
"Saya tidak tahu nona yang jelas nona Cya menangis histeris memanggil mami nya." Ucap suster, tanpa menunggu lama Deandra langsung berlari ke arah kamar Cya.
Bayangkan sekhawatir apa Dean kepada Cya, terlihat jelas jika lelaki itu sangat menyayangi adik sepupunya seperti adik kandung nya sendiri.
"Sus panggil suster twins tolong." Ucap Anes, suster Lia meminta pelayan lain untuk memanggil suster si kembar.
Sementara Anes memberikan asi untuk kedua anaknya, kini Deandra sudah berdiri di ambang pintu kamar Cya ia melihat Cya yang terisak gadis cantik itu menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya.
"Mami hiks... Enggak ini gak mungkin kan kenapa mami jahat." Lirih Cya, Dean menatap ponsel Cya yang masih menyala terdengar orang di sebrang sana memanggilnya.
Dengan cepat Deandra meraih ponsel itu dan berbicara dengan orang di sebrang sana, dan betapa terkejutnya Dean ketika mendapatkan informasi jika om, Tante, Steven dan Nia mengalami kecelakaan.
Setelah sambungan itu terputus Dean memegang kepala Cya hingga Cya mendongak, wajah nya terlihat sembab dan matanya seperti meminta jawaban jika ini hanya mimpi.
"Kau gadis yang kuat aku tahu itu, kamu tidak sendiri Cya ada aku, Anes, Alexa, Alden, mama dan papa kami semua sangat menyayangi kamu." Ucap Deandra, perkataan Dean seakan menjawab pertanyaan Cya bahwa ini nyata bukan mimpi.
"Enggak mami gak boleh pergi kak kenapa mami jahat kenapa mami ninggalin Cya kenapa." Teriak nya, Dean langsung menarik tangan Cya dan memeluk nya erat.
"Cya mami gak jahat mami gak ninggalin Cya." Ucap Deandra, Dean akan bertanya kepada orang kepercayaan papi Cya bagaimana bisa mereka pergi tanpa mengabari Cya?
"Sayang." Panggil Anes, wanita itu berjalan dan berjongkok di hadapan Cya dan Deandra.
"Mami hiks." Lirih Cya, gadis itu terlihat lemas.
"Ada apa dengan Cya kenapa bisa seperti ini?" Tanya Anes, Dean mengangguk pelan untuk memberi tahu Anes sebaiknya menunggu Cya tenang dulu.
"Aku akan bicara di luar nanti honey." Ucap Deandra, Anes mengangguk sampai akhirnya Cya tidur dalam pelukan Deandra.
Dean mengangkat tubuh mungil Cya dan merebahkan nya di atas tempat tidur, Anes menyelimuti Cya dan mengecup kening Cya.
"Sus kamu jaga Cya ya kalau ada apa-apa kasi tahu saya." Ucap Deandra, suster mengangguk lelaki itu mengajak Anes keluar dari kamar Cya.
"Baik tuan." Balas suster, menatap kepergian Dean dan Anes.
"Sayang ada apa?" Tanya Anes.
"Mami dan papi Cya kecelakaan, bukan hanya mereka Steven dan Nia juga mengalami kecelakaan pesawat yang mereka tumpangi." Ucap Deandra, Anes terbelalak mendengar perkataan Dean.
"Maksudnya mereka mengalami kecelakaan bersama?" Tanya Anes.
"Iya sayang dan aku harus pergi untuk memastikan apakah semua ini benar atau tidak, dan apakah mami papi Cya selamat atau tidak." Ucap Deandra.
"Aku ikut." Ucap Anes.
__ADS_1
"No babyh kamu di rumah saja jaga Cya dan anak-anak kita, aku janji akan segera kembali." Ucap Deandra, Anes hanya bisa mengangguk saja menuruti keinginan Dean.
Deandra mengganti pakaian nya dan langsung menghubungi Joe, Joe yang saat itu tengah terlelap pun terpaksa bangun karena dering ponsel nya.
****Panggilan telepon...*
Joe***: Hallo Dean tidak tahukah kamu jika aku sedang tidur.
Deandra: Sorry Joe ini urgent.
