Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 266


__ADS_3

Satu Minggu berlalu karena hari ini adalah hari libur Deandra, Anes, Alden, Alexa dan Lucya pun ada di rumah. Cya berjalan dengan ceria menuruni anak tangga dan menatap sang Daddy yang sedang bermanja kepada mommy nya.


"Dad." Panggil Alexa.


"Hmmm." Sahut Dean, lelaki itu sedang berbaring di sofa dengan kepala yang ada di pangkuan Anes.


"Aku bosan di rumah ingin pergi keluar apakah boleh?" Ucap Alexa, Deandra dan Anes menoleh menatap putrinya.


"Tidak." Balas Dean, membuat Alexa menganga.


"Kenapa?" Tanya Alexa.


"Kita akan ada acara sore nanti jadi kamu tidak boleh pergi kemanapun." Ucap Deandra.


"Daddy aku tidak akan pulang telat janji." Ucap Alexa.


"No, Alexa kalau kata Daddy kamu di rumah nurut." Ucap Deandra, Anes hanya bisa tersenyum tipis menatap suami dan putrinya.


"Sekarang Alexa tanya memangnya ada acara apa?" Ucap Alexa.


"Pertemuan keluarga." Jawab Anes, mata Alexa terbelalak mendengar nya.


Pikirannya langsung berkelana mengingat cerita sang mommy yang menceritakan jika mommy dan Daddy nya di jodohkan, berawal dari Daddy dan mommy yang tidak sengaja bertemu dan Oma yang sangat menyukai mommy berakhir dengan pertemuan keluarga.


Tolong ini bukan berarti Alexa akan di jodohkan juga kan? Gak Alexa gak siap untuk di jodohkan apalagi dirinya masih sekolah ini tidak boleh terjadi.


"Kamu kenapa?" Tanya Dean yang melihat Alexa bengong.


"Dad Alexa masih sekolah dad masa udah ngadain pertemuan keluarga si dad, Alexa masih ingin kuliah ingin mengejar cita-cita Alexa dad." Lirih nya, membuat Anes dan Dean mengernyit heran.


"Maksud kamu gimana si xa?" Ucap Dean, ia benar-benar bingung dengan perkataan putrinya.


"Ya maksud Alexa tunda dulu pertemuan keluarga nya, tunggu Alexa luluh kuliah dad Alexa belum kepikiran sampai sana." Ujar nya, perkataan Alexa sangat membuat Anes dan Deandra bingung.


"Daddy dan mommy gak paham xa serius." Ucap Anes, Dean hanya menatap putrinya dengan bingung.


"Mom, Daddy ngadain pertemuan keluarga mau jodohin aku kan? Plis mom aku belum siap sekolah aku aja belum selesai." Ujar nya, Anes dan Deandra tertawa mendengar perkataan Alexa.


"Siapa yang mau jodohin kamu girls?" Tanya Deandra, membuat Alexa menatap Daddy nya.


"Tentu saja Daddy dan mommy." Ujar nya.


"Haha, tidak sayang pertemuan keluarga ini bukan untuk kamu nak." Ucap Dean, Anes tertawa kecil melihat wajah Alexa yang terlihat lucu.

__ADS_1


"Terus kalau bukan untuk Alexa berarti untuk siapa dad?" Tanya nya.


"Ini untuk kakak kamu girls." Ucap Deandra.


"Hah, Alden maksud Daddy?" Ucap Alexa lagi.


"CK, bukan ini untuk kak Cya Alexa." Ucap Deandra, Alexa bernafas lega lalu tertawa malu karena ia sudah salah menebak.


"Panik banget kaya nya." Goda Anes.


"Ya panik lah mom Alexa kan belum selesai sekolah, belum kuliah juga gimana." Ucap Alexa, Deandra tertawa kecil mendengar nya.


"Sayang lagian Daddy juga punya pikiran, gak mungkin Daddy mau nikahin kamu sebelum kamu selesai dengan pendidikan kamu." Ucap Dean, Alexa tersenyum manis kepada Daddy nya.


"Tapi bagaimana dengan kak Cya? Apakah kak Cya menerima pertemuan ini?" Ucap Alexa.


"Hmmm, kakak kamu tidak protes apapun kepada kami." Ucap Anes, Alexa terdiam dan menatap kedua orang tuanya.


