
Keesokan harinya tepat pukul 06:30 Alexa sudah duduk di meja makan, gadis cantik itu duduk dengan memainkan ponselnya tak lupa segelas susu hangat di hadapan nya yang sudah di siapkan oleh mbak Lia.
"Silahkan nona." Ucap mbak Lia, Lia begitu menyayangi Alexa seperti anaknya sendiri.
Bagaimana tidak jika sejak dalam kandungan saja kehadiran Alexa dan Alden sangat di harapkan oleh suster Lia, dan sejak bayi pun jika Anes dan Deandra sedang ada urusan penting maka mbak Lia lah yang menjaga Alexa.
Dan Alexa tahu akan hal itu ia tahu jika mbak Lia berperan sama penting nya seperti mommy dan Daddy Alexa, Alexa senang karena mbak Lia masih bersama dengan dirinya hingga saat ini.
"Terimakasih mbak." Ucap Alexa sopan, mbak Lia mengangguk dan tersenyum manis.
Alden yang menuruni anak tangga cukup terkejut melihat Alexa yang sudah duduk manis di ruang makan dengan seragam sekolah nya, Alden berjalan mendekati Alexa dan menatap adik kembarnya.
"Kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Alexa, Alden pun duduk di hadapan Alexa dengan menatap intens adiknya.
"Ada angin dimana jam segini sudah duduk manis di meja makan?" Tanya Alden, Alexa mencebikan bibirnya mendengar perkataan Alden.
"Bangun pagi salah bangun kesiangan lebih salah nanti di hukum lagi." Ucap Alexa, Alden menyentil kening Alexa.
"Assshh, sakit Alden." Kesal Alexa.
"Salah sendiri ga nelpon aku kemarin, nekat banget manjat" gerbang belakang sekolah." Ucap Alden.
"Loh memangnya kalau aku bilang kamu akan peduli?" Cibir Alexa, membuat Alden memelototkan matanya.
"Tarik perkataan kamu Alexa." Ucap Alden.
"I_iya maaf, kamu peduli ko sama aku peduli banget malah." Ucap Alexa dengan wajah malas nya, Alden mengangguk dan tersenyum tipis.
"Pagi sayang." Sapa Anes dan Deandra.
"Pagi mom dad." Ucap Alexa dan Alden.
"Kamu udah rapi saja girls memangnya sudah bisa masuk sekolah?" Ucap Deandra.
"Aku gak apa-apa kok dad." Ucap Alexa, Deandra memperhatikan Alexa.
"Pagi semuanya." Ucap dua duduk di samping Alexa karena Anes duduk di samping Alden.
"Pagi." Balas orang-orang yang sudah berada di meja makan, dan merekapun mulai sarapan pukul 07:00.
Sementara itu di kediaman Joe dan Ike terlihat Ara dan Jake yang duduk berhadapan di meja makan, Jake terus memperhatikan wajah cantik Ara.
"Gak usah ngeliatin aku tahu kok kalau aku cantik." Ucap Ike, membuat Jake memutar bola matanya.
"Mana ada cantik, aku sedang berpikir bagaimana bisa papi dan mami memberi ku kakak sepertimu." Ucap Jake, membuat Ara mendecih mendengar perkataan adiknya.
"Jake kau itu lahir setelah aku jangan songong, harusnya aku yang bicara seperti itu." Ucap Ara, Joe dan Ike yang baru saja tiba di meja makan menatap kedua anaknya.
"Bicara apa kak?" Tanya Joe, Ara pun menoleh menatap sang papi.
__ADS_1
"Bagaimana bisa papi memberi ku adik seperti Jake." Ceplos Ara, membuat Ike dan Joe melongok.
Keberanian Ara benar-benar harus di acungi jempol, jika yang lain akan berpikir ulang maka tidak dengan Ara.
"Memangnya kenapa dengan Jake? Dia tampan, lucu dan menggemaskan." Ucap Joe, Ara mencebikan bibirnya membuat Jake dan Joe tertawa kecil.
"Menggemaskan apanya justru Jake sangat menyebalkan." Ucap Ara, Ike hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
"Sudah jangan berdebat terus habiskan sarapannya nanti kalian terlambat." Ucap Ike, Ara pun menyantap sarapan nya dengan tatapan kesal kepada adiknya.
