
Waktu begitu cepat berlalu Minggu berganti Minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun kini Alexa, Alden, dan Ardan sudah duduk di bangku SMP.
Alden, Alexa, dan Ardan duduk di bangku kelas 3 dan hanya Arandita yang duduk di bangku kleas satu.
Jangan tanya apakah Joe dan Jordan tidak memiliki anak lagi? Tentu saja memiliki anak kedua Joe dan Jordan berusia empat tahun dan sekolah TK.
Dan saat ini di kediaman Deandra terlihat dua remaja yang cantik dan tampan berjalan menuruni anak tangga, Alexa menatap Alden dengan tajam.
"Kemarin mau meminjam buku tugas ku katakan dimana buku milikku?" Ucap Alexa.
"Anu buku nya basah xa." Ucap Alden.
"What? Kenapa bisa basah Alden." Pekik Alexa.
"Itu gak sengaja ketumpahan jus." Ucap Alden, Alexa meremat tangan nya dan menarik tas Alden.
"Lepasin tas kamu Alden." Ucap Alexa.
"Eh mau ngapain jangan aneh-aneh Alexa." Teriak Alden.
"Jika aku tidak bisa mengumpulkan tugas kamu pun tidak bisa Alden." Teriak Alexa.
"Apa maksudnya?" Ucap Alden.
"Masih bertanya?" Ucap Alexa, Anes dan Deandra menuruni anak tangga dan menatap kedua anaknya yang bertengkar.
"Boy girls ada apa kenapa kalian bertengkar?" Tanya Deandra.
"Daddy Alden merusak buku tugas ku." Ucap Alexa.
"No, aku tidak sengaja merusak nya." Ucap Alden.
"Alexa kamu bisa membuat yang baru sayang." Ucap Anes.
"Tidak tugasnya harus di kumpulkan hari ini mom." Ucap Alexa, ia berhasil menarik buku tugas milik Alden.
"Jangan aneh-aneh Alexa." Ucap Alden, Alexa berlari ke arah kolam renang dan melempar buku tugas Alden.
"Ini baru adil." Ucap Alexa, Alden menganga menatap buku tugas nya.
"Kau g*la." Pekik Alden.
"Jika aku harus di hukum karena tugas maka kau juga harus di hukum, enak saja aku berjemur kau di kelas." Ucap Alexa, Deandra dan Anes menatap nya dengan tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Tidak sekalian kalian ikut nyebur ke kolam hmmm, masih pagi sudah membuat keributan." Ucap Anes.
"Alden yang mulai mom." Ucap Alexa.
"Kalian sama saja jika tidak Alden yang mulai maka Alexa yang akan memulai perdebatan nya begitu." Ucap Anes, Alexa tersenyum kikuk mendengar perkataan mommy nya.
"Sudah sekarang kita sarapan dulu jangan berdebat terus." Ucap Deandra, Anes dan kedua anaknya pun mengangguk.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan Alexa dan Alden pergi ke sekolah dengan di antar oleh supir nya masing-masing, saat keduanya sampai di sekolah Alexa dan Alden turun dari mobil dan saling menatap satu sama lain.
"Alexa kenapa tatapannya kaya lagi matap mangsa." Ucap Ardan.
"Marah karena aku merusak buku tugas nya." Ucap Alden.
"Apa? Kau g*la Alden itu tugas dari guru killer kenapa kau merusaknya?" Ucap Ardan, Alden menoleh menatap Ardan.
"Tapi dia juga sudah merusak buku tugasku bukankah itu impas." Ucap Alden.
"Itu sangat impas, siap-siap saja kalian akan di hukum bersamaan." Ucap Ara tertawa kecil.
"Aku marah padamu Alden." Ucap Alexa.
"CK, kau sudah membalasnya kenapa masih marah." Ucap Alden.
"Cih, aku marah karena aku harus di hukum kau tahu selama ini aku tidak pernah di hukum." Ucap Alexa.
"Menurutmu aku bagaimana hmmm, apakah aku pernah di hukum sama sekali tidak." Ucap Alden, Alexa menghela nafasnya dan berjalan masuk kedalam gedung sekolahan elite itu bersama dengan Ara.
"Kak bagaimana jika gosip tentang kau dan Alden sepasang kekasih itu menyebar?" Ucap Ara, Alexa menghela nafasnya dan duduk di kursi dekat mading.
