Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 43


__ADS_3

Anes sudah sampai di rumah dan Ike sudah menunggu Anes diluar dengan koper milik Anes, Ike menatap Anes sebenarnya nona nya itu akan kemana.


"Nona mau kemana nona?" Tanya Ike.


"Saya harus pergi karena ada pekerjaan ke." Ucap Anes.


"Nona ninggalin Ike dong." Ucap Ike.


"Saya enggak lama kok, saya usahakan untuk segera pulang ya ke." Ucap Anes.


"Nona ike pasti kangen banget nih sama nona." Ujar nya.


"Saya janji saya tidak akan lama." Ucap Anes.


"Tapi nanti nona pulang nya kesini kan?" Tanya Ike, Anes tersenyum tipis dan memegang tangan Ike.


"Saya enggak tahu ke, saya pergi dulu ya Dan saya titip Kenzie sama kamu." Ucap Anes.


"Iya nona Ike pasti jagain tuan muda Kenzie kok." Balas Ike, Anes tersenyum manis.


"Saya pergi Ike." Ucap Anes, saat Aleta sudah datang menjemputnya.


"Ike kita pergi dulu ya." Ucap Aleta.


"Iya nona Aleta." Balas Ike, mobil Anes semakin menjauh dari pandangan Ike.


"Nona Anes pasti capek deh ngadepin sikap tuan muda Deandra apalagi tuan kan orangnya datar banget, lagian tuan maunya apa sih ih sudah dikasih istri cantik baik perhatian masa tuan gak cinta sama nona Anes." Gumam Ike, Ike berjalan masuk kedalam rumah dan duduk di meja dapur.


Malam hari Deandra baru saja pulang dari kantor nya dan itu bertepatan dengan Liza yang juga baru pulang ke rumah, Dean berjalan memasuki rumah dengan santai tanpa mempedulikan Liza yang sedang menatapnya.


"Selamat malam tuan sudah pulang ternyata." Ucap Ike, dan hanya menatap Ike saja.


"Om kok pulang sendirian tante mana?" Tanya Kenzie.


"Iya boy Om sendiri tantenya Ken sedang sibuk bekerja." Jawan Deandra, Liza menatap Kenzie yang sedang berbicara dengan Deandra.


"Terus kalau tante sibuk kerja kenapa Om tinggal tante pulang?" Tanya Kenzie, Deandra tersenyum manis kepada Kenzie.


Deandra lelaki itu merasa heran kenapa yang Kenzie cari Anes dan bukan Liza ibunya, padahal Liza saja baru pulang ke rumah tapi Kenzie sama sekali tidak menghampiri Liza dan tidak pernah menanyakan wanita itu.

__ADS_1


"Tuan Ken om nya pasti capek kan baru pulang kerja, sebaiknya tuan Ken makan malam dulu ya disuapin sama suster." Ucap suster Kenzie.


"Kenzie belum makan, Ken makan dulu ya Om mau ke kamar mau bersih-bersih." Ucap Dean.


"Baik om." Jawab Kenzie, melihat Deandra yang berjalan menuju kamar nya Liza pun ikut pergi ke kamar nya.


"Nona Anes lagi apa ya sekarang, kalau ada di rumah kan nona pasti sedang bertengkar dengan tuan muda." Ucap Ike.


"Pasti sedang istirahat lah ke." Ucap suster, mereka berdua menemani Kenzie yang sedang makan.


Sementara itu di kamar Dean membuka pintu dan menatap kamar yang terasa sepi, biasanya selalu ada Anes yang membuat nya emosi.


"Sepi ternyata." Gumam nya.


"Deandra." Panggil Liza, saat Dean akan menutup pintu kamar nya.


""Ada apa kamu memanggil saya." Ucap Dean, lelaki itu langsung keluar dari kamar dan menutup pintu kamar nya dengan rapat.


"Kamu sudah berhasil mengusir Anes ternyata." Ucap Liza, Deandra mengernyit heran siapa yang mengusir Anes?


"Tidak ada yang mengusir Anes." Ucap Deandra.


"CK, tidak perlu berbohong buktinya Anes tidak ada di rumah." Ucap Liza.


