
Anes menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Nana dan Ike, Nana sampai memegangi perutnya akibat banyak tertawa.
"Bagaimana rasanya apakah kamu mulai ketagihan?" Goda Nana.
"Rasanya aku ingin menghilang dari bumi ini jika bisa." Jawab Ike, Anes lagi-lagi tertawa karena jawaban Ike.
"Tapi bukankah kamu sedang marah kepada Joe, aku sangat bersyukur jika kamu dan Joe sudah baikan." Ucap Nana, Ike berjalan sambil memegang sebotol minuman dan memberikan botol lainnya kepada Anes dan suster.
"Aku memang masih marah tapi bukankah aku tidak bisa menceritakan semuanya." Ucap Ike, Anes mengangguk dan tersenyum saat Ike kembali duduk di sampingnya.
"Jadi ini alasan kamu memakai pakaian seperti ini hmmm." Balas Anes.
"Nona jika dia tidak meninggalkan karya-karya nya, aku mungkin akan memakai pakaian layaknya manusia war*s." Ucap Ike, Nana dan suster tertawa lagi mendengar perkataan Ike.
"Ke sekarang baru permulaan nanti kamu akan benar-benar ketagihan akan hal itu." Ucap Nana, Ike mencebikan bibirnya membuat Anes gemas.
Saat mereka sedang berbincang Cya datang dengan sekantong makanan, Anes tercengang melihat Cya yang heboh dengan makanan yang ia bawa.
"Kak Nana aaaaaa selamat akhirnya kakak hamil akhirnya Cya akan punya keponakan lagi, ini Cya belikan banyak makanan sehat untuk kakak." Ujar nya, suster dan Ike tercengang melihat itu.
"Nona apakah harus semuanya anda berikan kepada Nana?" Tanya Ike.
"Tentu saja Cya sengaja membeli semua itu untuk kak Nana." Balas Cya.
"Cya Nana itu sedang hamil sayang kenapa kamu membelikan banyak makanan?" Tanya Anes.
"Karena kata mama wanita hamil itu akan sering merasa lapar, jadi Cya membelikan semuanya untuk kak Nana agar tidak kelaparan." Ucap Cya, Anes dan Nana menepuk dahinya sendiri.
"Tapi gak gitu konsep nya Lucya." Ucap Anes, Cya mengernyit heran.
"Apakah aku salah?" Tanya nya, mata Cya mengerjap lucu.
"Tidak kamu tidak salah sayang." Ucap Anes, Cya mengangguk dan tersenyum bangga.
"Cya tahu ini memang benar." Ucap nya, Nana menelan saliva nya melihat banyaknya makanan yang dibeli oleh Cya.
...
Dua hari berlalu di kediaman Anes terlihat Deandra yang berjalan memasuki kamar dengan terburu-buru, ia tahu jika hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh dirinya.
__ADS_1
Karena dua hari yang dikatakan oleh Anes kini sudah habis dan waktunya Deandra berbuka puasa, lelaki itu bahkan melewati Cya hingga membuat adik sepupu nya mengernyit heran.
"Kenapa kak Dean sangat terburu-buru apakah dia sedang kebelet." Ucap Cya.
"Nona Cya kenapa?" Tanya suster, melihat Cya yang berdiri mematung di tangga.
"Itu sus kak Dean kenapa jalan terburu-buru apakah dia sedang kebelet?" Ucap Cya.
"Oh mungkin saja nona tuan sudah tidak tahan lagi." Ucap suster, Cya mengangguk dan menatap suster dengan tersenyum manis.
Hal itu membuat prasaan suster Lia menjadi tidak enak, pasalnya jika Cya sudah menatap dirinya dengan senyuman itu berarti ada sesuatu yang aneh yang gadis itu ingin kan.
"Kenapa nona menatap saya seperti itu?" Tanya suster Lia.
"Cya ingin makan mie." Ujarnya sambil menjilati bibir, seakan Cya sedang memakan mie saat ini.
"Nona jangan aneh-aneh bukankah nona dan tuan melarang nona Cya untuk memakan mie, itu sangat tidak sehat nona." Ucap suster.
"Tapi Cya ingin." Rengek nya.
