Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 84


__ADS_3

Sesampainya Dean di kantor lelaki itu di sambut oleh karyawan nya, beberapa karyawan menyapa Dean dengan sopan.


"Selamat pagi tuan." Ucap beberapa karyawan.


"Hmmm." Balas Deandra, karyawan tersenyum manis karena Dean selalu membalas sapaan mereka.


Setibanya di ruang kerja Deandra duduk di kursinya kebesarannya, ia menyalakan laptop dan mengecek beberapa pekerjaan.


"Dean." Panggil Joe yang masuk ke ruang kerja nya.


"Ada apa?" Tanya Deandra.


"Meeting akan dimulai jam 09:00." Ucap Joe, Deandra menatap Joe.


"Hmmm, dimana Jordan?" Tanya Dean.


"Saya disini, kenapa kamu mencari saya." Ucap Jordan, yang baru masuk kedalam ruang kerja Deandra.


"Siapa yang mencari kamu, saya hanya menanyakan kamu." Ucap Dean, Jordan mendecih mendengar perkataan Deandra.


"Cih, dasar gengsian." Ucap Jordan, Deandra memutar bola matanya.


"Itu wajah kenapa tuh?" Tanya Dean, lelaki itu melihat wajah Jordan yang sedikit memar di dekat bibir nya.


"Biasalah laki-laki." Jawab nya, lelaki itu duduk di sofa ruang kerja Deandra.


"Cih, bergaya seperti jagoan tapi kena bogem juga." Ucap Deandra, Jordan menatap Dean dengan kesal.


"Ya gimana gak kena bogem saya sendiri mereka sepuluh orang." Ucap Jordan, Deandra menghentikan kegiatan nya dan menatap Jordan dengan serius.


"Sepuluh orang? Siapa yang berani melakukan itu?" Tanya Deandra.


"Siapa lagi kalau bukan anak buah papi ku." Ucap Jordan, Deandra tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Saya baru tahu jo ternyata kamu bisa ngelawan juga." Ucap Joe, sedikit mengejek.


"Kamu kira saya apaan, saya sudah bilang berkali-kali saya tidak ingin di jodohkan." Kesal Jordan.


"Kenapa? Kalau wanita itu cantik kan tidak masalah." Ucap Joe, membuat Jordan mencibir Joe.


"Jomblo diam saja tahu apa si kamu Joe, lagian nih ya cantik belum tentu baik." Ucap Jordan, Joe memukul tangan Jordan tidak terima dengan perkataan Jordan.


"Kamu meremehkan saya, jelas saja saya tahu tentang kalian berdua. Lihat buktinya Deandra saja bucin akut kepada nona Anes." Ucap Joe, Dean melempar pulpen kepada Joe.


"Kenapa bawa-bawa saya?" Tanya Deandra.


"Intinya gini de jomblo yang satu ini apapun masalahnya, kalau soal perjodohan pasti kamu yang dijadikan contoh." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Jordan yang memang ada benarnya.


"Ngapain mencontoh saya?" Tanya Deandra lagi.


"Karena pernikahan kamu tidak seburuk yang kami bayangkan." Ucap Joe dan Jordan.

__ADS_1


"Si*lan." Sengit Deandra, kedua sahabatnya itu tertawa kecil.


Saat sedang berbincang sekretaris Dean memberi tahu jika meeting akan segera dimulai, Dean dan kedua sahabatnya pun berjalan menuju ruang meeting.


Sementara itu di perusahaan Axel mereka akan mengadakan beberapa acara, Aleta berbincang dengan Intan dan para model yang lainnya.


"Nona apakah semua petinggi akan datang?" Tanya Intan, Aleta menatap Intan dengan tersenyum manis.


"Iya, dan maaf untuk kalian semua karena nona Anes tidak bisa ikut hadir hari ini untuk mempersiapkan semuanya." Ucap Aleta.


"Kenapa nona?" Tanya salah satu model yang cukup dekat dengan Anes.


"Nona Anes sedang tidak enak badan." Ucap Aleta, Intan mengangguk ia berpikir apakah sekarang Deandra sedang menjaga dan merawat Anes.


Come on Intan kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik, percayalah Deandra memang jadi yang terbaik untuk Anes tapi belum tentu jika bersamanya Dean akan menjadi yang terbaik untuk intan.


