ruang tengah atau ruang keluarga untuk mencari keberadaan istrinya, siapa tahu Anes ada di sana bersama Ike dan Nana. Namun naas lelaki itu tak juga menemukan Anes.
Deandra mengedarkan pandangannya menatap rumah yang super luas ia tak mungkin mencari Anes ke seluruh ruangan, Deandra pergi ke dapur untuk bertanya kepada kepala pelayan dimana istrinya.
"Tuan muda." Sapa kepala pelayan.
"Hmmm, dimana nona?" Ucap Dean to the points.
"Bukankah nona ada di kamarnya." Jawab kepala pelayan, yang memang tidak mengetahui jika Anes keluar dari rumah.
"Tidak ada saya sudah mencarinya di kamar, ruang tengah dan ruang keluarga tidak ada Anes." Ucap Dean mulai panik.
"Tapi sungguh tuan kami tidak melihat nona keluar dari rumah." Ucap kepala pelayan itu.
"Saya tidak mau tahu kalian cari nona sampai ketemu, saya kasih waktu kalian 10 menit." Ucap Deandra, semua pelayan tercengang ini tuan nya sedang bercanda atau gimana hanya memberi waktu 10 menit untuk menelusuri rumah itu.
"Tu_tuan." Lirih seorang pelayan wanita.
"Tidak ada protes kalian cari sekarang." Ucap Deandra, semua pelayan di rumah nya berlarian ke segala arah untuk mencari Anes.
Sementara Deandra lelaki itu terus menghubungi Anes tapi tidak di jawab, Dean kembali ke kamar nya ia melihat ponsel Anes yang tergeletak di meja samping tempat tidur.
"Ahh shiiitttt, kenapa Anes tidak membawa ponselnya." Gumam Deandra, lelaki itu kembali ke lantai satu disana para pelayan sudah berkumpul dengan terengah-engah.
"Apa kalian menemukan nona?" Tanya Deandra, mereka semua menggelengkan kepalanya.
"Tidak tuan kami tidak menemukan nona di rumah ini." Ujar nya.
"Bagaimana bisa kalian tidak tahu kemana nona pergi, sebenarnya apa yang kalian lakukan hah." Geram Deandra, lelaki itu kembali merogoh ponselnya yang ada di kantong celana.
*Panggilan telepon*
Deandra: Hallo Joe kamu dimana?
Joe: Saya sedang dirumah Jordan ada apa.
Deandra: Bisa datang ke rumah saya sekarang.
Joe: Ke rumah kamu untuk apa?
Deandra: Anes hilang Joe dan saya sudaj mencari nya ke segala penjuru rumah tadi tidak di temukan, bisa kamu kesini sekarang.
__ADS_1
Joe: CK, Dean Dean mangkanya jadi orang jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, istri keluar dari rumah saja tidak tahu kan kamu. 😁
Deandra: Maksud kamu apa istri saya hilang kamu malah tertawa, kamu mau saya pisah kepala dan tubuhmu?
Joe: Anes ada disini di rumah Jordan tadi dia datang bersama dengan Ike dan suster, mangka_ Tut...Tut...Tut....
Joe belum selesai berbicara Deandra sudah mematikan panggilan telepon nya, Deandra memutuskan untuk pergi ke rumah Jordan namun sebelum itu ia meminta maaf terlebih dahulu kepada para pelayan nya.
"Maaf saya sudah merepotkan kalian." Ucap Deandra, setelah mengatakan itu Dean berlari keluar dari rumah Dean lelaki itu sampai lupa untuk mengendarai mobil nya.
"Buka gerbang." Ucap Dean kepada penjaga gerbang.
"Baik tuan." Jawab nya dengan cepat, penjaga gerbang menatap Dean yang berlari ke arah gerbang rumah Jordan.
"Tuan kenapa gak bawa mobil ya." Ucap salah satu penjaga gerbang.
"Tidak tahu nona juga tadi keluar tidak membawa mobil." Jawab penjaga B.
