Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 241


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu Minggu berganti Minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun kini Alexa, Alden dan Ardan sudah duduk di bangku kelas 3 SMA sementara Ara duduk di bangku kelas 1 SMA.


Pertumbuhan dan kehidupan yang baik yang di jalani oleh ketiga keluarga itu membuat mereka bahagia atas kenyamanan anak-anak nya.


"Selamat pagi mommy dan Daddy, selamat pagi kakakku sayang." Ucap Alexa remaja, ya kini Alexa sudah tumbuh besar membuat Anes dan Dean harus lebih ekstra untuk menjaga ank gadis nya.


"Pagi sayang, dimana Alden kenapa belum turun juga?" Ucap Anes.


"Hmmm, mungkin belum bangun mom." Ucap Alexa, Anes menghela nafasnya dan menatap putrinya.


"Jujur dimana Alden?" Tanya Anes.


"Mom tidak percaya kepadaku." Ucap Alexa, Cya tertawa mendengar perkataan Alexa.


"Bukan tidak percaya tapi mommy tahu betul bagaimana jahil nya kamu kepada Alden." Ucap Anes, Alexa tertawa kecil dan menatap Alden yang baru saja turun.


"Putra mommy baik-baik saja bukan." Ucap Alexa, Anes menggelengkan kepalanya ia tahu Alden akan mengeluh saat duduk di hadapannya.


"Kembalikan ponselku." Ucap Alden menadahkan tangan nya, feeling Anes tidak pernah salah jika tentang kedua anaknya.


"Aku tidak memegang ponselmu." Ucap Alexa.


"Jangan bohong kembalikan Alexa aku butuh benda pipih itu." Geram Alden, Alexa dan menggubris ia malah menyantap makanan nya dengan santai.


"Menyebalkan kau bukan hanya menyembunyikan ponselku tetapi juga kunci motor milikku." Protes Alden, Alexa masih tak menjawab dengan kesal Alden mengambil kunci mobil milik Alexa yang tergeletak di atas meja makan.


"Alden." Pekik Alexa.


"Kembalikan dulu barang-barang milikku." Geram Alden.


"Tidak." Balas Alexa, Alden ingin sekali menyeret Alexa ke gudang saat ini.


"Terserah terserah." Kesal Alden melempar kunci mobil Alexa ke kolam ikan, membuat Dean, Anes, Cya dan Alexa tercengang dengan kelakuan Alden.


"Kenapa kau melempar nya?" Tanya Anes tak percaya dengan kelakuan putranya.


"Sengaja karena kuci motor milikku juga belum tentu bisa terselamatkan." Jawab Alden santai, Cya menahan tawa nya sementara Deandra hanya bisa menghela nafasnya.

__ADS_1


"Kak ini adalah alasan kak Dean harus bekerja keras, mau berapa kendaraan lagi yang ada di garasi tanpa kunci." Ucap Cya, Anes menggeleng pasrah ia juga tak mengerti kenapa kedua anaknya kelewat bar-bar.


"Laukan apapun yang kalian inginkan selagi kalian masih sekolah, setelah selesai sekolah dan kuliah maka kalian juga harus bekerja untuk memenuhi keinginan kalia." Ucap Deandra, membuat kedua anaknya menelan saliva dengan sulit.


Setelah selesai sarapan sebelum pergi ke sekolah Alden meminta mbak untuk mencari kunci mobil Alexa yang ia lempar ke kolam ikan, sementara Alexa meminta pelayan pribadi nya untuk mencari kunci motor Alden yang ia lempar ke kolam renang.


Melihat para pelayan sibuk menjalankan tugas dari kedua anaknya Anes merasa tertekan, bisakah ia memasukan kembali kedua anaknya kedalam perut Anes benar-benar lelah dengan kebar-baran Alexa dan Alden.


Bahkan beberapa kali Alden di kerjai oleh Alexa saat keduanya sedang latihan bela diri, kadang pipi, tangan, kaki Alden sampai memar akibat kelakuan Alexa. Namun yang membuat Anes bangga adalah Alden yang tidak pernah membuat Alexa terluka, putranya itu benar-benar menjaga Alexa agar tidak lecet sedikitpun.