Dan di kediaman Jordan terlihat Aluna yang sedang membujuk Ardan sang kakak, Aluna ingin Ardan mengantarkan nya ke sekolah namun Ardan selalu menolak.
Entah kenapa Ardan tidak pernah mau mengantar adiknya, dan Aluna selalu pergi bersama dengan Jordan ke sekolah nya.
"Kakak ayolah antarkan aku ke sekolah." Ucap Luna.
"Gak, kamu pergi sama papi saja." Ucap Ardan.
"Tidak mau aku ingin bersama kakak." Ucap Luna.
"Aluna jangan manja, biasanya kamu pergi dengan papi." Ucap Ardan.
"Tapi aku ingin kali ini di antar oleh kakak." Ucap Aluna, Ardan menggelengkan kepalanya membuat Aluna mencebikan bibirnya lalu menatap Nana dan Jordan.
"Sudah tidak apa-apa kamu pergi bersama papi saja." Ucap Jordan.
"Ish, aku ingin bersama kakak." Ucap Aluna.
"Kakak." Teriak Aluna.
"Aluna kakak bisa terlambat jika mengantar kamu dulu." Ucap Ardan, Jordan tertawa melihat tingkah ngeyel Aluna dan sikap cuek Ardan.
"Baiklah hati-hati boy." Ucap Jordan, Ardan pun mengangguk tak lupa menyalami kedua orang tuanya dan pergi.
"Papi." Ucap Aluna memasang wajah marah nya.
"Kakak takut telat jika mengantar kamu dulu sayang, jadi sama papi saja pergi nya." Ucap Jordan.
"Papi nakal mi." Ucap Aluna.
"Sudah tidak apa-apa sayang nanti kan sama mami dan papi, sekarang habiskan sarapannya oke." Ucap Nana, Aluna pun mengangguk dengan bibir yang mengerucut.
Dan di kediaman Deandra Alden sudah selesai sarapan, lelaki tampan itu menunggu Alexa yang masih mengunyah makanan nya.
"Cepat habiskan." Ucap Alden, Alexa menatap Alden dengan bingung.
"Kenapa?" Tanya Alexa.
"Hari ini berangkat ke sekolah bersama dengan ku." Ucap Alden, membuat Alexa tersedak dan Cya memberikan minum kepada Alexa.
__ADS_1
"Pelan-pelan xa." Ucap Cya, Alexa mengangguk dan menatap mommy juga Daddy nya.
"Tidak mau aku akan membawa mobil sendiri." Ucap Alexa, tanpa banyak bicara Alden bangun dari duduknya dan menyalami Anes juga Dean.
"Aku berangkat ke sekolah dulu mom dad." Ucap Alden.
"Iya sayang hati-hati." Balas Anes, Alden pun mengangguk dan berjalan mengambil tas Alexa yang berada di tangan nana. Setelah itu tanpa bicara Alden menarik tangan sang adik agar bangun dari duduknya.
"Aaaaa mommy." Teriak Alexa terkejut.
"Alden pelan-pelan." Ucap Dean, khawatir jika putrinya akan jatuh.
"Dad help me." Teriak Alexa, sementara Deandra dan Anes hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Alden gak mau." Rengek Alexa.
"Gak usah bawel bisa gak." Ucap Alden, karena Alexa terus memberontak dan mau tak mau Alden mengangkat tubuh Alexa di bahu nya.
"Aaaa nyungsep Al nyungsep." Teriak nya lagi, Cya yang melihat hanya bisa tertawa saja.
"Xa diem kalau kamu terus gerak nanti nyungsep beneran mau? Lagian aku gabakal biarin kamu bawa mobil sendiri kamu masih belum sehat sepenuhnya." Ucap Alden, Alexa menggelengkan kepalanya ia baik-baik saja tolong Alden kenapa?
"Alden plis Al aku baik-baik saja." Ucap Alexa, Alden tak menjawab dan malah mendudukan Alexa di dalam mobil nya.
"Diem, dan gak boleh ngelawan sama kakak." Ucap Alden, Alexa mencebikan bibirnya membuat Alden menatap nya sinis.
"Kakak beda beberapa menit doang juga." Cibir Alexa.
"Gak peduli pokoknya aku tetap kakak kamu, bersikap baik lah kepadaku." Ucap Alden, setelah itu Alden masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