"Bisakah jangan ada gosip seperti itu." Ucap Alexa frustasi.
"Kamu kenapa?" Tanya Vani, ya Vani satu sekolah lagi dengan Alden dan Alexa.
"Buku tugas ku di rusak oleh Alden." Ucap Alexa, Vani mengernyit mendengar perkataan Alexa.
"Aku harus apa Vani katakan aku harus apa?" Ucap Alexa, Vani menggelengkan kepalanya.
"Aku rasa kamu dan Alden akan di hukum keliling lapangan, atau berjemur di bawah tiang bendera." Ucap Vani, Alexa menghela nafasnya.
"Hahhh baiklah anggap saja jika aku sedang berjemur di tepi pantai." Ucap Alexa, Vani mendorong kening Alexa.
"Bo*oh jangan di tepi pantai khawatir terseret ombak." Ucap Vani, Ara tertawa mendengar perkataan Vani.
"Lalu dimana lagi berjemur yang indah dan menyenangkan." Ucap Alexa.
"Tentu saja di tengah lapangan selamat menikmati." Ucap Ara, Alexa menganga menatap wajah tengil Ara.
"Ara apakah kau pantas untuk aku sebut adik? Rasanya tidak, kau begitu bahagia mendengar aku akan di hukum." Ucap Alexa.
"Bagaimana lagi aku tidak bisa apa-apa." Ucap Ara, Alexa menunduk dan Vani tersenyum manis kepada Alexa.
"Tapi bagaimana dengan Alden?" Tanya Vani, ia tahu jika Alexa tidak akan pernah membiarkan Alden aman.
"Tentu saja aku juga merusak buku milik nya." Ucap Alexa, Vani tertawa kecil mendengar nya.
"Sudah kuduga kalian berdua akan di hukum bersama lagi." Ucap Vani.
"Aku tidak mau berjemur sendirian bukankah dia harus menemani aku." Ucap Alexa, Vani tertawa lagi mendengar ocehan Alexa.
__ADS_1
"Bukankah itu akan memperkuat gosip di sekolah." Ucap Vani, Alexa menoleh menatap Vani.
"Bukan kah itu bagus karena wanita-wanita yang mengejar Alden akan berhenti." Ucap Alexa, Vani mengangguk ia selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh Alexa.
"Bukankah tadi kakak mengatakan tidak ingin ada gosip itu?" Ucap Ara, Alexa menoleh menatap Ara.
"Benarkah aku mengatakan nya?" Tanya Alexa, Ara dan Vani menepuk dahinya sendiri.
"Terserah aku rasa ot*kmu mulai tidak di tempat nya atau bergeser sedikit." Ucap Ara, Vani mengangguk dan tertawa.
"Tidakkah kau lelah Vani tertawa terus." Ucap Alexa.
"Bagaimana aku tidak tertawa sementara temanku itu kamu." Kekeh Vani, sudahlah Alexa diam saja jangan banyak bicara.
Bel sekolah pun berbunyi sudah waktunya semua murid masuk ke kelas, Alexa duduk di samping Vani ia menatap guru laki-laki killer itu menatap semua murid.
"Kumpulkan semua tugas yang kemarin saya berikan." Ucap guru K (killer).
"Xa sabar." Ucap Vani menepuk dahinya Alexa.
"Alexa Alden kenapa kalian tidak mengumpulkan tugas?" Tanya guru K.
"Maaf pak buku tugas saya rusak dan saya tidak sempat menyalin nya." Ucap Alexa jujur.
"Bagaimana bisa rusak, kamu Alden dimana buku tugas kamu?" Ujar nya.
"Buku tugas saya di lempar ke kolam oleh adik saya pak." Ucap Alden, membuat beberapa murid terdengar riuh.
"Sudah-sudah jangan berisik, Alden dan Alexa kalian pilih mau membersihkan lapangan atau membersihkan toilet?" Ujar nya, Alden menatao Alexa dengan tersenyum jahil.
"Saya membersihkan lapangan saja pak, dan Alexa membersihkan toilet." Ucap Alden membuat Alexa terbelalak.
"What?" Pekik Alexa, sementara Vani wanita itu menunduk menyembunyikan tawa nya dengan kelakuan si kembar.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1