Joe: Ada apa? (Langsung membuka matanya, dan menatap Ike yang terlelap di samping nya.)
Deandra: Mami papi Cya mengalami kecelakaan pesawat, bisakah kamu membantu saya?
Joe: Oke-oke saya akan segera menemui kamu, saya juga akan menghubungi Jordan.
Deandra mematikan panggilan telepon nya, dan Joe lanjut menghubungi Jordan yang saat itu entah sedang apa dengan istri nya karena Jordan terdengar mengumpati Joe.
****Panggilan telepon...*
Jordan***: Shii*ttt, kau kenapa menelpon ku tengah malam seperti ini euung*hhh. (Jordan melenguh di akhir ucapan nya.)
Joe: Kau sedang apa kenapa suaramu seperti itu? ( Keheranan).
Jordan: Ashhh, Joe apa yang ingin kau katakan segera katakan!
Jordan: Yasshh, Joe si*l cepat bicara.
Joe: Si*lan kau kenapa tidak mengatakan nya dari tadi, Dean mengatakan jika mami dan papi Cya mengalami kecelakaan pesawat jadi kita harus mencari tahu kebenaran sekarang.
Jordan: Aassshh, honey thank you babe. (Bisik Jordan membuat Joe bergidik ngeri).
Joe: Baj*ngan kau Jordan aku sedang bicara denganmu. (Mulai panas dingin).
Jordan: Ya tunggu sebentar aku akan mandi dulu.
Tanpa menunggu lama Joe langsung mematikan panggilan telepon nya, Joe mengusap wajah nya kasar dan menatap Ike ia merasa ters*ksa karena harus menahannya sementara.
Joe bangun dari tempat tidur nya dan berjalan menuju ruang ganti, Joe mengganti pakaian nya lalu mengambil kunci mobil dan ponsel yang ia letakkan di atas meja samping tempat tidur.
"Mau kemana?" Tanya Ike tiba-tiba, suara Ike mulai terdengar lembut di telinga Joe.
"Aku ada urusan sebentar tidur lah lagi." Ucap Joe, Ike menatap sendu Joe ia tidak ingin ditinggalkan sendirian di rumah besar itu.
__ADS_1
"Kenapa malam-malam begini?" Tanya Ike, Joe tersenyum dan mengelus kepala Ike lembut.
"Cuci wajahmu aku akan menitipkan kamu kerumah nona Anes untuk menemani Cya." Ucap Joe, Ike tercengang mendengar nya namun menuruti perkataan Joe dari pada harus berdebat.
Ternyata tidak hanya Joe Jordan juga meminta Nana untuk menemani Anes, mengingat jika Anes memiliki dua bayi apalagi sekarang keadaan Cya yang sangat tinggi memungkinkan itu bisa membuat Anes kerepotan.
Setelah Ike dan Nana masuk kedalam rumah Deandra para suami pun pergi untuk menyelesaikan semua urusannya, Ike menatap rumah Anes yang luas dan terlihat sepi karena jam segini para pelayan belum bangun karena masih tengah malam.
"Nona." Panggil Ike melihat Anes yang sedang menatap kedua bayi nya.
"Kalian kesini pasti Joe dan Jordan yang menyuruh kalian." Ucap Anes, Nana dan Ike pun mengangguk.
"Ada apa sebenarnya?" Tanya Nana.
"Orang tua Cya mengalami kecelakaan begitupun dengan Steven dan Nia, maka dari itu Dean harus memastikan semuanya." Ucap Anes.
"Lalu bagaimana dengan keadaan nona Cya?" Tanya Ike.
"Cya sempat shock dan histeris namun Dean berhasil memenangkan nya, sekarang Cya sedang tidur di kamar nya ke." Ucap Anes.
"Nona istirahatlah anda pasti lelah." Ucap Nana, Anes menggelengkan kepalanya bagaimana ia bisa tidur jika pikiran nya melayang mengingat wajah sedih dan terpuruk Cya.
"Aku tidak bisa tidur na." Ucap Anes.
"Nona anda harus tidur nanti jika nona Cya bangun saya akan membangunkan anda." Ucap Ike, Anes masih kekeh menggelengkan kepalanya ia tidak bisa tenang dengan keadaan seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