Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 243


__ADS_3

Tepat pukul 10:00 malam hari Alexa berjalan keluar dari kamar nya, namun sebelum itu Alexa menatap sekeliling dan bernafas lega saat suasana rumah yang terlihat sepi karena di jam segini biasanya para pelayan sudah kembali ke rumah belakang.


"Aman." Ucap Alexa dan menutup pintu kamar nya, Alexa berjalan menuruni anak tangga dengan gembira tak lupa juga gadis cantik itu bernyanyi kecil untuk menambah kebahagiaan nya.


"Lapar lagi makan apa ya yang enak." Gumam nya, Alexa berjalan menuju dapur dan berniat untuk memasak mie instan.


Entahlah kenapa di pikiran nya hanya ada mie instan dan bakso, jika di sekolah Alexa selalu makan bakso namun tidak dengan mie instan Alexa terkesan jarang memakan makanan instan seperti itu di rumah nya.


"Mi instan pake telur, pake sayuran terus pake cabe yaampun xa nikmat mana lagi yang kau dustakan." Ujarnya berdialog sendiri.


Saat Alexa sedang memasak air lalu memasukan mie kedalam panci kecil yang terletak di atas kompor, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan kehadiran Alden di belakang nya.


"Ngapain?" Tanya Alden, membuat Alexa tersentak dan mundur beberapa langkah ke belakang. Beruntung Alden dengan cepat menarik tangan Alexa, jika tidak mungkin adik cantik nya itu bisa menyenggol panci yang berada di atas kompor listrik.


"Al bisa gak si gak usah ngagetin?" Ucap Alexa.


"Roman-roman nya ada yang makan mie nih." Ucap Alden, membuat Alexa sedikit mendengus.


"Gak usah cerewet bisa?" Ucap Alexa.


"Gak bisa aku aduin mommy." Ucap Alden membuat Alexa melotot.


"Jangan." Ucap Alexa.


"Bodo lagian si kamu jadi orang ngeselin, mangkanya sama Abang itu harus baik gak boleh ngeyel." Ledek Alden, dan langsung pergi dari hadapan Alexa.


"Alden." Panggil Alexa.


"Mommy Alexa nakal mom makan mie." Teriak Alden.


"Terus aja xa terus di sekolah makan bakso di rumah makan mie terus." Balas Anes.


"Enggak mom Alden bohong." Ucap Alexa ketar-ketir sendiri.


"Bohong apa aku beneran kok gak bohong kalau gak percaya mommy lihat saja ke dapur, masak mie pake cabe mom." Ucap Alden lagi, kali ini Cya tertawa karena Alden memprovokasi sang mommy.


"Biarin nanti sakit di bawa ke dokter pokoknya kalau sakit harus di rawat di rumah sakit." Ucap Anes.


"Enggak mommy beneran enggak aku gak makan, Alden jangan ngarang deh ngadu-ngadu gak jelas." Ucap Alexa.


"Gak ada yang ngadu yeee, tuh mom tadi saja di sekolah makan bakso pedes bener keliatan nya." Ucap Alden lagi membuat Anes bangun dari sofa, ya kebetulan sekali Anes sedang duduk di ruang keluarga bersama Cya.


"Kenapa?" Tanya Anes yang melihat putrinya berdiri di dekat kompor.


"Gak apa-apa." Jawab Alexa.


"Mommy gak ada larang kamu buat makan apapun yang kamu mau, tapi kamu juga harus bisa jaga kesehatan gak boleh kaya gini. Mommy bilangin Daddy kalau kamu kaya gini terus." Ucap Anes, Alexa mencebikan bibirnya membuat Alden cekikikan.

__ADS_1


"Iya enggak udah ish gak aku makan mie nya." Ucap Alexa.


"Kamu gak makan karena ketahuan Alden, kalau gak ketahuan juga pasti kamu makan. Lagian siapa yang beli mie banyak-banyak, kalau Daddy tahu juga pasti marah." Ucap Anes, Alexa menunduk ia menyumpah serapahi Alden di dalam hatinya.


"Iya gak aku makan lagi." Ucap Alexa berjalan menuju ruang keluarga, Cya tertawa kecil melihat wajah murung Alexa.


"Rasain rasain siapa suruh tadi di sekolah ngeselin." Ucap Alden.


