
Saat Anes, Nana dan Kenzie sedang makan bakso tiba-tiba saja Deandra menelpon ke ponsel Nana, dan itu membuat Nana menelan saliva nya karena ketakutan.
Anes yang melihat wajah ketakutan Nana merasa bingung ada apa dengan wanita itu, Anes mencolek pinggang Nana membuat wanita itu melonjak kajet.
"Sttt." Desis Anes, dengan mencolek pinggang Nana.
"E_eh nona." Ucap Nana sangat terkejut, Anes tertawa kecil melihat Nana yang terlihat kaget.
"Ada apa, kenapa wajah kamu jadi ketakutan seperti itu?" Tanya Anes.
"A_anu nona tuan muda menelpon." Ucap Nana, Anes ikut menelan saliva nya.
"Yasudah kamu jawab saja." Ucap Anes.
"Nona saja yang menjawab nya." Ucap Nana.
"Gak mau, kan Dean nelpon nya ke ponsel kamu bukan ke ponsel saya." Ucap Anes, Nana menghela nafasnya nasib jadi asisten nona muda. Sebenarnya Anes bukan takut kepada Deandra, namun ia takut kehilangan selera makan nya karena berdebat dengan Dean.
Dengan terpaksa Nana mengangkat panggilan dari tuan muda nya, sebelum itu Nana menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.
****Panggilan telepon*
Deandra***: Hallo kamu kemana saja si na, dari tadi saya telponin gak di jawab.
Nana: Ma_maaf tuan.
Deandra: Kalian sedang ada dimana?
Nana: A_anu kita sedang makan tuan.
Deandra: Makan dimana?
Nana: I_itu tuan, (Deandra memotong perkataan Nana).
Deandra: Makan bakso di pinggir jalan kan, mana Anes berikan ponselnya kepada Anes.
Dengan ragu Nana memanggil Anes yang sedang menikmati bakso nya dengan Kenzie, Anes menatap Nana ia tahu jika Dean pasti akan mencarinya.
"Nona ini tuan mau bicara." Ucap Nana, Anes yang sudah merasa kenyang dan makanannya sudah habis pun menerima ponsel Nana dengan senang hati. Sementara Nana wanita itu sudah tidak ada selera untuk makan.
Anes: Hallo.
Deandra: Lagi, makan di pinggir jalan lagi.
Anes: Enggak kok cuma dikit aja.
Deandra: Sedikit menurut kamu itu segimana?
Anes: Tentu saja satu porsi, lagian Dean kenapa si makan dimana saja boleh yang penting membuat perut aku kenyang.
Deandra: Aneska di pinggir jalan itu gak higienis, banyak debu-debu disana dan pasti tempat nya juga kotor kan.
Anes: Enggak juga, tempat nya bersih kok.
Deandra: Kamu ajak Kenzie makan disana juga?
Anes: Iya, lagian Kenzie juga mau kok dia gak keberatan sama sekali.
__ADS_1
Deandra: Pulang sekarang Aneska!
Anes: Iya pulang lah lagian makanannya sudah habis.
Deandra: Oke pulang.
Anes: Oke.
Nana mengulum bibir nya menahan tawa, ia tahu saat ini tuan nya pasti sedang kesal karena Anes yang selalu membuat nya kalah berdebat.
"Ini ponsel kamu." Ucap Anes, menyerahkan ponsel Nana.
"Kenzie makan nya sudah sayang?" Tanya Anes.
"Sudah tante perut Ken sudah kenyang." Ujar nya.
"Kenyang, Kenzie suka tidak?" Tanya nya lagi.
"Suka Tante bakso nya enak, nanti Ken mau kesini lagi ya Tante." Ujar nya, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
"Oke nanti kita kesini lagi, sekarang kita pulang dulu om nya Ken sudah mengomel dan kalau kita telat pulang bisa semakin mengomel." Ucap Anes, Kenzie tertawa gemas mendengar perkataan Anes.
Setelah sampai dirumah Anes dan Kenzie di sambut oleh Ike, seperti biasa wanita itu selalu terlihat riang jika menyambut nona muda nya.
"Nona sudah pulang." Sapa Ike.
