
Siang hari Anes memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya, Anes berniat untuk membawakan makan siang untuk Deandra.
"Nona sedang apa?" Tanya Ike.
"Oh ini saya sedang menyiapkan makan siang untuk tuan ke." Jawab Anes.
"Ike bantu ya nona." Ucap Ike menawarkan diri.
"Gak perlu ke kamu kerjakan yang lain saja ini sudah mau selesai kok." Ucap Anes.
"Oh iya baiklah nona kalau begitu Ike permisi dulu." Ucap nya, Anes mengangguk setelah kepergian Ike muncullah Nana.
"Nona." Panggil Nana, membuat Anes menoleh terkejut.
"Ahhh Nana kau membuat aku kaget." Ucap Anes, Nana tertawa kecil kepada nona nya.
"Maafkan saya nona." Ucap Nana.
"Ya tidak apa-apa." Balas Anes tersenyum manis.
"Nona akan pergi keluar?" Tanya Nana.
"Iya saya akan mengantarkan makan siang untuk Deandra." Jawab Anes.
"Saya akan mengantar anda nona." Ucap Nana.
"Tidak perlu kamu masih sakit." Ucap Anes.
"Saya sudah baik-baik saja nona, kalau begitu nona tunggu sebentar saya akan mengambil kunci mobilnya dulu." Ucap Nana, Anes hanya bisa mengangguk saja.
(Nana beneran sudah sembuh kan dia gak memaksakan diri untuk mengantarkan aku kan, tapi ada bagusnya juga kalau Nana ikut dia akan bertemu dengan Jordan disana.) Batin Anes.
"Saya sudah siap mari nona." Ucap Nana.
"Ah iya ini kamu pegang ini dulu saya mau mengambil tas dan ponsel." Ucap Anes, Nana mengangguk wanita itu menatap kepergian nona nya.
Setelah Anes kembali kedua wanita cantik itu langsung pergi menuju kantor Deandra, tidak hanya Nana ada dua mobil bodyguard yang mengikuti Anes dari kejauhan.
"Na." Panggil Anes.
"Iya nona ada apa." Sahut Nana.
"Bagaimana kedekatan kamu dengan Jordan?" Tanya Anes.
"Tidak gimana-gimana nona semuanya biasa saja." Balas Nana.
"Kamu tidak ada perasaan apapun gitu?" Tanya Anes.
"Ada nona saya merasa berhutang budi kepada tuan Jordan." Ucap Nana, Anes menghela nafasnya ayolah na bukan jawaban seperti itu yang Anes inginkan.
"CK, bukan itu yang saya maksud." Ucap Anes, Nana menoleh sekilas kepada nona nya.
"Lalu apa yang nona maksud." Ucap Nana, Anes memiringkan tubuhnya menatap Nana.
__ADS_1
"Na bukankah Jordan terlihat begitu tulus kepada kamu, dia bahkan rela meninggalkan pekerjaan nya hanya untuk menunggu kamu. Apa kamu tidak memiliki prasaan spesial untuk nya." Ucap Anes, Nana tersenyum tipis mendengar perkataan Anes.
"Saya hanya merasa tidak pantas dengan tuan Jordan nona." Ucap Nana.
"Apanya yang tidak pantas? Kamu cantik, baik berpendidikan lalu apa lagi yang kamu takutkan?" Ucap Anes, Nana menghela nafasnya menatap Anes lagi.
"Bukankah jika kami bersama itu bukan hanya menyatukan saya dengan nya, tapi juga menyatukan kedua keluarga bagaimana jika keluarga nya tidak menyukai saya." Ucap Nana, Anes melihat kekhawatiran dalam diri Nana.
"Na kau tahu tidak semua keluarga menginginkan menantu yang sederajat, jika kamu bisa menemani Jordan dalam segala keadaan maka tidak mungkin jika mereka tidak menerima kamu." Ucap Anes, Nana hanya tersenyum manis saja menanggapi perkataan nona nya.
"Kita sudah sampai nona." Ucap Nana, Anes menatap sekeliling.
"Ah iya kalau begitu saya turun dulu, kamu mau ikut turun bersama saya?" Ucap Anes.
