Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 239


__ADS_3

Keesokan harinya di sebuah sekolah elite terlihat Alexa, Ara dan Vani sedang berjalan menuju kantin seperti biasa ketiga wanita itu di anggap wanita tercantik di sekolah.


Ara yang memiliki wajah putih cantik dan lebih ke imut, Vani cantik putih dan terlihat sedikit judes, sementara Alexa jangan diragukan Alexa memiliki wajah cantik, putih dan terlihat tegas beberapa orang berpikir jika Alexa adalah ketua geng padahal tidak sama sekali Alexa tidak memiliki geng di sekolah nya.


"Ara mau pesan apa?" Tanya Vani.


"Ara ingin pesan mie goreng saja kak." Jawab Ara, Vani mengangguk dan Alexa jangan ditanya Vani sudah tahu apa yang diinginkan oleh Alexa.


"Am Van aku ke toilet bentaran ya." Ucap Alexa.


"Eh mau aku antar gak?" Ucap Vani setelah selesai memesan makanan.


"Enggak aku bisa sendiri ko." Balas Alexa.


"Yakin?" Ucap Vani.


"Iya yaampun aku bukan anak kecil." Kekeh Alexa, Vani dan Ara pun tertawa dan mengangguk.


Sementara Alexa berjalan ke toilet dengan mengedarkan pandangannya sampai ada seseorang yang tiba-tiba menarik tangan nya, hal itu membuat Alexa terkejut dan hampir berteriak.


"Sttttt." Bisik Alden, membuat Alexa membulatkan matanya. Ia kira siapa yang menariknya secara diam-diam, hampir saja Alexa merasa melayang dan membayangkan yang terjadi kepadanya ala-ala drama Korea.


"Ish, Alden ngapain si tarik-tarik aku." Sengit Alexa.


"Pinjam uang." Ucap Alden berhasil membuat Alexa mengaga.


"Untuk apa? Memangnya uang kamu kemana?" Protes Alexa.


"Tentu saja untuk makan di kantin, uangku ketinggalan di rumah xa ayolah." Ucap Alden.


"Gak ya gak ada." Ucap Alexa.


"Jangan pelit dong xa pinjam gak minta nanti di rumah aku ganti beneran." Ucap Alden, Alexa mendengus dan mengeluarkan selembar uang berwarna merah dari kantong baju sekolah nya.


"Nih, status doang anak nyonya Anes mau ke kantin saja minjem." Cibir Alexa, Alden menganga mendengar perkataan Alexa.


"Apa nih maksudnya kenapa bawa-bawa mommy." Ucap Alden.


"Ya kan bener karena kamu kalo apa-apa sama mommy, rapat mommy, ini mommy itu mommy tapi buat jajan doang minjem." Cibir nya, sabar Alden jangan emosi dari pada nanti Alexa berubah pikiran dan uang nya di ambil lagi kan bahaya.


"Ya kan aku sudah bilang uang nya ketinggalan Alexa Liona Gavriel." Geram Alden.


"Nye nye nye." Ledek Alexa, gadis cantik itu langsung berjalan menuju toilet. Sementara Alden ia pergi menuju kantin Alden berpikir enak juga memiliki saudara kembar satu sekolah.


"Darimana xa ke toilet lama amat." Ucap Vani.


"Konser dulu apa gimana kak?" Ucap Ara, Alexa mendengus mendengar perkataan Vani dan Ara.


"Ada gangguan sedikit mangkanya lama." Ucap Alexa saat sudah kembali ke kantin.

__ADS_1


"Oh yasudah makan nanti keburu dingin." Ucap Vani, Alexa mengangguk dan menyantap bakso yang sudah di pesankan oleh Vani.


"Oiya xa bentar lagi kan kita lulus kamu masih mau satu sekolah sama Alden?" Ucap Vani.


"Aku maunya cuma satu sekolah sama kamu si Van, tapi ya kamu tahu lah gimana mommy dan Daddy." Ucap Alexa.


"Gak apa-apa xa kita satu sekolah lagi sama Alden iya gak Ra." Ucap Vani.


"Kenapa nanya aku kan kalau kalian lulus aku naik kelas dua SMP, gak mungkin pindah dengan kalian." Ucap Ara karena usianya berbeda dua tahun dengan Alexa dan Vani.


"Nah iya juga Ara telat lahir nih." Kekeh Alexa.


"Loh kok aku? Papi mami tuh telat nikah." Ceplos Ara, merekapun tertawa bersama karena mendengar perkataan Ara.


