Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 245


__ADS_3

"Xa ini kamu yakin kita manjat pagar?" Tanya Vani, kini Vani dan Alexa ada di pagar belakang sekolah nya.


"Ya mau gimana lagi Van kamu mau bolos?" Ucap Alexa.


"Ya enggak lah tapi gimana mobil kita?" Ucap Vani.


"Udah si mobil biarin di luar aja gak bakal ada yang ngambil juga jadi aman." Ucap Alexa, Vani benar-benar tak percaya dengan kelakuan Alexa.


Bahkan Vani sampai menganga melihat Alexa yang memanjat pagar sekolah dengan lihai Alexa seperti bukan anak Deandra dan Anes jika seperti ini, Alexa melompat dari atas pagar dan tersenyum menatap Vani yang masih di luar pagar.


"Van ayok." Ucap Alexa, Vani mengangguk dan mulai mengikuti perkataan Alexa.


"Xa ini lompat nih?" Tanya Vani, yaampun tolong Alexa ingin sekali menendang Vani yang banyak tanya.


Alexa tidak bo*oh ia tahu jika Vani juga jago bela diri, Alexa hanya memutar bola matanya malas saat mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut Vani.


"Van kebanyakan nanya aku tinggal ya." Ancam Alexa.


"Eh jangan dong iya aku lompat gak sabaran banget." Ucap Vani, Alexa tertawa kecil mendengar perkataan Vani.


Saat Vani sudah melompat kedua gadis cantik itu berlari menuju kelas mereka, dan saat tiba di depan kelas Alexa dan Vani melihat guru killer yang sudah duduk di meja guru dengan santai.


"Aduh xa gimana nih?" Ucap Vani.


"Ya ya mana aku tahu Van kita masuk diam-diam saja." Ucap Alexa, kedua orang itu masuk secara diam-diam dan duduk di meja nya masing-masing.


"Alexa Vania." Panggil guru killer itu, Alexa dan Vani rasanya ingin menghilang dari bumi.


"I_iya pak maaf kami terlambat." Ucap Alexa.


"Sudah tahu terlambat kalian masih berani masuk kelas saya?" Ujar nya, sontak saja Alexa menatap jam yang melingkar di tangan nya ini bukan jam pelajaran guru killer itu.


"T_tapi maaf pak sebelum nya, ini bukan jam mata pelajaran bapak." Ucap Vani, guru killer menoleh menatap Alexa dan Vani.


"Suka-suka saya masuk jam berapa kalian hanya perlu mengikuti mata pelajaran yang saya berikan, dan hari ini kalian tidak bisa mengikuti kelas saya jadi keluar dari sini." Ujar nya, Alexa dan Vani menghela nafasnya dan mengangguk.


"Baik pak maaf." Ucap Alexa, Vani menatap Alexa dengan tajam dan keluar dari kelas.


"Tau kaya gini ngapain kita pake manjat pagar segala coba." Grutu Vani.


"Gak usah banyak ngomong mending kita ke kantin aku lapar." Ucap Alexa, tanpa mereka tahu ternyata sang guru berdiri di belakang nya.


"Yang menyuruh kalian pergi ke kantin siapa?" Ujar nya, membuat Alexa dan Vani terkejut.


"L_loh kan bapak minta kami keluar dari kelas bapak." Ucap Alexa.


"Keluar dari kelas bukan berarti kalian boleh bersantai dan makan di kantin, apa kata murid lain nanti jika mengetahui hal itu. Pergi ke lapangan." Ujar nya, Alexa dan Vani menganga mendengar nya.

__ADS_1


"Maksudnya pak?" Tanya Vani.


"Berdiri di bawah tiang bendera sampai jam istirahat kedua tiba!" Tegas sang guru membuat Vani dan Alexa menghela nafasnya.


"Baik pak." Jawab Alexa tanpa protes.


"Pak jangan Alexa pak saya saja." Ucap Vani, ia tahu Alexa belum makan apapun pagi ini karena saat manjat pagar tadi Alexa mengatakan jika ia bangun terlambat. Dan hal itu membuat Alexa tidak sempat sarapan apapun bahkan hanya sekedar minum susu pun tidak sempat.


"Apa kamu mau jadi pahlawan kesiangan?" Ucap guru killer itu.


