
Turki, pagi 07:00
Kini keluarga inti Sean telah menetap di Turki karena keinginan sang ibu tidak ingin jauh dari cucu nya sedang Alysa hanya menurut saja karena di Indonesia sang ibu mempunyai cucu yang banyak nan tampan tampan😆.
Kini keluarga besar ini terbangun karena teriakan sang bungsu Arvin dan Arion dengan segala tingkah nya yang membuat pusing tujuh keliling.
"Hiks huaaa Arion kembalikan tas sekolahku" Ucap Arvin.
" Aisss tak usah menangis dasar cengeng aku hanya melihat PR mu sudah selesai atau belum". Gerutu Arion melihat adik nya yang beda 1 jam dengannya yang sangat cengeng sedang Arvin hanya cegugukan.
"Kenapa ini sayang"Tanya Alysa pada anak anaknya.
"Biasa mam Arvin" Ujar Aksa sedari tadi menonton aksi nonfaedah Arvin dan Arion
"Hmm sayang lebih baik sekarang kalian mandi setelah itu sarapan" Ucap Alysa.
"Siappp". Ujar Arvin dan Arion telah akur Sedang aksa telah pergi ke meja makan karena jam menunjuk kan pukul 08:49 pagi.
Setelah semua keluarga berkumpul di meja makan mereka makan dalam hening tapi tidak dengan Alysa seolah olah ada yang mengaduk perutnya dan....Hoek Hoek alysa berlari kedalam kamar mandi muntah muntah.
Sean yang melihat itu bergegas masuk kekamar mandi tetapi pintu dikunci alysa.
"Sayang buka pintunya atau nggak aku dobrak nih"Ujar Sean panik.
CEKLEK pintu terbuka menampakkan Alysa yang sangat pucat.
__ADS_1
"sayang kau sangat pucat kita panggil dokter yah" Ujar Sean dan Alysa hanya mengangguk.
Kamar Sean Alysa
"Bagaimana keadaan istriku" Ucap Sean.
"Kabar yang mana ingin anda dengar terlebih dahulu tuan baik atau buruk" tanya Johan.
"Buruk" Ujar Sean.
"Istri anda kecapean tuan dan sedang demam" Ujar Johan.
"Sayang kau pasti sangat capek mengurusi anak anak kita kan sudah aku bilang pakai baby sitter saja" Ujar Sean sendu.
"Tidak Sean aku senang merawat anak anak ku tanpa bantuan baby sitter lagi pula mereka sudak cukup besar" Ujar Alysa pelan.
" Kabar baiknya Nyonya muda sedang hamil 9 minggu" Ujar Johan yang membuat Sean membulatkan matanya.
"Apa coba kau ulangi kata kata mu" Ujar sean gembira melihat Alysa.
"Nyonya muda sedang hamil 9 minggu tuan" Ujar Johan.
"Sean aku hamil" ucap Alysa senang dengan keluarganya.
Sedangkan disisi lain Aksa Arion dan Arvin sedang menguping kedua orang tua nya mereka tak lama lagi punya adik apakah mereka tidak disayang lagi.
__ADS_1
"Mama" Ucap Arvin pelan tapi masih bisa didengar Alysa.
"Nak kemarilah" Ujar Alysa heran melihat wajah sendu ketiga putranya.
"Aksa Arion Arvin tidak lama lagi kalian akan mempunyai adik" Ujar Sean.
"Hiksss mama aku tak ingin punya adik" Tangis Arvin pecah.
"Loh kenapa sayang punya adik kan lucu terus ada teman main mu nak" Ujar Alysa sedang arvin hanya diam.
"Nanti mama papa gak sayang lagi sama kita" Ujar Arion di anggukin Arvin dan Aksa.
"Sayang, kasih sayang mama sama papa tidak akan pernah berubah nak mama papa sangat menyayangi kalian" ujar Alysa memberi pengertian kepada anak anak nya.
"Pasti dede nya sedih melihat kakak nya tidak senang melihat dia" Ujar Sean menjahili Arvin.
" Hikss benar huaa maafin kaka yah dede" Ujar Arvin.
Nah kan pecah sudah tangis si bungsu sedang Alysa mendelik horor ke Sean yang didelik hanya cengengesan.
"Sudah jangan nangiss bagaimana kalau kita jalan jalan" Ujar sean pada putra putranya.
"Goooo" ujar arvin berhenti dari tangisnya.
"Sayang kau harus istirahat yang banyak oke aku membawa anak anak jalan jalan dulu" ujar sean mencium kening alysa.
__ADS_1
"Ayoo" ujar sean menggandeng tangan Arvin dan Arion sedang aksa berjalan didepan.
Penasaran yah jangan lupa like and support nya!❤.