
Setelah berunding mereka akan pergi berlibur kemana akhirnya tuan Gavriel mengambil keputusan untuk mengajak Dean family, Joe family, dan Jordan family ke pulau pribadi miliknya yang kini sudah menjadi milik Alexa dan Alden.
Mereka sampai di pulau itu malam hari Anes dan yang lain memutuskan untuk berkumpul di ruang keluarga di sebuah villa terlebih dahulu.
"Mami Ara tidur dengan siapa?" Tanya nya polos, Anes dan yang lain tertawa mendengar pertanyaan Ara.
"Ara come on sayang kita baru sampai dan kamu sudah membahas tentang kamar?" Ucap Ike, Dean terkekeh kecil mendengar nya.
"Karena Ara lelah dan ingin membersihkan diri." Ucap Ara, Alexa bangun dari duduknya dan menghampiri Ara.
"Apakah kamu mau sekamar denganku?" Ucap Alexa, Ara menatap Alexa dengan senyuman manisnya.
"Baiklah untuk kali ini Ara memutuskan satu kamar dengan kak Alexa." Ucap Ara, merekapun pergi ke kamar sementara Deandra dan Joe hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Jujur Joe tak menyangka jika Alexa sesayang itu kepada putrinya, begitupun dengan Ara gadis remaja itu begitu dingin kepada adiknya namu tidak kepada Alexa bukankah itu aneh.
"Mom Alden sekamar dengan Ardan oke no comen." Ujar nya, membuat Anes yang baru saja membuka mulut untuk berbicara mendengus.
"Jika begitu lalu untuk apa kamu berbicara kepada mommy, pergi saja ke kamar kamu sana." Ucap Anes, Jordan dan Deandra tertawa mendengar nya.
Jangan tanya bagaimana adik Ara dan Ardan mereka akan tidur dalam satu kamar bersama dengan para suster nya, Anes benar-benar heran melihat tingkah kedua anaknya.
"Anak-anak itu sangat menggemaskan." Ucap papa Dean.
"Benar sekali pa apalagi kalau sudah bertengkar." Ucap Joe, papa Dean tertawa mendengar nya.
"Papa tidak tahu pusing nya punya anak kecil yang suka bertengkar, karena Dean dulu tidak memiliki adik benar ma." Ucap papa.
"Benar sekali tapi karena Dean tidak punya adik bertengkar nya selalu dengan mama dan papa, sudah tidak tahan lagi kadang Joe tapi mau gimana Dean anak kami satu-satunya." Ucap mama, Deandra hanya tersenyum tipis mendengar perkataan mama nya.
"Eh nes itu Nadiza gimana mau tidur sama siapa?" Ucap Nana, ya Anes memang selalu marah jika nama dan Ike terus memanggil nya nona.
Dan untuk saat ini mereka mulai terbiasa memanggil Anes dengan sebutan nama, Anes sangat senang karena sekarang mereka benar-benar seperti teman.
"Nah iya tuh suruh satu kamar dengan Ara dan Alexa saja." Ucap Ike, mama menoleh menatap Nadiza yang duduk diam disampingnya.
"Za kamu tidur sama ara dan Alexa mau gak?" Tanya Anes.
__ADS_1
"Boleh Tante." Jawab Nadiza, Anes tersenyum dan menghampiri Nadiza.
"Yasudah kalau begitu aku, Ike dan Nana ke kamar ara dan Alexa dulu ma pa. Mama dan papa istirahat saja kalian pasti lelah, kamu juga sayang istirahat dulu." Ucap Anes kepada mama, papa dan suaminya.
"Iya sayang." Jawab mama, papa dan Deandra.
"Ayok Nadiza." Ucap Anes, Nadiza mengangguk dan mengikuti langkah kaki Anes.
"Diza kalau satu kamar dengan Ara yang sabar ya soalnya Ara kalau sudah sama Alexa itu berisik banget, dia kesenangan karena Alexa selalu menuruti keinginan nya." Ucap Ike.
