
Tiga bulan berlalu
Alysa sedang berada di dapur untuk memasak kan bekal untuk ia bawa ke kantor sang suami tercintanya.
Selesai memasak ia menuju ke kantor Sean sepanjang perjalanan dia tak henti henti nya tersenyum bagaimana tidak karena dia sedang mengandung sang buah hati.
Flass back on
"Aduh Kok udah satu bulan lebih aku gak datang datang bulan yah, atau jangan jangan aiss jangan berharap lebih nanti ujung nya sakit hati, tapi apa salahnya mencoba".Gumam Alysa tak jelas.
Alysa pergi ke apotek setelah Sean berangkat ke kantor, sampai nya di apotek dia membeli tespeck, sepanjang perjalanan pulang ia gelisah cemas.
Tiba nya di rumah ia langsung pergi ke kamar mandi dan memeriksa nya alangkah kaget nya dia melihat dua tanda garis merah.
"Hiks apakah ini oh tuhan terimakasih"Ucap nya, selesai dari situ ia memasak dan memberi kejutan untuk sang suami.
Flass back
Tiba nya di kantor dia langsung masuk keruangan suaminya air matanya mengalir deras dada nya sesak melihat pemandangan di hadapannya Sean memangku wanita dan mencumbuinya.
"S e a n" panggil Alysa tergagap.
__ADS_1
Sean menoleh dan membulat kan matanya dan tak percaya apa yang telah terjadi pada diri nya sendiri seolah ada yang mengendalikan diri nya.
"Alys" panggil sean linglung.
Dia melihat pemandangan di depan nya dan mata nya membola dia sedang memangku seorang wanita dan.
BUKH...
sean mendorong wanita itu dan mengejar Alysa tetapi tangan nya di cekal oleh wanita itu.
"Dasar wanita murahan ****** akan ku bunuh kau bedebah sialan aaak aaahk".Bentak Sean penuh Amarah membumbung tinggi tetapi wanita itu dengan tidak tau malu nya memeluk Sean dan mengelayut manja pada sean hingga sean lupa bahwa dia ingin mengejar alysa.
"Sean" Pekik Steve teman sean.
Sean membalikkan badan dan meracau
"Alysa oh alysa sayang".
Steve bingung lantas menganga tak percaya bahwa sean meminum obat perangsang ia menelfon dokter Johan khusus keluarga Sean.
10 menit kemudian dokter Johan datang dengan nafas ngos ngos san dan membulatkan matanya melihat pemandangan di depan matanya.
__ADS_1
"Ck ck cepat kasih obat penenang dia bodoh dan hilangkan obat perangsang itu "decak Steve kala melihat Johan hanya menganga.
Mereka membawa sean menuju ruang pribadinya sesudah membawa sean Steve menelfon bagian security untuk masuk keruang CEO dan membawa wanita itu pergi.
"Bagaimana keadaannya"Tanya Steve.
"Dia baik baik saja untung kau menelfon ku tepat waktu jika tidak mungkin dia telah tiada karena menahan hasrat nya karena obat perangsang itu" ujar Dokter Johan.
"Mmm baiklah terima kasih" ujar Steve.
"Santai saja sudah kewajiban ku untuk melayani keluarga tuan Sean dan aku pamit untuk kembali ke rumah sakit dulu" Ujar Johan dan steve hanya mengangguk.
Tidak lama dari itu Sean membuka perlahan matanya dan menelisik ruangan dan mendapati Seorang pria siapa lagi jika bukan Steve.
"Sedang apa kau disini"Ujar sean.
Steve yang mendengar suara bariton itu langsung menoleh dan tersenyum mengejek
"Kau yakin tidak ingat apa apa" Ujar Steve dengan nada mengejek.
Sean hanya memutar bola mata nya malas dan mata nya langsung membola kala mengingat semua nya.
__ADS_1
Penasaran yah ....Jangan lupa support Author Yah❤.