
Sementara itu di ruang kerja Deandra terlihat Jordan yang sedang duduk di sofa ruang kerja nya, lelaki itu menatap Deandra yang sedang fokus dengan laptopnya nya.
"Dean." Panggil Jordan.
"Hmmm." Sahut Deandra.
"Bagaimana kabar Nana, apakah dia baik-baik saja dan apakah dia makan dengan teratur?" Tanya Jordan dengan konyol, membuat Deandra mengehentikan kegiatan nya dan menatap Jordan.
"Apa maksudnya?" Tanya Deandra.
"Maksudku apakah dia makan dengan baik." Ujar nya, Dean menghela nafas panjang dengan kelakuan sahabatnya yang satu itu.
"Memangnya jika dia tidak makan dengan baik kau akan memberinya makan? Kau akan membiayai hidupnya?" Ucap Deandra, mendengar perkataan Dean yang seperti itu membuat Jordan semangat dan mengubah posisi nya yang semula duduk bersandar menjadi duduk dengan tegak.
"Tentu saja jika kau menginginkan aku untuk mendekati Nana." Ucap Jordan, Dean mencibir giliran tentang Nana selalu menjadi yang utama.
"Cih, jika hanya untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan Nana saja tidak perlu bersamamu. Bekerja denganku saja kebutuhan nya sudah jauh tercukupi." Ucap Deandra, Jordan langsung kembali bersandar kepada sofa.
"Tidakkah kau memiliki sedikit belas kasih kepadaku Dean, aku lelaku dengan kedua orang tuaku yang tidak menyerah mengenalkan wanita." Ucap Jordan, Deandra tertawa kecil.
"Orang tuamu itu baik mereka tidak ingin anaknya menjadi bujang tua." Ucap Deandra, membuat Jordan kesal.
"Si*lan kau, tapi serius Dean jika kamu mengijinkan Nana menikah dengan aku. Aku tidak akan melarang Nana jika dia masih ingin bekerja dengan Anes." Ucap Jordan, Deandra menatap Jordan dengan serius.
"Suami macam apa kau, jika seperti itu lebih baik Nana tidak perlu menikah denganmu." Ucap Deandra, Jordan kelabakan mendengar perkataan Dean.
"Dean come on jangan seperti itu, kau lupa jika istrimu juga masih bekerja." Ucap Jordan.
Deandra terdiam karena apa yang dikatakan oleh Jordan itu ada benarnya, sampai akhirnya tiba-tiba saja Joe masuk kedalam ruangan itu dan duduk di samping Jordan.
"Intan akan menjadi model untuk brand yang akan dikeluarkan oleh perusahaan cabang milik kita, dan besok pemotretan itu akan dilakukan di gedung ini." Ucap Joe, Jordan menoleh menatap Joe yang berbicara dengan enteng nya tanpa tahu jika Jordan sedang membujuk Deandra.
"Kenapa harus dilakukan disini?" Tanya Deandra.
"Itu sudah menjadi keputusan para petinggi perusahaan, lagi pula bukankah kau tidak ingin ikut andil dalam hal ini." Ucap Joe.
"Ya, aku mempercayakan semuanya kepadamu." Ucap Dean, Jordan mendecih kepada kedua sahabatnya.
"Apa-apaan ini, perusahaan milik istri menjadi perusahaan tempat intan bekerja dan perusahaan milikmu menjadi perusahaan yang menggunakan dia untuk menjadi model dari brand yang akan launching bulan ini?" Ucap Jordan.
__ADS_1
"Memangnya kenapa ada yang salah?" Ucap Joe.
"Apakah tidak ada model lain, Nana sepertinya bisa untuk kalian jadikan model." Ucap Jordan, Joe memukul tangan Jordan.
"Tidak semudah itu kau tahu, tidak banyak orang yang mengenal Nana. Kau minta saja kepada nona muda untuk menjadikan Nana model agar dia dikenal dunia, jangan lupa juga dia pasti akan meninggalkan tanah air untuk karier nya seperti apa yang dilakukan oleh intan dulu." Ucap Joe, Jordan menelan saliva nya.
"No! Kalau begitu jangan biarkan Nana untuk menjadi model." Ucap Jordan, Dean menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil.
