Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 201


__ADS_3

Series 2


Enam tahun telah berlalu di sebuah rumah terlihat sepasang anak kembar yang tengah duduk bermain dengan mainan nya, ya dia adalah Alden Livano Gavriel dan Alexa Liona Gavriel.


Alden kakak kembar dari Alexa itu suka sekali mengganggu adiknya, jika di pikir-pikir sepertinya hidup Alden tidak akan tenang jika tidak menggangu adik kembarnya.


Terkadang kelakuan keduanya berhasil membuat Anes pusing tujuh keliling, lalu bagaimana dengan Deandra tentu saja lelaki itu senang melihat interaksi anak-anaknya.


"Kenapa kamu mengikat rambutmu? Padahal Daddy tidak suka wanita yang diikat rambutnya." Ucap Alden, menatap Alexa yang duduk di sampingnya.


"Kapan Daddy mengatakan itu aku tidak pernah mendengar dia mengatakan hal itu." Ucap Alexa, Alden tersenyum miring lalu menatap adiknya.


"Tentu saja Daddy tidak mengatakannya karena dia takut jika kau menangis." Ledek Alden, Alexa menatap Alden dan tanpa ragu melempar bantal sofa ke wajah kakak kembarnya itu.


"Tutup mulutmu, lagi pula apa bedanya dengan kamu. Bulu matamu lentik seperti wanita, sepertinya mommy tidak mengharapkan anak laki-laki terlihat jelas jika mommy menginginkan anak kembar perempuan." Ucap Alexa, Alden menganga mendengar perkataan adik kembarnya.


"Sepertinya kau bukan adikku, apakah salah satu anak mommy tertukar." Cibir Alden, Alexa yang kesal berjalan meninggalkan Alden dan pergi menemui sang mommy yang berada di dapur.


"Mom." Panggil nya.


"Ya sayang." Sahut Anes, melirik Alexa sekilas.


"Alden mengatakan jika Daddy tidak menyukai wanita yang rambutnya diikat, lalu kenapa mommy mengikat rambutku?" Tanya Alexa, Anes yang sedang membuat kue menghentikan kegiatan nya dan menatap Alexa.


"Kapan Daddy mengatakan itu? Dia tidak pernah mengatakan hal itu." Ucap Anes.


"Alden berkata tentu saja Daddy tidak mengatakan nya, karena takut jika aku akan menangis." Ucap Alexa lagi, apa ini kenapa putranya begitu suka mencari masalah kepada putrinya.


"No, jangan percaya Alden dia suka sekali mengusili kamu." Ucap Anes.


"Cih, mommy sama saja ternyata." Ucap Alexa, Anes menganga apanya yang sama saja?" Gumam Anes.


Alexa turun dari kursi dan berlari ke halaman depan, ia melihat Alden yang sedang bermain bola di halaman rumah nya.


Karena kesal Alden terus membuatnya marah Alexa pun memutuskan untuk mengerjai Alden, Alexa menendang bokong Alden yang saat itu berniat mengambil bola di kolam ikan.


Karena ulah jahil Alexa tubuh Alden tercebur ke kolam, dan Alexa hanya bisa tertawa puas akibat balasan yang ia berikan kepada Alden.


"Aaaaa, byurrrr." Alden menoleh menatap nyalang Alexa.


"Alexa Liona Gavriel." Teriaknya yang terdengar oleh Cya, ya Cya wanita itu baru pulang dari kantor nya. Cya memang sudah mulai mengelola perusahaan milik orang tuanya yang telah meninggal.


"Yaampun Alden ada kolam renang kamu ngapain mandi di kolam ikan?" Pekik Cya, Alden mendengus mendengar perkataan Cya.


Siapa yang mandi di kolam ikan jelas-jelas ini semua perbuatan Alexa, bocah kecil itu selalu mengganggunya nya. Tunggu, apakah Alden lupa jika usianya dengan usia Alexa itu sama hanya beda 10 menit saja.


"Alexa menendang ku hingga jatuh." Ucap Alden, Cya tertawa kecil mendengar perkataan Alden.


"Sini naiklah mommy kamu bisa marah jika dia tahu." Ucap Cya, wanita itu berbalik dan menatap Alexa yang tertawa kecil.

__ADS_1


"Kau puas gadis cantik?" Tanya Cya.


"Hmmm, tentu saja aku puas. Siapa suruh dia selalu menggangu ketenangan ku." Ucap Alexa.