"Tidak saya menunggu di mobil saja." Balas Nana, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
"Baiklah kalau begitu saya kedalam dulu." Ucap Anes, Nana mengangguk dan keluar dari mobil membukakan pintu untuk Anes.
Anes berjalan memasuki gedung perusahaan milik suaminya, beberapa karyawan yang tahu Anes menunduk hormat kepada nona muda nya.
"Selamat siang nona." Ucap para karyawan.
"Siang." Balas Anes, wanita itu berjalan menuju meja resepsionis.
"Selamat siang nona muda." Sapa nya ramah.
"Siang tuan ada?" Ucap Anes.
"Baik terimakasih." Balas Anes, beberapa karyawan menatap takjub Anes.
"Nona." Panggil Intan, membuat Anes menoleh begitupun dengan karyawan yang tahu jika Intan pernah dekat dengan Deandra.
"Intan kamu disini juga." Ucap Anes.
"Sepertinya nona lupa jika hari ini saya ada pemotretan disini." Ucap Intan, Anes terdiam ada pemotretan kenapa Anes tidak tahu atau memang dirinya yang lupa.
"Benarkah ya mungkin saya lupa." Ucap Anes.
"Nona mau menemui tuan muda?" Tanya Intan, Anes mengangguk dan tersenyum tipis.
"Iya saya mau mengantarkan makan siang untuk Dean." Ucap Anes.
"Tuan baru saja kembali ke ruangan nya setelah selesai meeting." Ucap Intan, Intan tahu itu karena tadi ia tidak sengaja melihat Deandra yang berjalan ke ruang kerja nya.
"Hmmm." Balas Anes, beberapa karyawan menatap Intan.
"Intan terlihat dekat dengan nona muda, tapi kenapa dia harus mengatakan jika tuan baru saja selesai meeting." Ucap karyawan A.
"Entahlah mungkin Intan hanya memberi tahu saja takut jika nona mencari keberadaan tuan muda." Ucap karyawan B.
"Ya mungkin saja." Balas yang lainnya.
"Intan saya permisi dulu semangat untuk pemotretan nya." Ucap Anes, Intan mengangguk dan tersenyum manis.
__ADS_1
"Baik nona." Balas wanita itu.
Anes berjalan memasuki lift dan saat tiba di lantai paling atas Anes berjalan keluar menuju ruang kerja suaminya, tidak ada fikiran negatif tentang Intan dan Deandra yang saat ini sedang menjalin kerjasama.
"Apa kamu sedang sibuk?" Tanya Anes tiba-tiba masuk kedalam ruang kerja suaminya.
"Sayang kamu kesini." Ucap Deandra, lelaki itu meletakkan pulpen yang sedang ia pegang.
"Hmmm, aku membawa makan siang untuk kamu." Ucap Anes, Deandra tersenyum dan menghampiri Anes yang sedang duduk di sofa.
"Ada angin apa istriku tercinta sampai datang ke kantor hmmm." Ucap Deandra, Ia mengangkat tubuh Anes dan mendudukkan Anes di atas pangkuan nya.
"CK, ini di kantor bukan di rumah tidak bisakah kamu diam." Ucap Anes.
"Aku sudah diam cukup lama kau tahu." Cibir Deandra, Anes menoleh menatap suaminya.
"Aku tidak meminta kamu untuk diam saat di rumah." Ucap Anes, setelah selesai menyiapkan makan siang untuk suaminya Anes melingkar kan tangan nya di leher Deandra.
"Ada apa?" Tanya Deandra, Anes memgecup b*b*r suaminya sekilas.
"Makan lah aku akan menunggu kamu disini." Ucap Anes, Deandra mengernyit heran dengan sikap Anes.
"Ada apa dengan kamu hari ini." Ucap Dean tertawa kecil.
"Memangnya kenapa aku hari ini bukankah aku terlihat sangat cantik." Ucap nya, rasa percaya diri Anes sedang mode on.
"Ck, iya istriku memang selalu cantik." Ucap Deandra, lelaki itu menyerahkan kotak makanan kepada Anes ia ingin makan disuapi oleh istrinya.
Anes yang mengerti dengan senang hati menyuapi suaminya makan, Anes tidak protes sama sekali dengan sikap manja Deandra.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mommy twins
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1