"Van udah gak apa-apa ayok." Ajak Alexa.


"Xa kamu belum sarapan nanti sakit lagi." Ucap Vani, Alexa menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Vani.


"Sudah gak apa-apa ayok." Ucap Alexa, Vani pun terpaksa mengangguk dan pergi.


Kini kedua wanita itu berdiri di bawah tiang bendera, Vani sesekali melirik Alexa ia khawatir Alexa kenapa-kenapa.


"Xa are you ok?" Tanya Vani.


"Hmmmm, selama ini masih aman." Ucap Alexa.


"Lagian itu guru kenapa masuk kelas jam pertama si, bukannya dia harusnya masuk setelah jam istirahat." Geram Vani.


"Gak tahu mungkin dia menggantikan guru yang tidak masuk." Ucap Alexa, matahari semakin naik ke atas tepat di atas kepala Alexa dan Vani.


Dari kejauhan terlihat Ara yang keluar dari kelas nya karena ingin pergi ke toilet, namun perhatian nya teralihkan oleh Alexa dan Vani.


"Loh Ara kamu ngapain disini?" Tanya Alexa.


"Harusnya Ara yang nanya kakak kenapa berdiri disini?" Ucap Ara.


"Kita telat masuk kelas dan di hukum Ra." Ucap Vani.


"Waaaah pasti pak bot*k kan yang hukum kakak." Ucap Ara ngasal.


"Bukan Ara tapi guru killer." Kesal Vani, Ara menatap Alexa yang berkeringat.


"Kak neduh yuk kak kakak pucat, sampai kapan kalian berdiri disini." Ucap Ara memegang tangan Alexa.


"Gak apa-apa kamu pergi saja Ra nanti ikut di hukum." Ucap Alexa.


"Berapa lama kalian harus berdiri disini?" Tanya ara.


"Sampai jam istirahat Ra." Ucap Vani, Ara terbelalak mendengar nya.


"Jam istirahat ke berapa kan kita istirahat dua kali." Ucap Ara.

__ADS_1


"Siang Ara nanti pas makan siang." Ucap Vani, Ara memelototkan matanya.


"Gak kak Alexa gak boleh di jemur kaya gini, terakhir kali kak Alexa kena hukum kan sakit." Ucap Ara, Alexa tersenyum melihat perhatian Ara.


"Sudah Ra kamu ke kelas sana nanti di marahin." Ucap Alexa, Vani mengangguk membenarkan perkataan Alexa dan mau tak mau Ara pun menurut.


"Xa kantin yuk xa." Ajak Vani, istirahat pertama sudah selesai dan mata hari semakin naik ke atas hal itu membuat kepala Alexa pusing.


Wajah pucat, bibir merah muda Alexa terlihat kering, dan keringat bercucuran. Hal yang membuat Alexa pusing karena ia belum makan apapun sejak pagi.


"Al itu bukannya Alexa ya." Ucap Ardan, ya saat jam istirahat pertama Alden dan Ardan memang tidak keluar dari kelas otomatis Alden tidak tahu jika adiknya sedang berjemur di lapangan.


"Shiii*t, siapa yang nyuruh Alexa berjemur." Geram Alden, lelaki itu melihat Alexa yang melemah dan hampir limbung ke belakang.


"Al itu Alexa kaya nya udah gak tahan Al." Ucap Ardan.


"Alexa." Panggil Alden, suara menggema milik Alden membuat Vani yang menutup mata nya terkejut dan membuka matanya.


"Alexa." Pekik Vani saat melihat tubuh Alexa terhuyung ke belakang, dengan cepat Alden berlari dan memeluk tubuh lemah adiknya.


"Xa Alexa bangun." Panggil Alden.


"Al bawa ke ruang kesehatan Al." Ucap Vani, Ardan menatap Vani yang sama pucat nya namun tak sepucat Alexa.


"Van kamu gak apa-apa?" Tanya Ardan.


"Aku gak apa-apa cuma pusing dikit doang, ayok kita susul Alexa dan Alden." Ucap Vani.


Ardan dan Vani pun berlari mengejar Alden yang menggendong tubuh mungil Alexa, Vani terlihat sangat khawatir dengan keadaan Alexa saat ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2