"Tapi dari pintu utama ke gerbang sudah jauh, dan tuan berlari ke gerbang rumah tuan Jordan yang juga jauh apa tidak ngos-ngosan." Ucap penjaga A, dan rekan nya itu hanya bisa mengangkat bahu nya saja.
Dean sampai di kediaman Jordan dengan keringat yang membasahi wajahnya, ia berjalan terengah-engah menuju pintu utama rumah Jordan.
"Dean." Ucap mami, membuat Anes yang sedang duduk menoleh.
"Iya gak apa-apa tapi kenapa kamu jalan kaki biasanya bawa mobil." Ucap mami Jordan, Deandra memiringkan tubuhnya menatap rumah nya yang rumah Jordan yang berdampingan.
"Iya gak apa-apa kan dekat." Ucap Deandra, Joe tertawa kecil mendengar jawaban Dean.
"Yasudah ayok masuk Anes sudah menunggu di dalam." Ucap mami, membuat Deandra mengangguk lelaki itu masuk dan duduk di samping istrinya.
Anes yang peka langsung mengelap keringat Deandra menggunakan tisu, hal itu membuat semua orang terbawa perasaan termasuk Ike.
"Kheem mon maaf nona bukan tidak sopan atau apa, tapi tolong nona gak usah manis-manis gitu Ike baper atulah." Ucap Ike, Anes malah sengaja memeluk Deandra membuat semua orang tertawa.
"Begini ke." Ucap Anes.
"Nona, langit bisakah kau turunkan pangeran tak bersayap untuk Ike. Ike lelah selalu menjadi saksi bisu dalam kemesraan mereka." Ucap Ike, mami Jordan sampai tertawa dengan perkataan Ike.
"Nanti kalau jodohnya sudah datang jangan nangis-nangis bilang nona Ike gak mau jauh sama nona, Ike pengen sama nona." Ucap suster, yang mengetahui jika Ike begitu dekat dan menyayangi nona nya.
"Nanti kalau Ike nikah terus datang ke rumah gak akan di bukain gerbang pokonya." Canda Anes.
__ADS_1
"Ohh mudah sekali itu nona tinggal manjat gerbang doang." Balas Ike tertawa, Jordan dan Nana ikut tertawa dengan perkataan Ike.
"Kamu gak takut penjaga di rumah kan serem-serem." Ucap Anes tertawa.
"Tinggal kasi kedipan maut juga itu gerbang langsung terbuka nona, jangan meragukan kemampuan Ike." Ujar nya, Joe ikut tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Memang dia suka sama kamu di kasi kedipan maut langsung di bukain gerbang." Ucap Jordan.
"Wahhh ketinggalan berita ter hot apa gimana, mangkanya jangan sibuk kerja mulu kali-kali tanya berita tentang Ike." Ucap Ike, Anes sampai menyembunyikan wajahnya di belakang bahu Deandra karena lelah tertawa.
"Sus Ike lupa minum obat apa gimana." Ucap Deandra.
"Belum saya suntik tuan mohon maklum." Balas suster, mami Jordan yang semula berdiri langsung duduk di samping Nana karena banyak tertawa.
"Jadi gimana dia suka kamu?" Tanya Jordan.
"Enggak lah siapa bilang penjaga suka sama Ike." Ucap Ike, Anes sampai menepuk dahi Ike.
"Sudah cukup ke saya tidak mau melahirkan hanya karena sering tertawa." Ucap Anes, Ike tertawa melihat wajah sang nona yang menggemaskan.
"Ike juga capek nona tertawa mulu terlalu bahagia kayaknya hidup Ike." Ujar nya, Dean hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ike.
Dean tidak marah ia justru merasa senang karena sikap humble Ike membuat Anes bahagia dan betah di rumah nya, Dean tahu Anes tipikal orang yang humoris dan ia memiliki pelayan pribadi seperti Ike itu semakin membuat Anes merasa nyaman.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏 😊