
Di ruang kerja nya Deandra merasa bingung karena Anes yang juga tidak kembali, ia menatap jam ternyata sudah lima belas menit Anes pergi keluar.
Tadi Anes hanya mengatakan ingin menemui orang yang mengantarkan makanan yang ia pesan, karena merasa tidak tenang akhirnya Deandra memutuskan untuk pergi mencari keberadaan Anes.
Dean turun ke lobby ia melihat beberapa orang yang berjalan menuju aula kantor, Dean juga melihat Anes dan Joe yang berdiri di sana.
"Sayang." Panggil Deandra, lelaki itu berjalan mendekati istrinya.
"Kamu kesini." Ucap Anes, Dean merangkul pinggang ramping Anes.
"Hmmm, sudah lima belas menit kamu keluar. Dan ini ada apa kenapa ramai-ramai seperti ini?" Tanya nya bingung.
"Ini mereka mengantarkan makanan yang aku pesan." Ucap Anes, Deandra terbelalak mendengar perkataan Anes.
"Sebanyak ini?" Tanya Dean.
"Iya, kenapa gak boleh ya." Ucap Anes, dengan cepat Dean menggelengkan kepalanya ia takut Anes akan marah.
"Tidak, tentu saja boleh. Tapi kamu memesan makanan sebanyak ini, kamu yakin bisa menghabiskan semuanya?" Ucap Deandra yang masih merasa bingung.
"Tentu saja tidak." Ucap Anes, Dean mengernyit menatap Anes.
"Lalu?" Tanya Deandra.
"Aku akan mengajak semua karyawan kamu untuk makan malam bersama, boleh kan." Ucap Anes, Deandra tersenyum saat mendengar penjelasan Anes.
"Baiklah lakukan semua yang membuat kamu bahagia." Ucap Deandra, Anes tersenyum manis kepada Dean.
"Really?" Tanya Anes lagi.
"Hmmm, aku tidak bisa melarang sesuatu yang menjadi sumber kebahagiaan kamu. Selagi itu hal yang baik maka lakukan saja." Ucap Deandra, Anes menatap bangga laki-laki yang berdiri di samping nya.
"Joe kamu urus semuanya, ayok sayang kita ke aula." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan menggandeng tangan suaminya.
Setelah kepergian Anes dan Dean Jordan muncul dan terkejut melihat keadaan di hadapannya, ia menatap Joe yang sedang berdiri mengawasi.
"Ini ada apaan? Terus kenapa banyak makanan juga mau selametan?" Ucap Jordan, Joe menoleh menatap Jordan.
"Ini makanan yang di pesan oleh nona Anes." Ucap Joe.
"Sebanyak ini? Memangnya Anes bisa menghabiskan semuanya?" Ucap Jordan lagi.
"Tidak, nona ingin mengajak para karyawan untuk makan malam." Ucap Joe, Jordan menganga baru kali ini ada acara makan malam di kantor. Biasanya Dean selalu pergi ke restoran mewah.
"Seriusan? Dan Dean gak protes?" Tanya Jordan, Joe memukul tangan Jordan dengan kesal.
"Siapa yang berani protes kepada nona Anes, sekarang anggap saja jika nona yang memegang kendali atas Deandra." Ucap Joe, Jordan tertawa kecil.
"CK, sering-sering deh Anes datang ke kantor biar sering-sering nagajak makan bareng." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil.
"Lumayan kan gak udah bayar." Ucap Joe tertawa kecil, kini kedua lelaki itu berjalan menuju aula.
Dan sudah banyak para karyawan yang sedang mengambil makan malam nya, Anes dan Dean tersenyum manis melihat karyawan mereka yang terlihat senang.
Anes sengaja membeli makanan yang tidak di sediakan oleh kantin kantor, agar para karyawan merasa senang.
__ADS_1
"Wahh nes sering-sering main ke kantor ya." Ucap Jordan.
"CK, jangan sering-sering lah jo di kantor nya Dean ngebosenin." Ucap Anes, kini Anes, Deandra, Joe dan Jordan duduk di meja yang sama.
"Ngebosenin gimana?" Tanya Jordan.
"Ya bosen saja karena aku tidak bisa melakukan apapun." Ucap Anes.
"Hah?" Sahut Jordan, bisa-bisanya Anes merasa bosan karena Dean memanjakan nya.
"Dan ini hasil dari rasa bosan kamu." Ucap Deandra, lelaki itu melipat kedua tangannya di dada.
"Hmmm." Balas Anes, Jordan dan Joe saling pandang satu sama lain.
"Maksudnya?" Tanya Joe.
"Jangan bilang Anes memesan makanan sebanyak ini karena dia merasa bosan?" Tanya Jordan, Deandra hanya tersenyum tipis sementara Anes wanita itu menyuapi suaminya yang sedang manja.
"Iya." Ucap Anes, membuat Joe dan Jordan tercengang.