"Nyebelin." Ucap Alexa melempar bantal sofa kepada Alden.


"Sudah-sudah jangan bertengkar, kamu kenapa lapar?" Ucap Cya kepada Alexa.


"Gak jadi udah hilang lapar nya." Ucap Alexa.


"Loh kenapa?" Tanya Cya.


"Ya kakak bayangin aja lagi laper terus di omelin gara-gara Alden, sana kamu jangan tinggal disini." Kesal Alexa.


"Loh kok ngusir aku pemilik rumah ini juga loh." Ucap Alden.


"Gak ada gak ada ini rumahku." Ucap Alexa.


"Mau makan apa?" Tanya Anes, Alexa menggelengkan kepalanya membuat Anes menghela nafas.


"Mau makan apa biar mommy pesankan atau mau mommy masakin kamu lagi?" Ucap Anes, ia tahu putrinya ini masih masa pertumbuhan mangkanya Alexa cepat sekali lapar dan itu bukan masalah untuk Anes.


"Donat kamu tadi mau makan mie kenapa sekarang mau donat?" Ucap Cya.


"Karena aku kira tadi mommy sudah tidur jadi aku makan mie, gak mungkin aku pesan makanan atau minta mommy bangun kalau mommy sudah di kamar." Ucap Alexa, Anes mengangguk dan memesan donat untuk putrinya.


"Mommy gak akan tidur kalau Daddy belum pulang." Ucap Alden.


"Memangnya Daddy belum pulang mom?" Tanya Alexa.


"Belum Daddy masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan." Ucap Anes, Alexa mengangguk dan menyandarkan kepalanya di pundak Cya.


Sementara itu di kediaman Joe terlihat Jake yang sedang duduk dengan setoples camilan di pangkuan nya, dan dengan santai nya Ara datang lalu merebut camilan yang ada di pangkuan Jake.


"Ish kenapa mengambil makanan milikku kakak." Kesal Jake.


"Bagi dikit doang." Ucap Ara.


"Gak mau kakak saja suka pelit dan tidak mau berbagi, kembalikan." Ucap Jake.


"Jake sama kakak gak boleh ngelawan nanti kualat." Ucap Ara.


"Biarin balikin makanan Jake." Ucap bocah tampan itu.

__ADS_1


"Yaampun pelit bener punya adik." Kesal Ara, Jake hanya mendengus saja mendengar perkataan Ara.


"Kenapa lagi hmmmm sudah malam masih bertengkar juga?" Ucap Ike.


"Kakak nakal mi." Ucap Jake.


"Jake pelit Ara cuma minta dikit gak boleh." Ucap Ara.


"Perkara camilan doang bertengkar besok-besok minta papi kalian beli pabrik nya, mami pusing kalau harus mendengarkan pertengkaran kalian." Ucap Ike, Ara dan Jake terdiam mendengar perkataan Ike yang membuat keduanya bungkam.


Dan di kediaman Nana terasa beda untuk malam ini karena Ardan dan Luna terlihat akur, Ardan membantu Aluna mengerjakan tugas sekolah nya.


"Kakak tinggal satu lagi ayok cepetan Luna ngantuk pengen tidur." Ucap Luna.


"Ya ini kan sudah kakak kasih jawaban nya Aluna tinggal salin saja." Ucap Ardan.


"Tumben adem ini anak-anak mommy ada angin darimana?" Goda Nana.


"Kita akur di komentarin nanti adu mekanik mommy juga yang pusing, terus Ardan dan Luna harus bagaimana mi?" Ujar nya, Nana mendengus mendengar perkataan putranya.


"Ya kan maksudnya mommy kenapa gak tiap hari aja kalian akur gitu biar adem ini rumah." Ucap Nana, Ardan dan Aluna hanya menghela nafas dengan perkataan mami nya.


"Sudah selesai sekarang Aluna mau ke kamar dan bobo cantik dulu, bye." Ujar nya membuat Ardan menganga.


"Dasar adik solimi bilang makasih dulu kek." Ucap Ardan, namun Aluna hanya mengedikan bahu nya saja.


Nana tertawa kecil melihat tingkah anak bungsu nya yang selalu membuat Ardan emosi, ya baiklah biarkan saja begitu dan anggap saja jika itu adalah sebuah hiburan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2