Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 49


__ADS_3

Tiga hari berlalu hari ini Anes, Aleta dan Dean akan pergi untuk berjalan-jalan, saat Anes dan Aleta keluar dari kamar hotel nya Anes melihat Azka yang sedang berdiri bersama dengan Deandra.


"Kalian sedang apa?" Tanya Anes.


"Aku kesini karena akan mengajak Aleta pergi besok." Jawab Azka, Anes menoleh menatap Aleta.


"Kok kamu gak bilang kalau Azka akan menjemput kamu ta." Ucap Anes.


"Hehe iya maaf nes, soalnya Azka juga ngasi tahu nya mendadak. Semalam pas aku mau bilang ke kamu tapi kamu nya sudah tidur." Ucap Aleta.


"Kamu dan Dean gak sekalian ikut kita juga?" Tanya Azka.


"Memangnya kalian mau pergi kemana?" Tanya Anes.


"Kita berdua mau pergi honeymoon nes." Ucap Aleta, mendengar perkataan Aleta Deandra mengalihkan pandangan nya. Sementara Anes wanita itu mencebikan bibirnya yakali Anes mau ikut dalam honeymoon nya Azka dan Aleta.


"Enggak kalian pergi aja aku mau pulang." Ucap Anes.


"Yakin kamu nggak mau ikut, nggak apa-apa kok ikut aja yuk." Ucap Aleta, Anes menggelengkan kepalanya.


"Enggak ah enggak, mau ngapain juga aku ikut mau jadi wasit." Ucap Anes, Azka dan Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


"Gak jadi wasit lah, ya kan kali aja kamu membuat Deandra junior gitu." Ceplos Aleta, Anes langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gak ya ta gak ada gitu-gitu, sudah jadi gak nih jalan-jalan nya kalau enggak jadi aku balik ke kamar dan tidur." Ucap Anes, Aleta dan Azka tertawa kecil.


"Jadi kok, tapi nanti malam Azka tidur bersama aku ya." Ucap Aleta, Anes menganga mendengar perkataan Aleta.


"Kalau Azka tidur bersama kamu terus aku tidur sama siapa?" Ucap Anes, Aleta tertawa kecil dan menatap Deandra.


Tatapan Aleta membuat Dean mengernyit heran, tak hanya Dean Anes juga mengernyit heran kini mereka tahu jika Aleta ingin Anes dan Deandra berada dalam satu kamar.


"Enggak jangan aneh-aneh ya ta, kenapa Azka gak di suruh pesan kamar lain saja si." Ucap Anes, saat sadar maksud dan tujuan Aleta.

__ADS_1


"Yaampun nes emang kenapa si? Lagian Dean itu suami kamu gak masalah juga kalau kamu tidur sama Dean." Ucap Aleta.


"Kalian berdua sengaja kan kalian sekongkol kan." Ucap Anes, Azka menggelengkan kepalanya menatap Anes.


"Jangan banyak bicara ayok kita jalan-jalan." Ucap Azka, lelaki itu menarik tangan Aleta sementara Deandra berjalan di belakang Azka dan Aleta.


Anes menatap tiga orang yang sudah pergi lebih dulu, akhirnya mau tidak mau Anes pun mengikuti langkah kaki Dean, Aleta dan juga Azka.


Saat sampai di parkiran hotel Azka menarik Aleta agar satu mobil dengan nya, dan Deandra lelaki itu membukakan pintu mobil untuk Anes.


"Masuk." Ucap Dean.


"Aku_" Lirih Anes, wanita itu menatap mata Deandra yang menatap nya datar.


"Kenapa kamu mau satu mobil dengan Aleta dan Azka?" Tanya Deandra.


"Ti_tidak." Jawab Anes, Anes berpikir mungkin ini akan menjadi awal yang baik untuk memulai pernikahan yang sesungguhnya dengan Deandra.


Anes mencoba untuk mengesampingkan ego nya, meskipun Anes belum memiliki perasaan kepada Deandra namun Anes ingin berusaha untuk membuka hati nya.


Dean melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia berpikir kenapa hati dan pikiran nya tidak sama. Hati nya selalu merasa khawatir kepada Anes, tapi pikiran Dean selalu sama jika ia tidak ingin memiliki prasaan apapun terhadap Anes.


