
"Kamu gak apa-apa na?" Tanya Anes, Nana tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak apa-apa nona." Balas Nana, Anes menatap Jordan yang membawa pergi Yuna.
"Kita ke dokter ya takutnya kamu kenapa-kenapa." Ucap Anes lagi.
"Tidak perlu nona ini tidak apa-apa." Ucap Nana.
"Beneran kamu gak apa-apa, lagian itu cewek garang amat baru juga si Jordan meluk Nana udah kaya gitu. Gimana kalau kaya Anes dulu si Dean meluk cewek lain di hadapan nya." Ucap Aleta, Anes langsung menatap saudaranya itu.
"Kenapa jadi bawa-bawa aku?" Ucap Anes.
"Ya kan emang kenyataan nya seperti itu." Ucap Aleta, Nana tertawa kecil mendengar perkataan Aleta.
"Na maafkan saya." Ucap Anes.
"Tidak apa-apa nona saya baik-baik saja sungguh." Ucap Nana, Anes memeluk Nana ia merasa bersalah.
"Hmmm, aku harap kamu memang baik-baik saja." Balas Anes, Nana mengangguk dan tersenyum manis kepada Anes.
...
Malam hari Anes duduk di sofa kamar nya dan pintu kamar terbuka menampakkan tubuh tegap suaminya, tanpa ba-bi-bu Deandra langsung memeluk tubuh Anes yang menjadi kenyamanan untuk dirinya.
"Bagaimana tadi rencananya berhasil?" Tanya Dean.
"Berhasil si kaya nya Nana emang tertarik kepada Jordan, tapi Yuna wanita yang sama Jordan bar-bar gak kaya Intan." Ucap Anes, Deandra tertawa kecil.
"Sayang tidak semua kisah bisa sama dengan kisah kita, kalau Intan memang orang nya seperti itu." Ucap Deandra, Anes mengangguk membenarkan perkataan suaminya.
Dean lelaki itu mengecupi wajah dan l*h*r Anes hingga membuat istrinya sedikit risih, Anes menjauhkan wajah Dean dari wajah nya.
"Kamu baru dari luar kenapa peluk-peluk aku sih." Ucap Anes, Deandra tersenyum manis kepada Anes.
"Aku sudah mandi di kantor karena aku tahu malam ini akan menjenguk twins." Ucap Deandra, Anes tercengang bisa-bisanya ia lupa jika dirinya menjanjikan itu kepada Deandra.
"Sayang bisa di tunda dulu gak." Ucap Anes, Deandra menggelengkan kepalanya dan terus menyerang Anes.
"Gak ada tunda-tunda." Ucap Deandra.
"Aaaa jangan seperti ini Deandra." Pekik Anes, Dean benar-benar tidak memberikan kesempatan Anes untuk memberontak.
Deandra benar-benar membuat Anes tidak bisa berbuat apa-apa sampai pada akhirnya Anes pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Deandra, Dean tersenyum dan merekapun melakukan nya.
Ada rasa bahagia dalam hati Anes karena Dean sangat berhati-hati dan selalu menjaga kenyamanan nya, namun ada rasa bingung juga karena setiap melakukan itu Anes selalu lebih agr*s*f dan selalu membuat suaminya semakin gemas.
Tok...tok...tok... Saat Dean dan Anes sedang adu kekuatan, tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk.
"Nona makan malam sudah siap." Ucap Ike, ya Ike sudah menunggu tuan dan nona nya cukup lama namun mereka tidak juga turun.
"Dean Ike manggil." Ucap Anes.
"Biarkan saja." Ucap Deandra yang masih sibuk.
"Dean aduh itu Ike kasihan." Ucap Anes.
"Tidak apa-apa." Balas Deandra, lelaki itu benar-benar membuat Anes tak bisa berbuat apa-apa lagi.
__ADS_1
"Tuan nona." Panggil Ike.
"Saya sudah makan kalian istirahat saja." Ucap Deandra, lelaki itu lupa jika kamar nya kedap suara.
"Dean kamu teriak kepada siapa Ike mana bisa mendengar." Ucap Anes, Dean terdiam ia mengingat dan tertawa kecil.
"Apakah tuan dan nona sudah tidur." Gumam Ike, ia melihat jam sudah satu jam lebih dari tuan nya pulang dari kantor.
"Sepertinya tuan dan nona sudah tidur." Ucap Ike, wanita itu memutuskan untuk kembali ke ruang makan.
"Nona dan tuan tidak makan malam ke?" Tanya suster, Nana hanya menatap Ike yang sedang berjalan.
"Tidak sepertinya nona dan tuan sudah tidur." Balas Ike, Nana mengangguk karena memang tadi siang Anes terlihat sedikit sibuk mungkin bos nya itu kelelahan.
