Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 167


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini Deandra sedang ada urusan penting ke luar kota, alhasil di rumah hanya ada Anes dan Cya. Kedua wanita itu terduduk di ruang tamu keduanya bingung ingin melakukan apa.


"Nona." Panggil Ike.


"Iya ada apa ke." Sahut Anes.


"Nona kenapa melamun." Ujar nya.


"Saya bosan di rumah terus ke." Ucap Anes, kandungan Anes sudah semakin besar.


"Kak bagaimana kalau kita membuat kue saja." Ucap Cya.


"Ide yang bagus ayok kita ke dapur." Ucap Anes, tentu saja Ike dan Cya mengangguk dengan antusias.


Namun saat Anes dan Cya sedang berada di dapur seorang pelayan datang menghampiri Anes dan Cya, Ike wanita itu tidak ada karena Anes sedang memintanya untuk memetik buah strawberry di kebun belakang rumah.


"Permisi nona di depan ada tamu." Ucap seorang pelayan wanita.


"Tamu?" Tanya Anes.


"Benar nona." Jawab nya.


"Kamu ada ngajak teman kerumah Cya?" Tanya Anes, Cya mengernyit dan menggelengkan kepalanya ia tak pernah mengajak temannya untuk kerumah.


"Enggak kak, Cya gak pernah ajak teman untuk ke rumah." Ujar nya.


"Aku juga sama dan sedang tidak ada tamu hari ini." Ucap Anes.


"Permisi nona." Sapa Nana, wanita itu muncul dengan kotak makanan.


"Bawa apa kak Nana?" Tanya Cya, lihatlah Cya selalu menyambut antusias orang-orang yang baik kepadanya.


"Puding kamu mau." Ucap Nana, Cya mengangguk mengiyakan.


"Baiklah akan aku siapkan, oiya nona di depan ada tamu." Ucap Nana mengambil piring kecil dan memotong puding nya.


"Itu dia aku dan Cya tidak ada tamu hari ini." Ucap Anes.


"Ini saya nona bukankah saya juga tamu disini." Canda Nana, Anes mencubit pipi Nana gemas.


"No, kamu keluarga saya bukan tamu saya." Ucap Anes, ya ya baiklah Nana ia juga sudah menganggap Anes seperti saudara nya.


"Yasudah sebaiknya nona temui mereka dulu saja." Ucap Nana, Anes mengangguk dan berjalan menuju ruang tamu.


Sementara Cya dan Nana berjalan menuju ruang makan, ia akan menikmati pudingnya disana.


"Anes." Sapa Steven dan Nia yang tak lain adalah kakak dan kakak ipar Cya, Anes tersenyum tipis menyambut sepasang suami istri itu.


"Hai apa kabar." Ucap Anes, menyalami keduanya.


"Kabar baik kamu sendiri bagaimana?" Balas Nia.


"Seperti yang kalian lihat aku baik-baik saja, ayok silahkan duduk." Ucap Anes, Steven dan Nia pun duduk kembali.


"Kenapa rumah terasa sepi." Ucap Nia.

__ADS_1


"Oh enggak kok kebetulan orang-orang sedang berada di belakang." Ucap Anes, Nia menatap Anes dan memicingkan mata nya.


"Oh sedang apa di belakang?" Kali ini Steven yang bertanya.


"Sedang menemani Cya dia ingin membuat kue jadi kami menemaninya, tapi sepertinya itu di lanjutkan oleh Ike dan suster." Ucap Anes, karena tadi Cya dan Nana berjalan menuju ruang makan.


"Cya?" Tanya Nia.


"Iya Cya merasa bosan dan ingin membuat kue." Balas Anes tersenyum.


"Bolehkah kami bertemu dengan Cya." Ucap Steven.


"Tentu saja ayok." Balas Anes, dengan perut besar Anes berjalan menuju ruang makan di lorong menuju ruang makan terdengar suara tawa Cya yang menggema.


"Mbak Lia kemarin mbak Ike dan kak Joe terlihat seperti pangeran dan putri." Ucap Cya.


"Nona jika aku putri bolehkah aku mengganti sang pangeran." Ucap Ike.


"Apakah seorang Ike benar-benar akan menolak tuan Joe?" Ucap suster.


"Huuhh entahlah, tapi jika tuan Joe memaksa maka semua bisa dibicarakan baik-baik." Ceplos Ike, tolong Anes belum sampai ke ruang makan saja ia ingin tertawa mendengar perkataan Ike.