"Bosan nya nona muda beda ya wak, daripada duduk santai dia lebih milih kerja. Dan sekalinya di manjain malah traktir makan orang satu perusahaan." Ucap Jordan, Joe mengulum bibir nya menahan tawa.
"Dari pada kelayapan mending kaya gini kan." Ucap Anes.
"Ya iya si bener, tapi de dompet aman kan aman." Ucap Jordan, Deandra mengangguk pelan.
"Tenang aman ko karena tadi Joe yang mengurus nya." Ucap Deandra.
"Tapi kartu yang Joe pake itu kartu punya kamu juga." Ucap Jordan, Dean dan Anes tertawa kecil mendengar perkataan Jordan.
"Tenang Jo bagi Dean mah ini belum seberapa." Ucap Joe, Jordan mengangguk ia percaya itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09:30 malam hari, Dean berpikir mungkin Anes merasa lelah. Saat sampai di rumah Anes dan Deandra berjalan dengan berdampingan, kedua orang itu memutuskan untuk langsung pergi ke kamar nya.
Sesampainya di kamar Anes tiba-tiba saja mengecup pipi Deandra, hal itu membuat Dean bingung dan menatap Anes. Mendapatkan tatapan bingung dari suaminya Anes tersenyum, dan menaruh tas yang ia pegang di sofa.
"Terimakasih untuk hari ini, dan terimakasih karena kamu membiarkan aku untuk melakukan makan malam bersama di kantor tadi." Ucap Anes.
"Jadi maksud dari ci*m*n ini?" Tanya Deandra.
"Anggap saja itu ucapan terimakasih yang aku berikan untuk kamu." Ujar nya, Dean berjalan mendekati Anes dan menempelkan hidung nya dengan hidung Anes.
"Aku tidak mau kec*pan." Ucap Deandra, Anes mengernyit.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Anes.
"Apakah kamu akan memberikan apa yang aku inginkan?" Tanya Dean, Anes sedikit berpikir.
"Jika itu masuk diakal kenapa tidak." Balas Anes, Deandra tersenyum nakal dan langsung membuat Anes paham apa yang diinginkan oleh suaminya.
"Tu_tunggu." Ucap Anes, Deandra terdiam dan menatap Anes.
"Ada apa?" Tanya Dean, Anes merasa sesuatu yang tidak di undang datang begitu saja.
"Aku ingin ke kamar mandi dulu." Ucap Anes.
__ADS_1
"Kita akan masuk kesana bersama." Ucap Deandra, berniat menggendong tubuh Anes.
"Jangan aku, aku bisa sendiri tunggu sebentar." Ucap Anes, wanita itu langsung berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu nya.
Anes menghela nafas nya saat menyadari jika saat ini tamu yang tak di undang datang, Anes memutuskan untuk langsung membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi Anes baru ingat jika pemb*lut miliknya habis, Anes menepuk keningnya sendiri.
Harus meminta tolong kepada siapa ia, bagaimana ini Anes bingung tidak mungkin jika Anes harus membelinya sendiri.
Dean yang merasa Anes sudah sangat lama berada di kamar mandi pun memutuskan untuk memanggil istrinya, Dean mengetuk pintu kamar mandi.
"Honey are you ok?" Tanya Deandra.
"Dean." Lirih nya, mendengar Anes memanggil Deandra dengan lirih membuat lelaki itu khawatir.
"Nes kamu kenapa hmmm." Ucap Deandra.
"Dean ak_aku sedang kedatangan tamu." Ujar nya, Deandra mengernyit tamu? Siapa yang berani bertamu kepada Anes, yang membuat Dean kesal adalah bertamu di dalam kamar mandi.
"Apa? Siapa yang berani bertamu ke kamar mandi, aku tidak melihat orang lain masuk. " Ucap Deandra, Anes tercengang Dean ini kenapa si. Tamu yang dimaksud oleh Anes bukan manusia hey.
"Dean bukan itu maksud aku." Ujar nya.
"Terus apa maksud kamu?" Tanya Deandra.
"Boleh kah aku minta tolong?" Tanya Anes.
"Ya, katakan saja apa yang kamu inginkan." Ucap Dean, lelaki itu masih merasa kesal prihal tamu.
"Aku sedang datang bulan, tolong minta Ike untuk membeli pemb*lut." Ucap Anes, Deandra mengernyit.
"Ap_apa, minta tolong untuk dibelikan apa?" Tanya Deandra.
"Pemb*lut Dean." Teriak Anes, Deandra menghela nafasnya gagal sudah niat Dean untuk membuat Deandra junior.
"Tunggu jadi tamu yang dimaksud oleh kamu?" Tanya nya.
"Iya tamu, aku kedatangan tamu bulanan." Ujar nya, Deandra semakin pasrah setelah mendengar perkataan Anes.
Akhirnya Dean menghubungi Ike dan meminta Ike untuk membelikan sesuatu yang dibutuhkan oleh Anes, Dean benar-benar merasa ters*ksa jika melihat Anes.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