"Ini kita rapikan saja ya." Ucap suster, Ike mengangguk dan membantu suster untuk merapikan meja makan.
Setelah selesai merekapun kembali ke rumah belakang dimana tempat mereka tinggal, Ike, Nana dan suster berjalan menyusuri jalan menuju rumah belakang.
Tepat pukul 12:00 Anes yang ada di pelukan Deandra merasa perutnya lapar, wanita itu melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Dean.
"Aku mau makan lapar." Balas Anes, Deandra menatap Anes yang mulai mengenakan pakaian nya.
"Aku temani." Balas Dean, ia pun memakai celana training dan kaos saja.
"Ayok." Ajak Anes, Dean merangkul pundak Anes penuh sayang.
"Mau makan apa?" Tanya Dean.
"Aku mau makan ayam goreng mentega sayang." Ucap Anes, Deandra mengernyit heran.
"Kok pesan si." Ucap Anes.
"Memangnya kenapa bukankah kamu mau makan." Ucap Deandra.
"Aku ingin kamu yang memasak nya." Ucap Anes, Deandra tercengang mendengar perkataan Anes.
Ini istrinya sedang bercanda kan, Anes gak serius kan meminta Dean yang memasaknya.
"Sayang jangan bercanda deh gak lucu." Ucap Deandra, Anes mengerucutkan bibirnya.
"Enggak bercanda aku memang ingin kamu yang memasak nya." Ucap Anes.
"Ike saja bagaimana kalau Ike yang memasaknya." Ucap Deandra, Anes menggeram kesal dengan sikap Deandra.
"Twins ini anak kamu atau anak Ike sih, aku dan anak kamu ingin makan masakan kamu." Ucap Anes, Deandra terlihat frustasi dengan keinginan Anes.
"Begini saja aku minta Ike yang membantu oke." Ucap Deandra, Anes menggelengkan kepalanya membuat Dean semakin pusing.
"No." Balas Anes.
"Baiklah kamu duduk di meja makan aku akan memasaknya untuk kamu." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan duduk manis di ruang makan.
Dean menatap dapur dengan bingung ia tidak tahu harus mulai dari mana, karena sejak kecil hingga sekarang Deandra tidak pernah diijinkan untuk menginjakan kakinya di dapur oleh sang mama.
Bahkan waktu tinggal seorang diri pun mama tetap memberikan pelayan pribadi untuk putranya, untuk merawat segala kebutuhan putranya.
__ADS_1
"Aku menyesal karena dulu selalu mengikuti keinginan mama, lihat sekarang aku bahkan tidak bisa memasak untuk istriku sendiri." Ucap Deandra, ia mulai masak dengan menonton tutorial memasak di y*u*u*e.
Setelah satu jam akhirnya masakan Deandra pun jadi, ia membawa masakannya ke meja makan dan melihat Anes yang tertidur pulas disana.
"Sayang." Panggil Deandra.
"Emmmh." Sahut Anes, wanita itu menatap suaminya yang memegang sepiring ayam goreng mentega.
"Waaah." Ucap Anes, wanita itu langsung menyambar makanan yang ada di tangan suaminya.
Anes terlihat makan dengan lahap Dean mengernyit ia sendiri bahkan tidak tahu bagaimana rasa ayam yang ia masak, dengan memberanikan diri Deandra mencicipi nya dan betapa terkejutnya ia karena rasa ayam itu sangat tidak jelas asin manis tidak tahu Dean sendiri pun bingung.
"Sayang cukup." Ucap Deandra.
"Kenapa?" Tanya Anes.
"Jangan dilanjutkan lagi ya ini tidak enak." Ucap Deandra.
"Ini enak." Balas Anes.
"Sayang jangan jadikan aku Daddy yang jahat, nanti kalau anak kita kenapa-kenapa gimana." Ucap Deandra, lelaki itu mengambil piring yang ada di hadapan Anes.
"Kembalikan piring nya." Ucap Anes.
"Enggak ini gak enak." Ucap Deandra.
"Kembalikan." Pinta Anes.
"Enggak sayang." Balas Dean.
"Hiks... Kembalikan ayam nya." Ucap Anes malah menangis, Deandra menganga ini calon anaknya ada masalah apa sih masih dalam kandungan sudah membuat Dean pusing tujuh keliling.
"Sayang ini tidak enak aku belikan yang lain saja ya." Ucap Dean.
"Tidak mau hiks... Aku maunya yang itu kembalikan." Lirih Anes, melihat Anes yang menangis dengan haru akhirnya Dean pun menyerah dan memberikan kembali masakannya kepada Anes.
Anes kembali makan dengan lahap hingga akhirnya ia merasa kenyang, Anes menyandarkan tubuhnya di kursi dan menatap Dean yang memberikan air minum untuk dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