"Tidak makan yang lain saja jangan mie nona." Balas suster, sementara Cya dan suster sedang berdebat masalah mie. Di sebuah kamar terlihat Anes yang sedang memasang wajah memelas nya di hadapan Deandra, sungguh melihat Ike yang berjalan seperti pinguin membuat Anes sedikit ketakutan.
"Aku tidak aneh-aneh aku hanya ingin melepaskan semua yang sudah meny*ksaku selama ini." Ucap Deandra, dan saat itulah Anes hanya bisa menghela nafasnya.
Dengan cepat Deandra menarik Anes kedalam pelukannya dan menyerang istri tercinta nya itu habis-habisan, Anes yang sudah tak memiliki tenaga hanya bisa terdiam pasrah.
"As*hhh pelan-pelan." Lenguh Anes, dan saat Dean akan meninggalkan karya di leher jenjang nya Anes menolak hingga berakhir dengan Dean yang meninggalkan karya hanya di bagian yang bisa tertutupi oleh baju.
"Ini hukuman karena kamu membohongi aku kemarin babyh." Bisik Deandra, Anes hanya bisa mendorong wajah suaminya dengan tangan yang lemas.
"Ini hukuman atau penyiksaan hmmm, kamu benar-benar membuatku kehabisan tenaga." Ucap Anes, tubuhnya terasa remuk akibat ulah Deandra.
Dengan senang hati Dean mengangkat tubuh Anes ke kamar mandi untuk membantu Anes membersihkan tubuhnya, namun bukan hanya itu ternyata Dean juga kembali menyerang Anes hal itu benar-benar membuat Anes kelelahan.
Anes bingung kenapa tenaga suaminya begitu kuat bahkan Anes saja sampai kalah telak seperti ini, setelah selesai membersihkan diri Anes memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh suaminya.
"Istirahat saja aku akan pergi ke ruang kerja dulu, terimakasih untuk semuanya." Ucap Deandra memgecup kening Anes, ini sudah pukul 10 malam dari Dean pulang pukul 07 malam.
"Pergilah kau sudah membuatku lelah dan tak berdaya." Ucap Anes mendramatisir keadaan.
__ADS_1
"CK, kau yang membohongiku lebih dulu. Sudah aku katakan jangan pernah berbohong kepada suami tampan kamu ini jika tidak kau akan menerima hukuman nya." Ucap Deandra.
"Hukuman itu seperti berdiri hanya dengan satu kaki, membersihkan rumah, membersihkan kolam, atau tidak boleh keluar rumah. Sementara ini hukuman macam apa ini yang malah menguntungkan kamu." Lirih Anes dengan mata terpejam.
"CK, matamu saja sudah tidak bisa untuk terbuka kalau begitu tidurlah." Ucap Deandra, Anes tak menjawab karena memang ia merasa lelah dan mengantuk.
Saat keluar kamar Deandra melihat Cya yang masih negosiasi dengan suster Lia, Dean mendekati Cya dan membuat kedua wanita beda usia itu terkejut.
"Sedang apa kalian malam-malam seperti ini?" Tanya Deandra.
"Ini tuan sejak tadi nona Cya merengek ingin makan mie instan." Jawab suster, membuat Cya menelan saliva nya saat beradu tatap dengan Cya.
"Belum kapok dulu sampai masuk rumah sakit karena makan mie, kalau belum kapok tidak masalah masakan dia mie satu kardus biarkan dia menghabisi nya." Ucap Deandra, Cya dan suster Lia pun menganga mendengar perkataan Deandra.
"Kak kau ingin memb*nuhku?" Teriak Cya.
"Itu keinginan kamu aku hanya memenuhinya, kalau hanya satu untuk apa bukankah itu hanya numpang lewat saja." Balas Deandra, Cya menatap nanar kepergian kakak nya lalu menatap wajah suster Lia yang menahan tawa.
"Baiklah aku tidak akan makan mie kalau begitu buatkan aku steak daging dan kentang goreng." Ucap Cya, ia berjalan menuju meja makan dengan menghentakkan kakinya.
Sementara suster mengangguk dan tersenyum jahil, ia senang saat melihat wajah Cya yang kesal karena itu menambahkan kesal lucu dari gadis itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