Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 296


__ADS_3

Dua hari berlalu hari ini Elang terlihat pulang lebih cepat, lelaki itu berjalan memasuki rumah dan mencari keberadaan istrinya.


Mami yang melihat putranya terburu-buru pun heran ada apa sebenarnya dengan Elang, mami menarik tangan Elang sampai lelaki itu menoleh menatap mami nya.


"Mi ada apa ngagetin aku saja." Ucap Elang.


"Harusnya mami yang tanya kamu kenapa? Kenapa kamu jalan terburu-buru seperti itu?" Ucap mami.


"Aku gak apa-apa." Jawab nya, mami memicingkan matanya menatap Elang.


"Gak, mami gak percaya kamu pasti bohong kan." Ucap mami.


"Ya ampun enggak mi El gak bohong, El beneran gak apa-apa." Ujar nya.


"Kalau bukan kamu yang kenapa-kenapa pasti Cya kan yang kenapa-kenapa, ayok ngaku!" Ucap mami lagi.


"Enggak." Balas Elang.


"Kamu bohong, sejak tadi mami datang Cya hanya diam saja. El jangan jahatin Cya mami mohon sama kamu, kamu lupa Cya tumbuh dengan penuh kasih sayang dari tuan Deandra dan nyonya Anes. Meskipun Cya tidak lagi memiliki orang tua, tapi kedua kakak nya itu begitu menyayangi Cya. Jangan sakiti Cya dengan keegoisan kamu!" Ucap mami panjang lebar, Elang pun terdiam mendengar perkataan mami nya.


"Nah kan kamu diam, berarti omongan mami benar kalau sikap kamu ada yang menyakiti Cya." Ucap mami, Elang menatap mami nya dan pergi menuju kamar nya bersama Cya.


"Cya." Panggil Elang membuka pintu kamar nya, namun ia tidak melihat keberadaan Cya disana.


"Lucya." Panggil Elang lagi, ia kembali keluar dan menemui sang mami.


"Mi Cya kemana kenapa gak ada di kamar nya?" Tanya Elang khawatir.

__ADS_1


"Cya di kamar nya El tadi dia bilang kok ke mami mau ke kamar, mungkin karena efek hamil Cya jadi lebih sering ke kamar mandi untuk buang air kecil." Ucap mami.


"Gak ada mi Cya gak ada di kamar." Ucap Elang.


"El nyari nya pelan-pelan, orang Cya ada di kamar dan mami juga belum melihat Cya keluar dari kamar nya." Ucap mami, tanpa menjawab perkataan mami nya Elang pun kembali ke kamar.


"Cya_" Ucapan Elang terhenti saat melihat Cya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"El ada apa?" Tanya Cya, ia heran dengan wajah khawatir suaminya.


"Kamu gak apa-apa?" Tanya Elang, lelaki itu berjalan mendekati Cya dan memeluk erat tubuh mungil istrinya.


"Aku gak apa-apa kok, memang nya aku kenapa kok kamu kayak khawatir gitu?" Ucap Cya, Elang menggelengkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Cya.


"Maaf." Lirih Elang, Cya mengernyit heran kenapa suaminya meminta maaf.


"Kenapa kamu minta maaf? Kamu buat kesalahan apa hmmm." Ucap Cya lagi, pertanyaan Cya membuat hati Elang terasa teriris.


"Kamu tidak marah?" Tanya Elang.


"Marah? Kenapa aku harus marah?" Ucap Cya, Elang mendekatkan wajahnya dan mengec*p b*b*r mungil Cya.


"Maaf karena kemarin aku mendiamkan kamu, bahkan sampai pagi ini aku masih mendiamkan kamu." Ucap Elang, Cya tersenyum manis kepada suaminya.


"CK, aku kira kamu minta maaf karena apa." Ucap Cya, Elang terdiam saat melihat Cya tersenyum lagi di hadapan nya.


"Aku bersalah harusnya aku tidak marah, bukankah seharusnya aku bahagia dan memanjakan kamu." Ucap Elang, Cya tersenyum manis dan melingkarkan tangannya di pinggang Elang.

__ADS_1


"Tidak apa-apa aku tahu apa yang kamu rasakan, ini juga salah ku seharusnya aku tidak berusaha menyembunyikan nya. Jujur aku bukan sengaja ingin menyembunyikan nya, tapi aku bingung harus bagaimana memberi tahu kamu." Ucap Cya, Elang menatap Cya mata Cya berkedip lucu membuat Elang merasa bo*oh karena sudah salah paham kepada istrinya.


"Maaf sekali lagi aku minta maaf, kedepannya aku janji aku akan selalu menjaga kamu dan anak kita." Ucap Elang, Cya tersenyum manis dengan mata berkaca-kaca menatap suaminya.


"Aku gak nyangka kamu bisa ngomong kaya gini, padahal sebelumnya kamu terlihat sangat menyebalkan." Ucap Cya, Elang mencebikan bibirnya mendengar perkataan Cya.


"Biar menyebalkan seperti ini aku papi dari anak yang kamu kandung." Ucap Elang, Cya tertawa mendengar perkataan Elang.


"Lihatlah nak papi kamu begitu percaya diri bukan." Ucap Cya, Elang tersenyum dan mengelus perut Cya yang masih terlihat datar.


"Baik-baik di perut mami ya sayang, jangan nakal kasihan mami nya." Ucap Elang, tangan nya mengusap lembut perut Cya.


"Siap papi, papi juga jangan jahatin mami ya. Sekarang hanya aku dan papi yang mami punya." Ucap Cya menirukan suara anak kecil, Elang terdiam dan menatap wajah Cya yang sedang tersenyum manis.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2