
Tepat pukul 02:00 dini hari Deandra baru pulang dari kantor nya, lelaki itu berjalan lesu menuju kamar nya dan melihat suasana rumah yang sudah sepi dapat dipastikan jika anak dan istrinya sudah tidur.
Dean berjalan menuju kamar nya namun tidak melihat Anes disana, lelaki itu tiba-tiba panik mencari keberadaan istrinya Anes tidak kabur kan karena pusing mengurus anak-anak nya.
Dean berjalan menuju kamar Alexa namun tak menemukan keberadaan Alexa dan Anes, harapan terakhir Deandra yaitu kamar Alden ia membuka pintu kamar dengan hati-hati namun nihil tidak ada siapapun di kamar Alden.
"Dimana mereka." Gumam nya, Deandra mengusap wajah nya dengan kasar namun tiba-tiba saja Dean teringat kamar Cya, ya hanya kamar Cya yang belum ia periksa.
Sesampainya di depan pintu kamar Cya Dean membuka pintu kamar dengan hati-hati, dan berapa terkejut nya Dean melihat Anes, Cya, Alexa dan Alden yang tidur dalam satu tempat tidur.
Jangan tanya bagaimana posisi tidur mereka tentu saja Alexa berada tepat di samping Anes dan memeluk Anes, sementara Alden berada di sisi Cya dan memeluk Cya.
"CK, menggemaskan." Ucap Deandra tertawa kecil.
Dean berjalan mendekati tempat tidur dan menatap empat orang yang tengah terlelap, empat orang yang menjadi pelangi dalam kehidupan nya. Dan empat orang yang menjadi sumber kebahagiaan nya, satu lagi Dean tak percaya jika ia dan Anes bisa mengurus Cya, Alexa dan Alden dalam waktu bersamaan bahkan Cya juga sudah seperti anaknya sendiri.
"Cape banget kaya nya tadi kerja pulang jam berapa hmmm, sudah dibilang jangan kerja ngeyel." Gumam Dean mengelus kepala Cya dengan lembut, Dean dan Anes selalu berusaha memberikan perhatian lebih kepada Cya.
Meskipun orang tua Anes dan Deandra masih lengkap tapi kedua orang itu tahu hidup tanpa orang tua seperti Cya tidak mudah, Anes dan Dean juga tak ingin Cya merasa tersingkirkan oleh kehadiran Alexa dan Alden.
"Kamu sudah pulang sayang." Lirih Anes, membuat Dean menoleh dan tersenyum manis.
"Emmm, mau tidur disini atau di kamar saja?" Ucap Dean, Anes tersenyum dan merentangkan kedua tangannya meminta Dean untuk menggendong tubuh nya.
"Di kamar tapi pengen gendong." Ucap Anes manja, Deandra terkekeh geli melihat kelakuan manja istrinya.
"Awas tangan nya kena Alexa nanti bangun kasihan." Ucap Deandra, Anes tersenyum dan menatap putrinya yang memeluk tubuh Anes.
"Kasihan tadi aku omelin Alexa." Ucap Anes, Dean mengernyit kenapa Anes mengomeli putrinya.
"Kenapa?" Tanya Dean membantu Anes untuk bangun.
"Mau makan mie dia tiap siang selalu makan bakso kata Alden, dan tadi mau makan mie aku omelin." Ucap Anes, Deandra tersenyum dan mengangkat tubuh Anes untuk pergi ke kamar nya.
"CK, maaf." Ucap Deandra, Anes menatap wajah suaminya.
"Maaf kenapa?" Tanya Anes.
"Maaf karena sudah membuat kamu kerepotan mengurus anak-anak, pasti capek banget ya." Ucap Dean, kini kedua manusia itu sudah berada di kamar nya.
"Enggak kok itu sudah tugas aku menjaga anak-anak, lagian kamu kan kerja pasti capek juga." Ucap Anes, Deandra tersenyum tipis dan langsung menyerang Anes.
