Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 229


__ADS_3

Keesokan paginya Anes terbangun dan langsung membersihkan tubuhnya, setelah itu tak lupa juga ia menyiapkan pakaian sang suami.


Anes menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi, ia berjalan keluar dari kamar menuju kamar putrinya. Anes membuka pintu dan menyalakan lampu kamar Alexa, tentu saja hal itu membuat Alexa sedikit terganggu dari tidurnya.


"Sampai keringetan seperti ini anak mommy." Ucap Anes, ia mengusap kening Alexa yang masih sedikit demam.


"Mommy." Lirih Alexa.


"Iya sayang." Ucap Anes, ia berbaring di samping putrinya sehingga memudahkan Alexa untuk memeluk tubuh Anes.


"Sudah jam berapa sekarang?" Tanya nya.


"Sudah jam 6 nak." Balas Anes, mendengar itu Alexa langsung mendudukkan tubuhnya dan itu membuat kepalanya seperti tengah berputar.


"Ahh kepalaku copot." Lirih nya, Anes tertawa kecil mendengar racauan putrinya.


"Kepala kamu masih pada tempatnya girls." Kekeh Anes, Alexa menoleh dan tersenyum malu kepada mommy nya.


"Maaf." Lirih Alexa, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


"Masih sedikit demam sepertinya kamu juga masih merasa pusing." Ucap Anes, ia bukan tidak tahu apa yang terjadi kepada kedua anaknya.


Anes tahu jika kedua anaknya mendapatkan hukuman di sekolah, ia juga tahu jika kemarin Alexa hampir pingsan karena kepanasan. Namun itu bukan masalah untuk Anes, ia tidak marah kedua anaknya di hukum karena itu memang kesalahan Alexa dan Alden.


Anes melakukan ini bukan karena tidak menyayangi kedua anaknya, tapi Anes ingin jika kedua anaknya memiliki rasa tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.


Tidak peduli dari mana mereka berasal siapa orang tua mereka, dan tidak peduli jika itu anaknya sendiri bagi Anes jika salah itu harus di hukum.


Dan tanpa banyak orang sadari anak-anak Anes memang sudah mendapatkan hukuman dari kenakalan yang mereka lakukan, tanpa harus Anes yang melakukan nya.


Seperti Alden yang merusak buku tugas Alexa dan tidak langsung memberi tahu Alexa tentang itu menurut Anes Alden salah, dan Alexa yang tidak terima balas merusak buku tugas milik Alden itu adalah hukuman yang Alexa berikan kepada Alden.


"Tidak aku baik-baik saja mom, kalau begitu aku mau mandi dulu." Ucap Alexa, Anes mengangguk dan saat Alexa pergi Anes merapikan tempat tidurnya putrinya.


"Bagaimana keadaan Alexa?" Tanya Deandra, saat Anes tiba di ruang makan ya memang Dean dan Alden sudah berada di ruang makan lebih dulu.


"Masih sedikit demam dia juga sepertinya masih merasa pusing." Ucap Anes.


"Biarkan dia istirahat di rumah jangan biarkan pergi kemanapun." Ucap Deandra, lelaki itu tidak pernah berubah dulu Anes yang ia kurung di rumah karena sakit.


"Tapi Alexa sedang mandi sayang sepertinya dia ingin pergi ke sekolah." Ucap Anes.


"Tidak aku tidak akan membiarkan Alexa pergi ke sekolah." Ucap Deandra, Alexa yang kebetulan mendengar itu menatap Daddy nya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja dad sungguh." Ucap Alexa.


"Kamu memang baik-baik saja tapi tubuh kamu tidak bisa berbohong girls, wajah kamu masih terlihat pucat dan tubuh kamu lemas jangan ke sekolah dulu untuk hari ini." Ucap Deandra, Alexa tak bisa berkutik dan mengangguk saja.


"Mommy." Panggil Alexa.


"Ada apa sayang?" Sahut Anes.


"Aku tidak ingin makan aku tidak bernafsu untuk makan." Ucap Alexa, Deandra menatap putrinya.


