
Keesokan harinya di sebuah lorong sekolah terlihat seorang wanita yang berlari memanggil Ardan, ya Ardan sahabat Alden yang paling bisa di percaya.
"Ardan." Panggil nya, karena mendengar suara orang yang memanggil nya Ardan pun berhenti berjalan.
"Ada apa?" Tanya nya dingin.
"A-anu aku mau tanya sesuatu sama kamu." Ujar nya.
"Tanya apa?" Ucap Ardan lagi.
"Kemarin mommy Alden datang ke sekolah tapi kenapa dia malah menemui Alexa dan bukan menemui Alden?" Ucap Ajeng, ya itu adalah Ajeng wanita yang menyukai Alden.
Mendengar pertanyaan Ajeng membuat Ardan menaikan sebelah alisnya, ia menatap Ajeng dengan datar.
"Kamu bertanya seperti itu kepada aku salah jeng." Ucap Ardan, Ajeng menatap Ardan dengan intens.
"Ardan ayolah beri tahu aku ada hubungan apa Alexa dan Alden." Ucap Ajeng.
"Kenapa gak kamu tanya langsung saja kepada Alden." Ucap Ardan.
"Ardan kamu tahu sendiri bagaimana Alden bersikap kepada aku, kalau aku tanya langsung ke dia juga belum tentu dia mau jawab." Ucap Ajeng.
"Ya terus apa bedanya kamu bertanya kepada aku? Aku juga gak mau jawab karena itu bukan hak aku untuk memberitahu kamu jeng." Ucap Ardan, setelah mengatakan itu Ardan pun pergi dari hadapan Ajeng.
"Ngapain tuh si ulet keket nempelin Ardan, bukannya dia suka sama Alden ya kenapa sekarang mepet-mepet ke Ardan." Gumam Vani, yang melihat Ardan dan Ajeng sedang berbincang.
"Haii." Ucap Ara yang mengagetkan Vani.
"Etdah Ra ngagetin saja, Alexa mana Alexa?" Ucap Vani.
"Ada dia lagi parkir mobil." Jawab Ara.
Dan tak lama kemudian Alexa pun muncul dengan kecantikan nya, tak lupa Alden juga yang berjalan di belakang Alexa.
"Hai Van." Ucap Alexa.
"Hai, kita ke kelas sekarang." Ucap Vani.
"Baiklah kakak-kakak ku yang cantik kita akan berpisah disini." Ucap Ara yang mendramatisir keadaan.
"Enggak usah lebay Ra gak usah." Ucap Alexa, Ara pun tertawa mendengar perkataan Alexa.
Sementara itu di ruang kelas lain terlihat Alden dan Ardan yang tengah duduk berhadapan, Ardan menatap wajah Alden yang terlihat datar.
__ADS_1
"Kenapa liatin nya kayak gitu Ar?" Tanya Alden.
"Tadi Ajeng nemuin aku dan nanya tentang kamu dan Alexa Al." Ucap Ardan.
"Kenapa aku dan Alexa?" Ucap Alden.
"Kata Ajeng kemarin tante Anes datang ke sekolah, dan Ajeng merasa heran kenapa mommy kamu malah menemui Alexa dan bukan menemui kamu." Ucap Ardan, Alden tersenyum tipis mendengar nya.
"CK, hanya karena itu aku kira karena apa." Ucap Alden, saat Alden dan Ardan sedang berbincang datanglah Bian kedatangan Bian membuat Ardan menatap lelaki itu dengan datar.
"Siang ini ada latihan basket." Ucap Bian, menatap Alden dan Ardan namun keduanya diam tanpa menjawab.
"Al." Panggil Bian, bukannya menjawab Alden dan Ardan malah mengeluarkan ponselnya di saku celana.
"Kalian kenapa sih gue ngomong baik-baik sama kalian." Ucap Bian lagi.
"Kuping gue pengeng kayak ada suara tapi gak ada orang nya." Ceplos Ardan, Bian mengusap wajah nya kasar.
"Ar gue gak ada masalah apa-apa sama elo tapi kenapa Lo kayak gini." Ucap Bian, Ardan mengalihkan pandangan nya kepada Bian.
"Lo emang gak ada masalah sama gue, tapi gue rasa Lo tahu siapa orang yang udah Lo buat terluka." Ucap Ardan.
"Alexa, dan gue udah ngomong sama Alexa dia gak ada rasa apa-apa sama gue jadi apa lagi yang kalian permasalahkan?" Ucap Bian.
Tak lama kemudian guru pun datang hingga mereka duduk di kursi nya masing-masing, sementara di kelas Alexa Vani dan Alexa sedang mengerjakan tugas nya.
"Xa aku gak ngerti yang ini." Ucap Vani.
"Van ini yang kemarin kita pelajari kenapa kamu masih gak ngerti." Ucap Alexa.
"Xa otak nya gak nyampe." Ceplos Vani dengan konyol.
"H-hah? Kenapa gak nyampe emang mau kemana?" Ucap Alexa yang tidak fokus.
"Apanya yang kemana si xa?" Ucap Vani.
"Loh itu kata kamu otak nya gak nyampe." Ucap Alexa.
"Ya iya gak nyampe maksudnya gak sampe paham, bukan gak sampe karena mau jalan-jalan. Tapi kayak nya otak aku perlu healing deh xa." Ucap Vani, perkataan Vani membuat Alexa tertawa sampai teman sekelas nya menoleh.
"Sssstttt." Ucap guru Alexa.
"Maaf pak." Ucap Alexa, Vani terkikik melihat Alexa yang di tegur.
__ADS_1
"Sukurin." Ucap Vani.
"Dasar tak berperikemanusiaan." Ucap Alexa, lihatlah mereka meskipun sedang mengerjakan tugas tapi masih sempat untuk bercanda.
...
Sementara itu di sebuah perusahaan terlihat seorang wanita yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya, dan Anes yang merasa Cya tidak pernah pulang pun memutuskan untuk menemui adik nya itu.
"Apakah kesibukan membuat kamu lupa untuk pulang Lucya." Ucap Anes, cyanyang sedang sibuk dengan pekerjaan nya mendongak menatap Anes.
"Kakak." Lirih Cya, wanita cantik itu tersenyum tanpa dosa.
"Wahhh kau masih bisa tersenyum, padahal setelah menikah kamu tidak pernah pulang sama sekali." Ucap Anes.
"Haha kak tidak seperti itu." Ucap Cya.
"Katakan seperti apa?" Ucap Anes, ia duduk di sofa dengan melipat tangan nya di dada.
"CK, aku hanya belum sempat untuk pulang tolong maklumi aku." Ucap Cya.
"Tapi kami merindukan kamu Cya apakah kamu lupa kalau aku merindukan adikku yang cerewet." Ucap Anes, mendengar perkataan Anes Cya pun mencebikan bibirnya kesal.
Sementara Anes menatap intens Cya, dan untuk menebus kesalahannya Cya mengajak Anes berbincang dan banyak bercerita dengan Anes.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