
Vani pun terbangun dan melihat Anes dan juga Alexa yang sudah berdiri di samping nya, gadis cantik itu memegang kepalanya yang terasa pusing Alexa menatap Vani yang terlihat kesakitan.
"Van are you oke?" Tanya Alexa.
"Xa kepala aku kok sakit ya." Jawab Vani.
"Kamu gak inget kejadian yang sudah kamu alami Van?" Tanya Alexa.
"Enggak memang nya aku kenapa, tapi tunggu ini aku ada dimana?" Ucap Vani, Anes mendekati Vani dan membantu gadis cantik itu untuk bangun dari posisi nya berbaring.
"Tadi kamu gak sengaja menabrak mobil orang lain saang lalu terjatuh dan pingsan." Ucap Anes, karena Alexa diam saja jadi Anes yang membantu untuk menjelaskan kepada Vani.
"H-hah? Nabrak?" Ucap Vani terkejut.
"Iya, tante sudah kabari mami dan papi kamu tapi mereka tidak bisa datang karena sedang dalam perjalanan ke sw*s." Uvap Anes lagi.
"Aaahh, mereka memang selalu mementingkan binis mereka dari pada anak nya." Lirih Vani.
"Sstt, kamu gak boleh ngomong gitu van. Bagaimanapun juga apa yang dilakukan oleh orang tua kamu itu untuk kebaikan kamu." Ucap Alexa.
"Tapi apa yang aku katakan itu benar xa, dari kecil sampai sekarang mereka selalu sibuk dengan urusan mereka. Bahkan aku lebih dekat dengan mbak dibandingkan dengan mami bukankah kamu dan Alden sempat berpikir jika aku berasal dari keluarga biasa saja, kalian selalu menyisihkan uang jajan kalian cuma buat ngasi ke aku. Aku bukan sengaja menerima uang itu tapi aku hanya ingin tahu setulus apa kalian berteman dengan ku, aku sering di bully namun orang tua aku tidak tahu hal itu bukankah sangat miris sekali." Ucap Vani, mendengar curahan hati Vani Anes pun merasa tidak tega. Mommy dari Alexa itu mndekati Vani lalu memeluk Vani.
__ADS_1
"Vani gak boleh gitu ya nak, orang tua kamu pasti memiliki alasan kenapa mereka sangat sibuk dengan pekerjaan nya." Ucap Anes.
"Mommy benar van, tapi kamu gak sendirian kok aku juga pernah ada di posisi kamu dengan mommy dan daddy yang lebih sibuk denganurusan mereka masing-masing. Tapi aku tahu jika apa yang mereka lakukan juga untuk kebaikan aku dimasa depan, aku yakin sebagai orang tua mereka juga merasa lelah namun demi kebahagiaan anak-anak nya mereka melupakan rasa lelah yang mereka rasakan." Ucap Alexa, Anes terdiam mendengar perkataan putrinya yang begitu bijak.
"Kamu punya Alden xa yang bisa kamu ajak sharing, sedangkan aku?" Ucap Vani, Alexa tersenyum mendengar perkataan Vani.
"Kamu salah van, aku gak pernah sharing sama Alden. Kamu tahu satu-satunya orang yangn bikin aku nyaman untuk cerita itu cuma kamu." Ucap Alexa, Vani terdiam begitupun dengan Anes.
"Xa." Lirih Vani.
"Selain mommy cuma kamu yang selalu aku ajak cerita, jika kamu tanya bagaimana dengan Arandita maka akan aku katakan jika Ara sudah seperti adik bagiku maka aku yang akan mendengarkan cerita Ara." Ucap Alexa, Anes menatap bangga kepaa putrinya.
"Vani jika kamu merasa kesepian kamu bisa datang kerumah, tante dan Alexa akan selalu menerima kedatangan kamu. Jangan salahkan orang tua kamu yang sibuk karena semua yang mereka lakukan itu untuk kebahagiaan kamu untuk memenuhi segala keinginan kamu." Ucap Anes.
"Ck, gak apa-apa Van ku ngerti apa yang kamu rasakan." Ucap Alexa, Vani merentangkan kedua tangannya dan Alexa berjalan lalu memeluk Vani dengan senyuman manis di bibir nya.
"Kak vani sudah sadar kah?" Tanya Ara yang akhirnya masuk kedalam kamar rawat Vani.
"Sudah sayang kemari." Ucap Anes.
"Aaaa, kenapa aku tidakĀ di ajak pelukan." Ucap Ara.
__ADS_1
"Ck, bukan tidak di ajak tapi karena kamu nya yang selalu diam di luar." Ucap Alexa.
"Lagian ngapain di luar si Ra ada apa di luar kayaknya betah banget kamu di luar." Ucap Vani.
"Ada dua cowok ganteng di luar kak." Balas Ara, membuat Anes dan Alexa tertawa sementara Vani hanya bisa diam dengan rasa penasaran nya.
Dan kedua lelaki di luar kamar rawat Vani duduk berdampingan, Alden menoleh menatap lelaki itu hingga keduanya saling menatap dengan dingin.
"Maafkan adik dan teman saya yang mengganggu waktu dan perjalanan anda." Ucap Alden dengan sopan.
"Tidak masalah harusnya saya yang meminta maaf karena menyebabkan adik anda terjatuh sampai tidak sadarkan diri." Ucap lelaki itu yang tidak mengetahui jika adik Alden adalah Alexa, ia mengira jika Vani lah adik Alden.
"Adik saya terjatuh?" Tanya Alden dengan bingung.
"Iya, bukankah wanita yang tadi pingsan itu adik anda." Ujarnya.
"Ahhh, maaf sepertinya anda salah paham tuan adik saya itu bukan Vani." Ucap Alden.
"Ohh, apakah gadis tadi adik anda." Ucap nya, gadis tadi yang di maksud adalah Ara.
"Bukan tuan itu Ara teman adik saya." Ucap Alden.
__ADS_1
"Lalu jika begitu_" Ucapan lelaki itu terheti dan menatap Alden.
"Adik saya itu Alexa bukan Vani ataupun Ara." Ucap Alden, lelaki itu terdiam mendengar perkataan Alden. Sementara Alden menatap bingung wajah lelaki itu yang terlihat diam setelah Alden menyebutkan nama Alexa.