"Emmm, iya gak apa-apa kok." Ucap Nadiza, Anes dan Nana tersenyum tipis mereka berharap Nadiza tidak akan sama dengan Liza.
"Mommy ada apa mom?" Tanya Alexa, saat melihat Anes membuka pintu kamar nya.
"Sayang Diza tidur sama kamu dan Ara ya boleh enggak?" Ucap Anes, Ara dan Alexa saling memandang satu sama lain.
"Emmm, iya boleh kok mom ayok sini Diza." Ucap Alexa, Nadiza mengangguk dan menghampiri Ara juga Alexa.
"Inget jangan bikin Nadiza gak betah disini ya, Ara jangan berisik kasihan Diza mau istirahat." Ucap Ike.
"Iya mami yaampun cerewet amat mami aku." Ucap Ara, Nana tertawa mendengar nya.
"De itu beneran kalo papa ngasi semua aset nya kepada Alexa dan Alden?" Tanya Jordan.
"Hmmm, bahkan saya yang anaknya saja tidak dikasi dengan alasan agar saya tidak mengkhianati Anes." Ucap Deandra
"Lah Dean status doang anak tunggal harta warisan jatuh ke tangan cucu papa Gavriel." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil mendengar perkataan kedua sahabatnya.
"Lagian kenapa si emang kalau jatuh ke tangan Alexa dan Alden, toh yang ngelola juga Dean." Ucap Joe, ia mengambil camilan yang ada di hadapannya.
"Ya iya bener juga si, toh juga harta punya Dean dan Anes nanti bakal jadi milik si twins." Ucap Jordan.
"Ya saya tidak masalah tentang itu tapi disini saya sedikit memikirkan tentang Nadiza, bagaimana kehidupan kedepannya anak itu." Ucap Deandra.
"Lah kan bapak nya si Diza juga orang kaya, kamu lupa pas Anes di culik dia bilang hanya ingin anak yang dikandung Liza bukan menginginkan Liza yang mengandung anaknya." Ucap Joe.
"Oiya lagian kan papa nya Diza orang berada juga." Ucap Jordan.
__ADS_1
"Tapi de kamu harus tetep awasi Alexa dan Alden, bukan apa-apa karena bagaimanapun Diza itu anaknya Liza takut sifat Liza menurun ke Diza." Ucap Joe.
"Bener si apalagi si Anes orang nya terlalu baik, gampang banget sayang sama saudara-saudara kamu de takutnya nanti Diza manfaatin Anes." Ucap Jordan.
"Enggak lah gak bakal aku biarin Diza masuk kedalam kehidupan Alexa dan Alden lebih jauh lagi, biarkan saja mereka bertemu jika hanya ada acara." Ucap Deandra.
"Ya emang harusnya kaya gitu si lagian Alexa juga keliatan nya susah banget buat di deketin." Ucap Joe.
"Susah banget dia bisa dibilang kaya Anes lah terlalu jaga jarak orang nya." Ucap Deandra.
"Apalagi si Alden tatapannya udah kaya mau makan orang." Ucap Jordan, Deandra dan Joe pun tertawa mendengar perkataan Jordan.
"Alden turunan Deandra kalo liat orang kaya liat mangsa." Kekeh Joe.
"Alden masih wajar seperti itu karena dia laki-laki, lah ini si Ara anak perempuan wajah nya datar." Ucap Jordan, Deandra tertawa mendengar perkataan kedua sahabatnya.
"Gak ada yang bener emang tapi kalo Ardan bener-bener turunan si Jordan si, masih bocah aja suka tebar pesona." Ucap Joe, Dean mengangguk membenarkan perkataan Joe.
"Ya kan emang saya papi nya gimana si." Ucap Jordan, Joe dan Dean menggelengkan kepalanya membuat Jordan tersenyum nakal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