...


"Tumben banget telat masuk kelas?" Tanya Vani, ya Alexa dan Vani memang satu sekolah bahkan satu kelas lagi mereka sudah berjanji untuk terus bersama.


"Ini semua gara-gara Alden." Geram Alexa.


"Kenapa lagi Alden?" Tanya Vani.


"Dia buang kunci mobil aku ke kolam." Ucap Alexa, membuat Vani menganga tak percaya.


"Serius? G*la terus mommy sama Daddy kamu gimana?" Ucap Vani, ia benar-benar takjub kepada orang tua Alexa dan Alden yang sangat sabar.


"Xa serius deh mommy sama Daddy kamu terlalu baik, kalau aku yang jadi mommy kamu sudah aku usir kalian berdua. Bisa-bisanya bercanda gaada rasa kemanusiaan sama sekali, kunci mobil kunci motor khawatir besok motor sama mobil nya yang kalian buang." Ucap Vani, yaampun jiwa pelit Vani jadi meronta-ronta mendengar perkataan Alexa.


"Ya gak gitu Van Alden yang mulai riset ponsel aku, kamu tahu kan di dalam nya ada list drama kesukaan aku dan foto-foto Oppa-oppa aku." Ucap Alexa, Vani memdorong kepala Alexa dengan gemas.


"Xa itu foto Oppa-oppa bisa kamu downl*ad lagi kan, lah kalo mobil xa gimana tuh xa." Ucap Vani, Alexa hanya mengedikan bahu nya saja.


Sementara di kelas lain terlihat Alden yang duduk dengan wajah di tekuk, Ardan datang dan dudu di hadapan Alden.


"Itu wajah kenapa kusut amat Al?" Tanya Ardan.


"Kesel sama Alexa makin hari makin ga manusiawi." Ucap Alden, Ardan tertawa sudah pasti sahabatnya ini bertengkar lagi dengan Alexa.


"Kenapa memangnya?" Tanya Ardan.


"Kunci motor aku di lempar ke kolam." Ucap Alden, Ardan tertawa lepas mendengar nya.

__ADS_1


"Serius demi apa?" Tanya Ardan.


"Serius lah." Ucap Alden, yang membuat Alden kesal karena ia harus berakhir mengendarai mobil ke sekolah nya. Alden sangat malas akan hal itu karena ia selalu terjebak macet, berbeda jika mengendarai motor ia bisa dengan cepat sampai ke sekolah.


"Sudah-sudah jangan kesal lagi." Ucap Ardan, Alden hanya bisa mengusap wajah nya kasar.


"Tukar tambah adik bisa gak si, yaampun rasanya ingin sekali memasukkan Alexa kedalam perut mommy." Gumam Alden yang lagi-lagi membuat Ardan tertawa.


"Jangan aneh-aneh Al sudah cukup jangan dilanjutkan." Ucap Ardan, merekapun berhenti berbincang saat guru masuk kedalam kelas dan memberikan materi kepada para murid.


"Xa tugas yang kemarin udah belum?" Tanya Vani, Alexa memberikan buku tugas nya tanpa banyak bicara.


"Aku kumpul kedepan ya." Ucap Vani, Alexa mengangguk dan menghela nafasnya.


"Van guru nya kemana dah kok belum masuk?" Ucap Alexa.


"Gak tahu telat paling kaya gak tau aja guru killer." Ucap Vani, Alexa tertawa kecil mendengar perkataan Vani yang seperti itu.


"Males banget masuk kelas guru killer." Ucap Alexa, Vani tertawa ia tahu kenapa Alexa males masuk guru killer karena selalu Alexa yang disuruh mengisi soal di papan tulis.


Bukan tidak bisa mengisi jawaban Alexa selalu benar, tapi Alexa ingin teman kelas yang lain juga diberikan kesempatan untuk melakukan itu jangan hanya Alexa. Semuanya harus paham dan mengerti bukan hanya satu murid saja yang mengerti.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2