"Cukup Dean aku tahu kamu tidak mencintai Anes, dan untuk apa kamu memujinya di hadapan aku?" Ucap Liza.


"Terserah kamu Liza, tapi yang aku katakan itu fakta aku tidak pernah mengusir Anes!" Tegas Deandra


Sementara itu di sebuah hotel mewah terlihat Anes yang sedang duduk bersandar di tempat tidur, sementara Aleta wanita itu duduk tepat di hadapan Anes.


"Kamu tadi habis dari mana sih nes ke kantor Dean kok lama banget." Ucap Aleta.


"Dari rumah sakit." Ucap Anes.


"Hah, ngapain ke rumah sakit kamu sakit nes?" Tanya Aleta, wanita itu menempelkan tangannya di kening Anes.


"Ish, aku nggak sakit Aleta. Emang dasarnya si Dean aja yang aneh, aku udah bilang kalau aku udah sembuh tapi dia tetap bawa aku ke rumah sakit buat dicek." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


"Yang bener kamu nes Dean sekhawatir Itu sama kamu?" Ucap Aleta.

__ADS_1


"Enggak tahu aku juga bingung ta." Ucap Anes.


"Nes ayolah kamu harus bisa buat Dean jatuh cinta sama kamu, kamu nggak mau kan bikin Mommy sama Daddy kamu sedih kalau misalnya pernikahan kamu sama Dean kenapa-napa. Aku yakin nes kamu pasti bisa bikin dia jatuh cinta." Ucap Aleta.


"Enggak gampang Aleta kamu tahu kan aku enggak pernah pacaran, dan aku nggak tahu gimana caranya bikin laki-laki jatuh cinta sama aku." Ucap Anes, Aleta menepuk dahinya sendiri ya lupa kalau Anes memang benar-benar belum pernah pacaran.


"Aku dengar kamu udah ketemu sama buna ya, buna bilang apa sama kamu?" Ucap Aleta.


"Apa yang dikatakan oleh Buna, kamu mommy dan Daddy itu sama. kalian semua mengatakan kalau aku harus membuat Deandra jatuh cinta, tapi kalian lupa kalau aku nggak tahu gimana cara membuat dia jatuh cinta." Ucap Anes, Aleta tertawa Anes benar-benar polos dalam hal ini.


"Nes masa kamu nggak bisa sih bikin Deandra jatuh cinta sama kamu, sementara kamu aja bisa bikin baby Varo ada di antara Vee dan Aiden. Kamu lupa gimana dulu kita bikin Aiden dan Vee bersama." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta.


"Maksud kamu apa? Aku harus ngelakuin hal yang sama kayak apa yang aku lakuin ke kakak aku gitu? Enggak ya ta itu g*la kalau aku bisa bikin Aiden dan Vee jatuh cinta, itu belum tentu aku bisa bikin pasangan aku jatuh cinta juga sama aku." Ucap Anes.


"Kamu terlalu pesimis sayang, kamu harus yakin kamu bisa nes. Kamu gak kasihan sama Ike dari kemarin loh dia kaya ngomongin soal Deandra junior Mulu." Ucap Aleta.


"Apa hubungannya Ike sama aku, kalau begitu Ika saja yang membuat Deandra junior bersama dengan Dean." Ucap Anes, Aleta menyentil kening Anes.


"Heeh ngarang, ucapan adalah doa Aneska." Ucap Aleta.


"Eh, maaf maaf iya deh iya nanti dimasa depan ada Deandra junior yang enggak tahu kapan produksi nya." Ceplos Anes Aleta tertawa, setelah berbincang seperti itu Anes mengajak Aleta untuk tidur.


(Kamu gak sadar aja nes kalau tanpa sengaja Dean yang mengatakan tidak akan jatuh cinta kepada kamu, justru malah memberikan perhatian untuk kamu. Dan kamu gak sadar kalau lelaki itu sudah mulai merasa resah karena kamu, sudah mulai ketakutan karena dinding yang ia bangun agar tidak mencintai kamu itu sudah tidak sekokoh dulu lagi. Entah kapan dinding itu akan runtuh seiring dengan berjalannya waktu, dan itulah yang akan menjadi saat-saat membahagiakan untuk kamu.) Batin Aleta, wanita itu menatap Anes yang memejamkan matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2