"Kemari kau." Ucap Alden.


"Tidak mau." Balas Alexa.


"Alexa kemari." Teriak Alden.


"Tidak mau kau kotor dan bau iyuh." Ujar nya, Cya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kekonyolan kedua adik kecil nya.


Sementara itu di kediaman Joe terlihat gadis kecil yang cantik dan menggemaskan, jika di lihat-lihat putrinya ini sama seperti Alexa dulu.


Arandita Wijaya, ya gadis cantik itu adalah putri pertama Joe dan Ike. Sebut saja namanya Ara agar tidak terlalu ribet.


Usia Ara berbeda dua tahun dari alden, Alexa dan Ardan, namun Ara bisa memposisikan dirinya jika sedang bermain dengan Alden dan Alexa.


"Ara sayang makan dulu yuk nak." Panggil Ike.


"Mami kenapa kak Alden belum kesini, bukankah sudah berjanji akan main bersama Ara." Ujar nya.


"Hmmm, mungkin kak Alden nya sedang sibuk lebih baik sekarang Ara makan dulu oke." Ucap Ike.


"Mami." Panggil Ara lagi.


"Ara ingin main kerumah kak Alden dan kak Ardan." Ujar nya, Ike tersenyum dan mengusap kepala Ara lembut.


"Tentu saja Ara akan bermain dengan mereka, tapi sekarang ada harus makan kalau tidak makan nanti Ara sakit." Ucap Ike.


"Baiklah Ara akan makan." Ujar nya, Ike mengangguk dan tersenyum manis kepada putrinya.


Dan saat Ara sedang makan Joe pulang dari kantor nya, tentu saja bocah itu langsung berlari dan melompat ke pelukan papi nya.


"Papi pulang." Teriak Ara.


"Hallo my little princess." Ucap Joe, ia memeluk dan menggendong tubuh Ara tak lupa juga mengecupi wajah cantik putrinya.


"Sudah pulang?" Tanya Ike.


"Hmmm, bagaimana Ara apakah nakal?" Ucap Joe.


"Tidak dia begitu baik dan tidak nakal, hanya saja sedikit merengek ingin bermain dengan Alden dan Ardan." Ucap Ike.


"Ara kenapa tidak bermain dengan kakak Alexa saja." Ucap Joe.


"Tentu saja ingin Ara sayang kakak Alexa." Ujar nya, Joe tertawa gemas kepada putrinya.


Di kediaman Jordan lelaki itu pulang dengan membawa mainan baru atas permintaan putranya, dan Nana hanya bisa menghela nafas saja.

__ADS_1


Lama-lama mungkin ia akan membuat museum untuk tempat mainan putranya seperti Anes, nona sekaligus wanita yang kini menjadi sahabatnya itu sampai membuat ruangan khusus untuk menaruh mainan Alexa dan Alden karena Dean yang selalu membeli semua mainan yang diinginkan oleh anak-anak nya.


"Sayang sepertinya lama-lama kita harus membuat ruangan khusus untuk menyimpan mainan Ardan, lihat saja kamarnya sudah penuh oleh mainan. Bisa-bisa nanti dia akan tidur di lantai karena semua tempat penuh oleh barang-barang nya." Protes Nana.


"Tentu saja kita akan membuatnya agar Ardan merasa lebih nyaman untuk bermain." Ucap Jordan.


"Hahh, tidak bisakah kamu berhenti untuk menuruti keinginan nya? Jangan terlalu memanjakannya Jo." Ucap Nana.


"Sayang Ardan itu anak kita satu-satunya karena kita belum membuatkan adik untuk nya, jadi tidak salah jika aku ingin memanjakan dia dulu." Ucap Jordan, sudahlah na mengalah saja percuma kamu protes tidak akan ada gunanya.


Ingat apa kata Anes yang sudah lelah memprotes kepada Deandra karena selalu memanjakan kedua anaknya, hingga akhirnya Anes bersikap biasa saja.


Anes juga tidak bisa menyangkal jika Dean benar-benar menyayangi anak-anaknya, Dean tidak ingin anak-anaknya kekurangan satupun yang diinginkan oleh anak-anak. Begitupun dengan Jordan yang memiliki pemikiran sama dengan Deandra.


.


.


.


.


.


.


.


.


Alden Livano Gavriel



Alexa Liona Gavriel



Arandita Wijaya



Ardan Aditia



***Anggap saja visual nya seperti itu ya 😁


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊***

__ADS_1


__ADS_2