__ADS_1
Jangan tanya apa yang mereka lakukan tentu saja mereka sedang melakukan sesuatu yang membuat keduanya bahagia mungkin, keduanya benar-benar menghabiskan waktu bersama malam ini.
...
Keesokan harinya Alexa terbangun dan terkejut melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06:30 pagi, gadis cantik itu langsung melompat dari tempat tidur milik Cya.
"Aaaaaa kakak aku telat." Teriak Alexa, membuat Alden dan Cya yang masih tidur terbangun dan langsung duduk.
"Bisa diam ga xa ini masih pagi." Sengit Alden, lelaki tampan itu berniat untuk tidur lagi namun tidak jadi karena teriakan Alexa.
"Pasih pagi apanya ini sudah jam setengah tujuh Alden." Teriak Alexa, membuat Alden melotot dan mengucek matanya.
"Kamu kenapa gak bilang dari tadi si ah elah telat ini." Cerocos Alden, membuat Alexa mendengus dan berlari ke kamar mandi yang ada di kamar Cya sementara Alden berlari ke kamar miliknya.
Sementara itu Cya kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia tak ikut heboh seperti Alden dan Alexa maklum Cya bos di kantor nya jadi santai.
"Lagian kenapa malah pada tidur disini kesiangan kan." Gumam Cya tertawa kecil.
Setelah mandi Alexa berlari ke kamar nya menggunakan handuk beruntung Alden masih berada di kamar nya, Alexa membanting pintu dengan keras.
"Ini gimana ini gimana yaampun mommy." Teriak nya heboh, tanpa Alexa tahu jika sang mommy juga belum bangun akibat perbuatan sang Daddy.
"Mommy mana." Kesal nya.
"Mungkin belum bangun." Jawab Alden, ia berjalan keluar dari rumah.
"Ish, mbak aku berangkat ke sekolah ya tolong bilangin mommy kalau nanti nanyain aku." Ucap Alexa.
"Baik nona." Jawab mbak, baru saja Alexa keluar dari pintu utama Alden dan motornya sudah tidak ada di bagasi.
"Pak dimana Alden?" Tanya Alexa.
"Tuan sudah berangkat nona." Jawab nya, Alexa menghela nafas sabar xa sabar dan langsung menaiki mobil nya menuju ke sekolah.
Sebenarnya ia juga bisa mengendarai motor namun Alexa lupa dimana ia menaruh kunci motor nya, alhasil Alexa mengendarai mobil.
Ckiiiittttt.... Suara decitan rem mobil, Alexa menatap nanar gerbang sekolah nya yang sudah tertutup.
"Shhii*t." Umpat nya, namun tak lama kemudian Alexa melihat satu mobil lain yang baru sampai di depan gerbang sekolah nya.
"Ah elah udah di tutup aja ini gerbang." Geram Vani keluar dari mobil nya.
__ADS_1
"Vani." Panggil Alexa.
"Xa kamu ngapain disini?" Tanya Vani.
"Aku telat kamu kenapa telat juga ternyata." Ucap Alexa tertawa kecil.
"Iya aku kesiangan karena macet." Kesal Vani, wanita itu menatap Alexa yang terlambat seorang diri lalu dimana Alden.
"Kamu sendirian Alden mana?" Tanya Vani.
"Tuh kamu ga lihat motor Alden sudah terparkir rapi di dalam." Kesal Alexa karena Alden meninggalkan nya.
"Hahaha, kalian ini adik kakak tapi bisa-bisanya Alden ninggalin kamu." Ucap Vani, Alexa mendengus mendengar perkataan Vani.
"Loh Al Alexa mana?" Tanya Ardan yang tidak melihat kehadiran Alexa.
"Aku tinggal dia palingan telat." Jawab Alden santai.
"What? Kamu kenapa tinggal Alexa kalian satu arah dan satu sekolah." Ucap Ardan.
"Lupa Ar aku panik dan takut telat." Jawab nya, Ardan tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya.
"Jadi gimana dengan Alexa?" Tanya Ardan, Alden mengangkat bahu nya saja dan masuk kedalam kelas karena pelajaran sudah akan dimulai.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1