"Joe urus temanmu ini sejak tadi dia hanya mengoceh saja dan membicarakan Nana." Ucap Deandra, Joe mengangguk patuh tanpa menunggu lama Joe sudah berhasil menyeret Jordan keluar dari ruang kerja Deandra.
...
Sore hari Dean pulang dari kantor nya lelaki itu memarkirkan mobilnya dengan rapi, setelah itu Dean berjalan masuk kedalam rumah.
"Anes." Panggil nya lembut.
"Tuan sudah pulang tuan." Sapa Ike.
"Hmmm, dimana nona?" Tanya nya.
"Nona ada di kamar tuan, tadi setelah nyonya besar dan tuan muda Ken pulang nona langsung masuk ke kamar." Ucap Ike.
"Tidak tuan nyonya sama sekali tidak membahas tentang nona Liza, tapi tuan muda Ken yang membahas nya." Ucap Ike, Dean menghela nafasnya.
"Saya sudah bilang untuk saat ini jangan ada yang membahas Liza di hadapan Anes, apa kamu tidak bisa mengalihkan pembicaraan dengan membahas yang lain." Ucap Deandra, lihat lelaki yang dulu sangat ingin menyakiti Anes sekarang sudah menjadi laki-laki yang tidak ingin prasaan istrinya terluka.
"Ike mengalihkan pembicaraan mereka kok tuan, cuma sepertinya nona sedang memikirkan hal lain." Ucap Ike, Dean tidak menjawab lelaki itu langsung pergi ke kamar nya.
"Sayang." Panggil Deandra, ia mencari keberadaan Anes.
"Aneska." Panggil Deandra lagi.
Lelaki itu mulai panik dan mencari Anes ke kamar mandi, Dean melihat Anes yang berendam di bathtub dengan memejamkan mata nya.
Deandra mengira jika Anes pingsan dan ia langsung mendekati Anes lalu mengangkat tubuh istrinya, hal itu membuat Anes terkejut dan langsung membuka matanya.
"Apa yang kamu lakukan?" Pekik Anes, Dean menelan saliva nya dengan sulit.
"Kau pingsan." Ucap Deandra, Anes mengernyit ia tidak pingsan sama sekali.
__ADS_1
"Kamu ngarang aku gak pingsan." Ucap Anes, wanita itu turun dari gendongan suaminya dan kembali berendam.
"Lalu untuk apa kamu berendam dengan memejamkan mata?" Tanya nya, Anes menghela nafasnya.
"Aku hanya sedang menikmati suasana kenapa kau malah mengganggu aku." Desis Anes, Dean mengusap wajah nya kasar.
"Aku tidak tahu, yasudah kalau begitu kita mandi bersama saja. Lagipula pakaian ku juga sudah basah." Ucap Dean, Anes memutar bola matanya malas selalu saja seperti ini.
Hingga akhirnya mereka bukan hanya mandi saja tapi juga melakukan olahraga yang membuat Deandra selalu semangat, sementara Anes hanya bisa menghela nafas dengan kelakuan suaminya.
Setelah selesai mandi sepasang suami istri itu berjalan menuju ruang ganti baju, Dean menatap Anes yang sedang mengambil pakaian untuk nya.
"Kamu tidak ada niatan untuk menjenguk Liza?" Tanya Anes.
"Tidak ada." Ucap Dean, ia memakai pakaian yang diberikan oleh Anes.
"Hmmm, kenapa dia sedang hamil." Ucap Anes.
"Memangnya kenapa jika dia sedang hamil, lagipula yang hamil dia bukan kamu dan itu juga bukan anakku." Ucap Deandra santai, Anes tersenyum Dean lebih kejam ternyata.
"Bagaimana jika bayinya tumbuh tidak sehat?" Tanya Anes, Dean mendekati Anes dan menangkup wajah cantik Anes.
"Biarkan aku tidak peduli, yang aku pedulikan sekarang hanya kebahagiaan kamu saja." Ucap Deandra, lelaki itu tidak pernah lagi membahas tentang Deandra atau Aneska junior. Begitupun dengan Ike, Nana dan suster mereka semua tidak ingin menyakiti atau menyinggung perasaan nona muda nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