"Kalau begitu kalian persiapkan diri kalian oke, acara ini juga bisa membuat kalian terpilih untuk mengikuti jejak Intan." Ucap Aleta, semua orang mengangguk dan tersenyum.


Setelah selesai meeting Deandra kembali ke ruang kerja nya, ia akan bersiap untuk pulang. Jordan memberi tahu sesuatu kepada Deandra, begitupun dengan Joe yang mengikuti Dean dan Jordan.


"Dean." Panggil Jordan.


"Ada apa." Sahut Deandra.


"Lihat ada berita jika Intan menjadi model terbaik di perusahaan milik keluarga Anes." Ucap Jordan, Joe ikut melihat berita itu.


"Kalau tidak salah itu karena tuan muda Axel terus mempromosikan Intan." Ucap Joe, Dean dan Jordan menatap Joe.


"Kamu jangan meremehkan saya, informasi tentang nenek moyang kau saja bisa saya dapatkan." Ucap Joe, Dean tertawa kecil mendengar perkataan Joe.


"Tapi kenapa Axel melakukan ini?" Tanya Jordan.


"Pada saat itu kalau tidak salah Intan mengatakan ia ingin menjadi model yang terkenal, dan ia ingin sepadan dengan laki-laki yang ia cintai. Intan mengatakan itu saat ia sudah berada di luar negeri, dan karena tuan muda Axel tidak bisa melakukan itu tuan muda meminta bantuan nona Anes." Ucap Joe, Jordan tertawa renyah mendengar cerita Joe.


"Ini kalau dijadikan judul kaya nya bagus, istriku membantu kesuksesan seorang wanita yang menyukai aku." Ucap Jordan, Deandra mendengus dan mengambil ponselnya yang tadi ia tinggalkan di meja kerja.


"Terserah saya mau pulang." Ucap Dean.


"Loh kenapa kok pulang?" Tanya Jordan.


"Anes sedang sakit." Jawab Deandra, lelaki itu pergi begitu saja dan Jordan mengejar nya.


"Dean." Panggil Jordan.


"Hmmm." Sahut Deandra.


"Bolehkah saya menjenguk istri kamu?" Tanya nya.


"Boleh jika kamu mau pulang tanpa kaki!" Tegas Deandra, Jordan menelan saliva nya sebegitu takut nya kah Dean jika Jordan bertemu dengan Anes.


Jordan menatap Dean yang semakin menjauh dari pandangan nya, Joe tertawa melihat Jordan yang di tolak mentah-mentah oleh Deandra.

__ADS_1


"Bagaimana bisa memiliki istri pilihan sendiri, jika oleh sahabat sendiri saja di tolak mentah-mentah." Ejek Joe, Jordan menendang kaki Joe membuat Joe semakin gencar menggoda Jordan.


Di kamar nya Anes sedang terlelap karena setelah sarapan tadi Nana meminta Anes untuk beristirahat lagi, dan Anes menuruti permintaan Nana.


"Tuan." Ucap Nana, saat melihat tuan nya sudah pulang.


"Sttt, kamu keluar sekarang." Ucap Deandra, Nana mengangguk dan keluar dari kamar Anes dan Deandra.


Dean melepaskan jas kerja nya dan naik ke atas tempat tidur, Deandra menarik tubuh Anes kedalam pelukannya.


"Eumhhh." Lenguh Anes, wanita itu mengerjapkan matanya dan menatap wajah tampan Dean yang kini ada di hadapannya.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Anes, Dean tersenyum dan mengecup kening Anes.


"Iya aku sudah pulang." Ucap Dean, mempererat pelukannya kepada Anes.


"Ini masih siang." Ucap Anes, karena memang ini baru jam 12:00.


"Iya aku sengaja pulang cepat agar bisa menemani kamu di rumah." Ucap Deandra, Anes tersenyum dan memeluk Deandra, Anes menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dean.


"Istirahat lagi saja setelah itu kita makan siang." Ucap Dean, Anes langsung mendongak menatap wajah Dean.


"Makan sekarang saja." Ucap Anes.


"Sudan tidak mengantuk lagi?" Tanya Deandra.


"Tidak, sudah cukup tidur nya." Balas Anes, Dean mengangguk dan menyelipkan anak rambut Anes kebelakang telinga.


"Baiklah ayok." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum manis kepada suaminya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2