"Mom dad kalau kak Cya tidak menerima pertemuan ini, tolong jangan paksa kak Cya mom dad." Ucap Alexa, Anes dan Deandra mengangguk mereka juga tidak ingin memaksakan kehendak mereka kepada Cya.


"Tentu kami tidak akan memaksa kakak kamu sayang." Ucap Anes, Alexa tersenyum dan pamit untuk pergi ke kamar Cya.


...


"Kamu kenapa xa?" Tanya Cya.


"Harusnya aku yang bertanya kakak gak apa-apa kan?" Ucap Alexa membuat Cya mengernyit.


"Loh memangnya aku kenapa? Aku gak apa-apa Alexa." Ucap Cya.


"Kak mommy dan Daddy akan mengadakan pertemuan keluarga aku tidak tahu dengan keluarga siapa, yang jelas aku mau kakak jujur sama aku." Ucap Alexa, Cya hanya mengangguk saja dengan wajah yang selalu terlihat ceria.


"Aku harus jujur apa?" Tanya Cya.


"Kak, kakak yakin mau menerima pertemuan ini? Kalau kakak gak yakin gak apa-apa aku bisa bujun mommy dan Daddy agar membatalkan ini." Ucap Alexa, Cya tersenyum manis kepada Alexa.


"Alexa aku tahu niat kamu baik aku juga tau kamu sayang sama aku, tapi sungguh tidak ada alasan untuk aku menolak pertemuan ini." Ucap Cya.


"Kak kakak bisa menolak nya mommy dan Daddy tidak akan memaksa kakak." Ucap Alexa, cuma memegang pundak Alexa yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.


"Alexa aku gak apa-apa aku bahagia karena mommy dan Daddy peduli dengan jalan hidup aku, dan usia aku juga sudah sangat cukup untuk menikah xa. Jadi kamu gak perlu khawatir aku akan baik-baik saja, aku janji sama kamu aku akan bahagia." Ucap Cya, Alexa menatap manik mata Cya.


"Beritahu aku kalau nanti lelaki itu menyakiti kakak." Ucap Alexa, dan tiba-tiba pintu kamar Cya terbuka.

__ADS_1


"Alden." Panggil Cya Alexa menoleh menatap kakak kembarnya.


"Kak mommy dan Daddy manggil kakak." Ucap Alden.


"Oke." Ucap Cya, tanpa berpikir wanita itu turun dari tempat tidur nya dan berjalan keluar kamar.


"Kamu kenapa sok sedih gitu?" Ucap Alden kepada Alexa.


"Kak Cya mau nikah masa." Ucap Alexa.


"Lalu kenapa kalau kak Cya menikah? Toh nanti kamu juga pasti menikah." Ucap Alden, Alexa mendengus mendengar perkataan Alden.


"Alden kamu tahu setelah kejadian kak Cya memiliki kekasih yang tidak tahu d*ri itu, aku takut kalau kak Cya akan tersakiti lagi." Ucap Alexa.


"Alexa kali ini tidak akan tersakiti, kamu tidak percaya dengan pilihan mommy dan Daddy." Ucap Alden.


"Al yang namanya nikah karena perjodohan tidak seperti menikah karena saling mencintai." Ucap Alexa.


"Dengar tidak semua yang menikah karena perjodohan tidak bahagia, buktinya mommy dan Daddy di jodohkan tapi sangat bahagia. Dan ada juga menikah karena saling mencintai tapi tidak bahagia xa, ingat semua itu bagaimana kita bersikap dan bagaimana takdir kita." Ucap Alden, Alexa menunduk mendengar perkataan tegas Alden.


"Tapi aku belum rela jika kakak pergi dari rumah." Lirih Alexa, Alden menepuk kepala Alexa lembut.


"Xa kamu gak boleh gitu kak Cya berhak bahagia, kita hanya bisa mendukung dan tidak boleh menjadi penghalang untuk kebahagiaan orang lain." Ucap Alden, Alexa menatap Alden dan mengangguk.


Ia berharap suami Cya nanti orang baik-baik dan tidak menyakiti Cya, Alexa tidak bisa membayangkan jika lelaki itu tidak baik bagaimana kehidupan Cya nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2