"Cya." Panggil Anes, Cya sedang duduk di kursi sementara Nana berdiri di belakang Cya.


"Iya kak." Balas Cya.


"Ini ada Steven dan Nia yang ingin bertemu dengan kamu." Ucap Anes, Cya menoleh menatap kakak dan kakak ipar nya.


"Hai Cya." Sapa Nia, sapaan itu malah seperti orang asing bagi Anes.


"Hai." Balas Cya, Steven dan Nia pun duduk di hadapan Cya.


"Kalian berbincang saja kami permisi dulu." Ucap Anes, Nana, Ike dan suster berjalan ke dapur mengikuti nona nya.


"Nona ini strawberry nya sudah Ike potong-potong." Ucap Ike.


"Iya ke kamu buatkan pancake kesukaan Cya saja ya." Ucap Anes, Ike mengangguk dan mengikuti permintaan nona nya sementara itu Nana duduk di hadapan Anes.


"Nona." Lirih Nana.


"Kenapa na?" Sahut Anes.


"Bagaimana dengan kedekatan Ike dan Joe, apa tidak sebaiknya kita membantu mereka untuk dekat." Ucap Nana.


"Hmmm, tapi apakah Ike akan benar-benar menerima Joe." Ucap Anes.


"Dulu saja nona membantu Jordan untuk mendekati saya." Ucap Nana.


"Joe orang yang dingin dan kaku sementara Ike?" Ucap Anes.


"Bukankah itu bagus Ike akan merubah tuan Joe yang dingin menjadi berekspresi." Ucap Nana, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Nana.


"Sepertinya bisa dicoba." Bisik Anes.


"Kalian kira Ike tidak mendengar? Nyali kalian besar sekali membicarakan orang di depannya." Ucap Ike, menatap Nana dan nona muda nya.

__ADS_1


"Bukankah itu yang dinamakan bergosip tepat pada waktunya." Ucap suster.


"Ada apa dengan kalian yaampun." Desis Ike.


"Tidak ada apa-apa tapi bukankah kamu selalu menginginkan seorang pangeran." Ucap Anes.


"Sepertinya tuan penjaga gerbang lebih baik daripada tuan Joe." Ucap Ike


"Waah bagus kalau begitu bisa kita nikahkan secepatnya." Ucap suster, Ike menggerutu kenapa sekarang jadi dirinya yang dibuat pusing tujuh keliling.


"Mbak gak usah aneh-aneh ya mbak." Ucap Ike, tawa Anes, Nana, suster terdengar sampai ke ruang makan membuat jiwa kepo Cya meronta-ronta.


Cya ingin kakak dan kakak ipar nya segera pulang agar ia bisa ikut bergabung dengan Anes, tapi apalah daya mereka masih duduk manis di hadapannya.


"Jadi ada apa kakak kesini?" Tanya Cya.


"Kakak hanya ingin tahu kabar kamu Cya, kamu tinggal dengan Deandra yang sudah lama tidak menjenguk kamu dan Anes orang yang bahkan belum kamu kenal." Ucap Steven.


"Memangnya kenapa Cya baik-baik saja Cya juga bahagia tinggal disini, dan seperti yang kakak lihat mereka baik dan selalu menemani Cya." Ujar gadis remaja itu.


"Cya Anes itu termasuk orang lain untuk kamu." Ucap Nia.


"Tapi kak Anes bisa memberikan perhatian dan kasih sayang untuk Cya, kakak tahu semenjak tinggal disini Cya tidak pernah keluar atau main-main dengan teman-teman Cya karena kak Anes dan mbak Ike selalu menemani Cya agar Cya tidak kesepian." Ucap Cya.


"Cya ini cake kesukaan kamu." Ucap Nana, Cya dan kakak nya menoleh.


"Kak Nana tapi Cya gak minta cake." Ucap Cya, ia menatap cake yang membuat nya tergiur.


"Nona yang meminta Ike membuatkan ini untuk kamu, dia tahu kamu ingin membuat ini tadi." Ucap Nana, Cya mengangguk dan tersenyum mata bulat nya berbinar menatap cake itu.


"Lanjutkan berbicara nya saya permisi." Ucap Nana, Cya mengangguk dan Nana tersenyum manis lalu pergi.


"Cya jangan terlalu banyak makan manis kamu bisa gemuk." Ucap Nia.


"Bukankah Cya semakin menggemaskan dengan pipi chubby." Ujar nya, Steven tersenyum Anes benar-benar membuat adiknya ceria kembali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2