"Iya ke, oiya sus tolong mandikan Kenzie ya dan setelah itu ajak untuk tidur siang." Ucap Anes.
"Siap laksanakan nona." Ucap suster, Anes tersenyum.
...
Malam hari Deandra pulang dari kantor, lelaki itu berjalan memasuki rumah dengan wajah nya yang terlihat sedikit kusut namun tidak mengurangi ketampanan Deandra sedikitpun.
"Tuan sudah pulang." Sapa Ike.
"Hmmm, dimana Anes?" Ujar nya.
"Nona ada di kamar tuan." Jawab Ike, tanpa menunggu lama Deandra langsung pergi ke kamar untuk menemui istrinya.
Saat masuk kedalam kamar Deandra melihat Anes yang sedang meringkuk di atas tempat tidur nya, dengan usil Dean langsung naik ke atas tempat tidur dan menempelkan hidung nya dengan hidung mancung Anes.
"Emmmh." Lenguh Anes, Deandra tersenyum tipis menatap Anes.
"Sayang bangun." Ucap Dean, Anes enggan untuk bangun dan malah memeluk suaminya.
"Sepuluh menit lagi Dean." Ucap Anes, Deandra tersenyum kecil.
"Sayang sudah selesai belum?" Tanya lelaki itu, membuat Anes yang semula memejamkan mata langsung membuka matanya dan menatap Deandra.
"Apanya." Balas Anes.
"Tamu nya." Ucap Deandra, Anes tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.
"Belum sayang ini baru empat hari, masih ada tiga hari lagi." Ujar nya, Deandra tercengang apakah ia harus menunggu selama itu.
"Cih." Cibir nya, membuat Anes langsung menatap wajah Dean yang tiba-tiba melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Kenapa kamu berdecak?" Tanya Anes.
"Gak asik kamu nyuruh aku puasa nya kelamaan." Ucap Deandra.
"CK, segini itu belum apa-apa Dean. Ada kok orang datang bulan sampai sembilan atau sepuluh hari." Ucap Anes.
"Bu*uh saja aku kalau begitu." Ucap Deandra, Anes tertawa dan menangkup wajah tampan suaminya.
"Gak dong jangan gitu, ini kan sudah menjadi konsekuensi kamu menikahi seorang wanita." Ucap Anes, Deandra menghela nafasnya dan mengecup kening Anes.
"Baiklah, kalau begitu aku mandi dulu." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan menatap kepergian Dean yang masuk kedalam kamar mandi.
Anes tersenyum dengan menggelengkan kepalanya, setelah itu Anes turun dari tempat tidur untuk menyiapkan pakaian Deandra.
Setelah menyiapkan pakaian Dean Anes menguncir rambut nya dan keluar dari kamar, Anes berjalan menuju dapur. Disana Anes melihat Ike, Nana dan suster yang sedang menyusun makanan dimeja makan.
"Selamat malam nona." Ucap ike, Nana dan suster.
"Malam, emmm Kenzie mana ya kok tumben belum keliatan." Ucap Anes.
"Tuan muda Ken sedang tidur nona, tidak mau makan malam katanya." Ucap suster, Anes mengernyit dan berjalan ke kamar Kenzie.
Saat membuka pintu Anes melihat Kenzie yang meringkuk di atas tempat tidur, Anes menyalakan lampu kamar Kenzie hingga membuat bocah itu menggeliat.
"Tante apa sudah pagi?" Tanya nya, Anes tertawa kecil.
"Belum pagi boy, tapi kamu harus bangun untuk makan malam." Ucap Anes, Kenzie merengut masam.
"Aku gak mau makan malam Tante." Ujar nya.
"Kenapa kesayangan Tante gak mau makan malam?" Tanya Anes.
"Enggak mau Ken bosan." Ujar nya, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Kenzie.
"Eh anak baik gak boleh seperti itu, Ken makan malam dulu yuk nanti kalau Ken gak makan om nya marah." Ucap Anes, Kenzie mencebikan bibirnya mendengar jika nanti Dean akan marah membuat nya takut.
"Ya baiklah aku akan makan." Ujar nya, Anes tersenyum dan menggendong tubuh mungil Kenzie untuk makan malam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1