
Tiga hari berlalu hari ini Deandra memutuskan untuk menemui lelaki yang dekat dengan Cya, ia tidak bisa membiarkan Cya berlama-lama di pengaruhi oleh lelaki itu. saat Deandra berjalan keluar dari ruang kerja nya bertepatan dengan Joe dan Jordan yang tengah berjalan menuju ruangan Deandra.
"Kamu mau kemana De?" Tanya Joe.
"Aku berniat untuk pergi menemui lelaki itu Joe."
"Lelaki itu?" Tanya Jordan.
"Hmmm, lelaki yang dekat dengan Cya dan meracuni pikiran Cya." Ucap Deandra.
"Kita ikut pokoknya gak mau tau." Ucap Jordan, membuat Joe mengangguk.
"Saya bisa sendiri Jo." Ucap Deandra.
"No comen de pokoknya kita ikut, Cya sudah seperti adik untuk kita. Satu lagi kita juga kesal dengan orang itu." Ucap Joe.
Baiklah jika sudah seperti ini maka Deandra sudah tidak bisa menolak permintaan kedua sahabat nya, akhirnya merekapun memutuskan untuk pergi ke sebuah cafe dimana Deandra sudah membuat janji dengan lelaki itu.
Sesampainya di tempat tujuan Dean berjalan lebih dulu diikuti oleh Joe dan Jordan, Dean memasuki sebuah ruangan vvip di cafe itu. Lelaki yang sudah menunggunya sejak tadi tersenyum saat melihat kedatangan Deandra.
"Tuan Gavriel idak menyangka jika saya bisa bertemu secara langsung dengan anda." Ucap lelaki yang menjadi kekasih Cya.
"Saya lebih tidak menyangka jika lelaki yang di cintai oleh Cya itu anda." Ucap Deandra datar.
"Ck, itulah kehidupan. Ah saya sampai lupa mempersilahkan anda untuk duduk." Ujarnya basa-basi, Deandra dan Joe hanya memasang wajah datar brgitupun dengan Jordan.
"Baik terimakasih." Ucap Deandra, ya meskipun kesal Dean masih bisa bersikap sopan.
"Jadi tuan Gavriel apa tujuan anda mengajak saya bertemu?" Tanya nya.
__ADS_1
"Ya, langsung saja saya ingin anda menjauhi Lucya!" Ucap Deandra.
"Cih, apa hak anda menyuruh saya untuk menjauhi Cya?" Ujarnya.
"Tentu saja ada, Lucya Liona Gavriel sepertinya saya tidak perlu menjelaskan lagi apa hubugan saya dengan Cya." Ucap Deandra.
"Kalau saya bersi keras tidak mau menjauhi Lucya anda mau apa?" Ujarnya menantang Deandra.
"Jangan bermain-main dengan saya." Ucap Deandra.
"Haha, baiklah kalau begitu keuntungan apa yang akan saya dapatkan jika saya menjauhi adik tersayang anda?" Ucap nya lagi.
"Apa yang kau inginkan?" Ucap Deandra.
"Apakah anda akan memberikan apa yang saya inginkan?" Ujarnya.
"Apa maksud dari perkataan anda? Jika memang tidak mampu memberika sebuah keuntungan untuk saya maka jangan pernah meminta saya untuk menjauhi Lucya." Ujarnya, wajah lelaki itu mulai berubah dan sangat terliha tjelas jika ia menahan amarah.
"Cukup, katakan saja apa yang anda inginkan?" Ucap Deandra tanpa basa-basi.
"Berikan separuh saham perusahaan milik anda tuan." Ujarnya membuat Joe dan Jordan tercengang.
"What?" Pekik Jordan.
"Wah g*ila ini orang." Ledek Joe.
"Keputusan ada di tangan anda tuan." Ujarnya, bukannya panik Dean justru malah tertawa kecil.
"Hanya itu?" Tanya Deandra, yang tentu saja membuat semua orang mengernyit heran.
__ADS_1
"De jangan gila, dia licik de." Ucap Jordan, Deandra mengangkat tangan nya meminta jordan untuk diam.
"Anda tidak tahu siapa saya?" Ucap deandra tersenyum smirk.
"Apa maksud anda tuan?" Ujarnya, Deandra memajukan tubuhnya dan menatap lekat wajah lelaki yang terlihat angkuh itu.
"Saya bisa memberikan semuanya, tapi saya juga bisa mengambil semua itu dalam waktu dekat. Oh, atau mungkin saya harus memberikan anda pelajaran terlebih dahulu." Ucap Deandra, percayalah wajah psycopath Deandra mulai terlihat.
Brakk, kekasih Cya yang merasa tidak terima pun menggebrak meja.
"Jaga sikap anda tuan Gavriel, saya akan membuat anda menyesali sikap anda hari ini." Ujarnya berdir dari duduk nya.
"Saya tunggu hari itu tiba." Ucap Deandra, lelaki itupun memutuskan untuk pergi.
Sementara itu Joe dan Jordan menatap Deandra, mereka paham apa yang harus mereka lakukan untuk memberikan pelajaran
......
Sore hari Alexa menatap Cya yang sedang duduk di samping kolam renang, dan tanpa bicara Alexa duduk di samping Cya dan menatap Cya.
"Masih belum mengambil keputusan?" Tanya Alexa.
"Kamu tidak tahu apa yang aku rasakan xa, semua terasa begitu sulit." Ucap Cya.
"I know, tapi semua itu pasti ada pilihan terbaik nya kak. Aku lelah melihat kakak yang terus bertengkar dengan mommy, yang kakak tahu mommy egois tapi kakak tidak tahu bagaimana prasaan mommy yang sangat" mengkhawatirkan kakak." Ucap Alexa, Cya menoleh menatap Alexa.
"Dia laki-laki pertama yang membuat aku jatuh hati." Ucap Cya.
"Jika memang seperti itu dan jika memang kakak merasa dia orang yang baik, maka kakak harus bersedia jika suatu saat mommy tidak lagi peduli kepada kakak." Ucap Alexa, Cya menunduk jujur saja Cya juga tidak ingin jauh dengan Anes. Apalagi selama ini hanya Anes yang peduli kepadanya dan selalu ada untuknya.
__ADS_1