....


Sepulang dari sekolah Alexa berjalan di koridor sekolah bersama dengan Vani dan Ara, sampai ada beberapa orang gadis yang menghadang mereka.


"Alexa yang mana?" Tanya seorang gadis yang Alexa yakini jika dia adalah ketua geng.


"Saya." Ucap Alexa dengan wajah datar nya.


"Kamu? Kamu yang tadi bersama Alden di lorong belakang sekolah kan." Ujar nya, Vani dan Ara menoleh menatap Alexa.


"Tidak mungkin kalian salah lihat." Ucap Alexa.


"Loh memangnya kenapa kalau Alexa sama Alden?" Ucap Vani, meskipun ia tak tahu kenapa Alexa memperlihatkan kedekatan nya dengan Alden. Tapi bagi Vani itu tidak ada salah nya karena Alexa dan Alden adik kakak.


"Kenapa? Kalian tahu kalau Alden itu dekat dengan X." Ucap salah satu, X ya mungkin ketua geng yang tadi mencari nama Alexa.


"Ya terus kenapa kalau dekat toh Alexa dan Alden juga gak ada hubungan apa-apa." Ucap Vani masih membela Alexa.


"Iya tapi kita gak suka dia dekat-dekat dengan Alden." Ujar nya.


"Kenapa harus gak suka si lagian yg ngajak Alexa ke lorong kan Alden bukan Alexa yang mau, kalau mau negur ya tegur saja Alden jangan Alexa." Ucap Vani.


"Udah cukup jadi mau kalian apa?" Ucap Alexa.


"Jauhi Alden." Ucap X, Alexa tertawa kecil mendengar perkataan itu.


"Kenapa? Kenapa aku harus menjauhi Alden sementara Alden sendiri ingin dekat dengan aku?" Ucap Alexa memanas-manasi, jujur Alexa suka dengan keadaan seperti ini.


"Jaga bicara kamu ya Alden gak mungkin mau sama kamu." Ucap teman X.


"Cih, lagian aku juga gak akan mau sama Alden memangnya siapa Alden cowok tengil sok ganteng tukang malak." Cerocos Alexa, membuat Vani dan Ara menganga mendengar perkataan Alexa.


"Jangan sembarangan kamu mana ada Alden tukang mal*k." Ucap X dan kawan-kawan nya.


"Alden tukang mal*k apa yang kalian harapkan dari Alden? Cuma modal tampang doang." Ceplos Alexa, tanpa Alexa sadari ada Alden di belakang nya.

__ADS_1


"Xa udah yuk xa pulang." Ucap Vani.


"Kenapa bukannya yang aku omongin itu benar ya." Ucap Alexa.


"Xa atas dasar apa kamu bilang Alden tukang mal*k?" Ucap Vani.


"Karena tadi dia mal*k aku." Balas Alexa berbisik.


"Udah kak jangan cari penyakit, mending kita tutup perdebatan ini dengan pulang ke rumah." Ucap Ara, ia takut melihat tatapan dingin Alden.


"Kenapa si." Ucap Alexa.


"Alden." Panggil x, membuat Alexa mematung dan menatap x yang berjalan ke belakang nya.


"Hmmm." Balas Alden.


"Waahhh mat* aku." Gumam Alexa.


"Kan udah dibilang jangan cari penyakit sayangku." Ucap Vani, Alexa nyengir tanpa dosa.


"Siapa yang bilang aku tukang mal*k?" Ucap Alden, suara dingin Alden membuat Vani dan Ara merinding.


"Alexa." Ucap x, Alden berjalan mendekati Alexa dan menatap Alexa.


"Atas dasar apa kamu bilang aku tukang mal*k?" Ucap Alden, Alexa menelan saliva nya membuat Alden menatap nya semakin tajam.


"Atas dasar fakta aku berbicara fakta." Ucap Alexa, Alden tersenyum smirk dan memajukan wajah nya.


Aaahhh bagi yang tidak mengetahui jika Alexa dan Alden adik kakak mungkin mereka akan mengira si kembar sepasang kekasih, dan akan baper melihat Alden yang mendekatkan wajahnya kepada Alexa untuk berbisik di telinga adik kembarnya.


"Tunggu pembalasanku di rumah adik nakal." Bisik Alden, Alexa menelan saliva sementara Ara dan Vani ikut tertekan berada dalam situasi yang meresahkan ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2