"Kita ke rumah sakit jika kamu tidak ingin makan." Ucap Deandra, membuat Alexa menatap kesal kepada Daddy nya.


"Tidak mau." Ucap Alexa.


"Makan kalau begitu." Ucap Deandra, sungguh Deandra takut jika salah satu anaknya ada yang sakit.


Bayang-bayang Kenzie sakit sampai akhirnya pergi meninggalkan Deandra masih melayang-layang di pikiran nya, dan Alexa tentu saja tidak tahu tentang Kenzie sama sekali.


"Daddy aku tidak bernafsu untuk makan sungguh." Lirih nya, Alexa ingin sekali menangis saat ini apalagi tiba-tiba tubuhnya terasa semakin panas dan ia juga merasa kedinginan.


"Sus." Panggil Anes kepada Lia.


"Iya nona." Sahut suster Lia.


Alden menatap Alexa yang terlihat lemas dan meletakkan kepalanya di atas meja makan, Deandra dan Anes tidak bisa berbohong mereka sangat khawatir dengan keadaan putrinya.


"Alexa." Panggil Alden.


"Jangan mengajakku berdebat Alden aku belum memiliki tenaga saat ini, tunggu aku sembuh maka kita lanjutkan perdebatan nya." Ucap alexa, membuat Anes dan Deandra ingin tertawa mendengar perdebatan yang harus di tunda karena sakit.


"CK, bukan itu menurutku sebaiknya kamu ke dokter jika seperti ini kamu akan lama sembuhnya." Ucap Alden, Alexa menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu pergi ke rumah sakit karena dokter bisa datang ke rumah." Ucap Alden.


"Jika begitu kau saja yang di periksa." Ucap Alexa, tolong ini Alexa sangat keras kepala menurun dari siapa?


"Cih, yang sakit kamu kenapa aku yang di periksa dokter." Ucap Alden, Anes memberikan kode agar Alden terdiam ia akan memanggil dokter tanpa sepengetahuan putrinya.


Saat yang lain selesai sarapan bubur untuk Alexa baru matang, Deandra dan Alden pamit untuk ke kantor dan Alden pergi ke sekolah.


"Cepat sembuh jika kamu sakit seperti ini Daddy tidak akan fokus bekerja." Ucap Deandra, ia mengecup kening putrinya.


"Hmmm, hati-hati Daddy." Ucap Alexa, Deandra pun mengangguk dan tersenyum manis.

__ADS_1


Sesampainya di sekolah Alden berjalan dengan lesu ia tak ada teman berdebat hari ini, dari kejauhan Alden melihat Vani, Ardan dan Ara yang berlari ke arah nya.


"Dimana Alexa?" Tanya Vani.


"Tidak ke sekolah untuk hari ini." Ucap Alden.


"Kenapa?" Tanya Vani dan Ardan.


"Alexa sakit semalam tubuh nya demam dan hari ini ia terlihat masih lemas, mungkin karena kemarin kepanasan di lapangan terlalu lama." Ucap Alden, terlihat gurat kekhawatiran di wajah Alden.


"Apakah Alexa sudah ke dokter?" Tanya Vani, Alden menggelengkan kepalanya.


"Belum Alexa belum ke dokter ia selalu menolak, tapi sepertinya hari ini mommy akan memanggil dokter kerumah untuk memeriksa Alexa." Ucap Alden, Vani dan Ardan mengangguk menanggapi perkataan Alden.


"Tapi bukankah kak Alexa tidak suka obat bagaimana dia bisa sembuh, memangnya bertemu dokter saja bisa langsung sembuh tanpa meminum obat." Ucap Ara, Alden tertawa kecil mendengar perkataan Ara.


"Kau meragukan mommy ku? Mommy memiliki banyak cara agar Alexa patuh dan tidak menolak perintah nya." Ucap Alden, Ardan dan Ara tertawa kecil tentu saja ia tahu bagaimana tegas nya Anes.


"Sudahlah sebaiknya kita ke kelas karena sebentar lagi bel, Ara karena Alexa tidak ada ayok aku akan mengantar kamu ke kelas." Ucap Vani, Ara mengangguk dan berjalan menuju kelas nya bersama dengan Vani.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2