"Dean." Panggil Anes, wanita itu memiringkan tubuhnya menatap Deandra.


"Hmmm." Sahut Dean.


"Kamu sengaja kesini kan karena kamu ingin menemui aku." Ucap Anes, Deandra mengernyit.


"Jangan geer saya ada pekerjaan di daerah sini." Ucap Deandra.


"Masa sih? Tapi dari kemarin aku gak liat kamu kerja." Ucap Anes lagi, Deandra mengusap kening nya.


"Memangnya saya harus laporan jika sedang bekerja." Ucap Deandra.

__ADS_1


"Ya enggak gitu maksud aku." Ucap Anes.


"Terus gimana maksud kamu." Ucap Deandra.


"Gak gimana-gimana intinya aku tahu kalau kamu sudah mulai jatuh cinta kepada aku kan, iya kan ngaku aja si Dean." Ucap Anes, ia suka menggoda Deandra seperti itu.


"Aku baru tahu jika wanita yang aku nikahi memiliki rasa percaya diri yang tinggi." Ucap Deandra.


"Tentu saja harus percaya diri, jika tidak aku tidak mungkin bisa menikah dengan kamu." Ucap Anes, Deandra hanya diam saja sementara Anes membenarkan posisi duduk nya.


Di mobil lain Aleta dan Azka mengikuti mobil Deandra dan Anes, mereka menatap mobil itu dengan penuh harapan.


"Kamu nyuruh aku kesini karena ingin Dean dan Anes berada dalam satu kamar?" Tanya Azka, Aleta mengangguk membuat Azka tertawa kecil dan mengusap kepala istrinya.


"Hmmm, aku yakin banget jika Dean sudah memiliki perusahaan untuk Anes. Tapi aku juga bingung karena Dean terlihat selalu menyangkal prasaan yang dia miliki." Ucap Aleta, Azka tersenyum manis menggenggam tangan Aleta.


"Sayang gak mudah untuk Deandra menerima Anes, apalagi kita tahu Dean memiliki kenangan tidak baik dengan mantan kekasih nya." Ucap Azka.


"Kamu juga memiliki kenangan tidak baik dengan mantan kekasih kamu, tapi kamu bisa mengakui jika kamu mencintai aku." Ucap Aleta, Azka tertawa kecil mendengar perkataan Aleta.


"Itu beda sayang kita menikah karena kita sudah memiliki prasaan satu sama lain, sementara Anes? Kamu lupa kalau Anes dan Deandra pernah mencoba untuk menggagalkan pernikahan nya." Ucap Azka.


"Kamu tahu gak si saat aku melihat Deandra yang selalu ada untuk Anes, aku merasa jika mereka bisa bersama selamanya." Ucap Aleta.


"Kamu tenang saja jika laki-laki sudah cinta apapun akan dia lakukan untuk melindungi dan mempertahankan pasangan nya, Deandra sudah menunjukkan sedikit demi sedikit rasa peduli dan khawatir nya kepada Anes. Kita hanya bisa membiarkan Dean dan Anes untuk meyakinkan bahwa mereka sudah saling mencintai." Ucap Azka, Aleta tersenyum manis kepada Azka.


"Bijak banget suaminya siapa si ini." Ucap Aleta.


"Suaminya kamu lah suami siapa lagi." Balas Azka tertawa kecil.


"Sayang bagaimana jika dad Justin tahu ya tentang pernikahan Anes yang seperti ini." Ucap Aleta.


"Itu pasti akan menyakiti hati nya ta, mungkin itu alasan Anes tidak pernah pulang ia tidak ingin membuat Daddy nya khawatir." Ucap Azka.

__ADS_1


"Apa hubungannya?" Tanya Aleta.


"Ada lah, kalau Anes tidak pulang Daddy akan berpikir jika putri kecilnya baik-baik saja dan mungkin sudah bahagia dengan suaminya.Tapi jika Anes pulang Daddy pasti akan bertanya banyak hal, dan itu akan membuat Anes berbohong kepada Daddy dengan menjawab jika ia baik-baik saja." Ucap Azka, Aleta mengangguk ternyata Anes tidak ingin orang tuanya khawatir. Pantas saja selama ini Anes susah sekali diminta untuk pulang.


__ADS_2