Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 196


__ADS_3

Sesampainya di rumah Anes langsung menitipkan kedua anaknya kepada suster Lia, sementara ia akan menidurkan Daddy nya twins dulu.


"Sus saya titip Alexa dan Alden dulu." Ucap Anes, sementara Dean sudah pergi ke kamar nya lebih dulu.


"Baik nona." Ucap suster, Anes tersenyum dan mengecup kedua pipi gembul kedua anaknya.


"Mommy ke kamar dulu ya sayang baik-baik sama suster." Ucap Anes, Alexa dan Alden pun tersenyum manis membuat Anes gemas.


Anes berjalan menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar nya, baru saja Anes masuk Deandra lelaki itu langsung memeluk Anes dan mengunci pintu kamar dengan cepat.


"Sayang." Desis Anes, namun Dean tak menghiraukan nya ia benar-benar merindukan istrinya itu.


"Kau bagaikan candu untukku." Bisik Deandra, Anes hanya bisa tersenyum senang karena Dean berkata seperti itu.


Merekapun melakukan nya dan membuat Anes merasa terbang melayang karena perlakuan suaminya, setelah cukup lama beradu kekuatan keduanya tumbang dan terlelap.


Deandra memeluk tubuh polos Anes dan Anes menyembunyikan wajahnya di dada Dean, tepat pukul 04 sore Anes terbangun dan menatap Dean yang masih terlelap.


Deandra tidur dengan telanjang dada Anes tersenyum dan mengecup suaminya, setelah itu Anes berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah berendam dan membersihkan tubuhnya suster mengetuk pintu kamar Anes, Anes pun membuka pintu kamarnya dengan cepat namun sebelum itu ia menyelimuti tubuh Deandra lebih dulu.


"Sus ada apa?" Tanya Anes.


"Nona di depan ada nyonya sepertinya bersama dengan nona Liza." Ucap suster.


"Kamu beneran? Liza sudah masuk kedalam rumah belum, apakah dia melihat Alden dan Alexa?" Tanya Anes.


"Tidak nona penjaga belum membiarkan nyonya masuk, karena tuan meminta penjaga tidak membiarkan nyonya masuk kedalam jika bersama nona Liza." Ujar nya.


"Apakah mereka baru sampai gerbang komplek?" Tanya Anes.


"Iya nona, bahkan penjaga kompleks tidak membiarkan nyonya untuk masuk." Ucap suster lagi.


"Kamu ajak Alexa dan Alden kerumah Ike atau Nana, saya akan membangunkan tuan dulu." Ucap Anes, suster pun mengangguk dan langsung mengajak baby twins keluar dari rumah.


Anes menutup kembali pintu kamar nya dan menghampiri Deandra, Anes mengusap pipi Dean berharap suaminya untuk bangun.


"Sayang." Panggil Anes.


"Emmhhh." Lenguh Dean, lelaki itu malah memeluk perut Anes.


"Ish sayang mama kesini tapi gak bisa masuk penjaga komplek tidak membiarkan mama masuk." Ucap Anes lagi.

__ADS_1


"Kenapa bukankah biasanya juga mama datang kesini." Ucap Deandra.


"Masalahnya mama mengajak Liza." Ucap Anes, Deandra langsung membuka matanya dan terduduk.


"Mama ngapain ajak Liza?" Tanya Dean.


"Mana aku tahu dan sekarang mama masih di depan gerbang masuk komplek." Ucap Anes, Deandra berdecak dan memakai pakaian nya.


"Gak mandi dulu sayang?" Tanya Anes, Deandra tertawa ia lupa jika dirinya habis beradu kekuatan.


"Aku lupa kalau kita habis adu kekuatan." Kekeh nya, Anes mendengus mendengar perkataan Dean.


Saat Deandra sedang mandi Anes langsung menyiapkan pakaian untuk suaminya, setelah selesai mandi Dean pun memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Anes.


"Aku kedepan dulu, tapi dimana twins?" Tanya Dean.


"Aku sudah meminta suster Lia untuk mengajak twins ke rumah Ike atau Nana." Ucap Anes.


"Baiklah kamu susul mereka aku akan menemui mama." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan berjalan menuruni anak tangga.


Saat di gerbang utama rumah nya Anes bertanya kepada bodyguard yang berjaga pergi kemana suster, yang ternyata mereka pergi ke rumah Ike ada Nana juga disana.


Setelah itu Dean lebih dulu mengantar Anes ke rumah Ike barulah dia menemui mama nya, Dean melihat mobil mama yang terparkir rapi di depan pintu masuk komplek tempat nya tinggal.


"Sayang apa ini kenapa mama tidak bisa masuk." Ucap mama.


"Mama tidak bisa masuk karena mama mengajak Liza." Ucap Deandra dingin.


"Dean mama sengaja mengajak Liza karena Liza ingin bertemu dengan Anes dan meminta maaf kepada kamu dan Anes." Ucap mama.


"Ma sudah ya Dean bukan tidak peduli dengan mama yang sudah jauh-jauh datang kesini, tapi Anes sedang tidak ada dirumah sekarang." Ucap Deandra, lelaki itu tidak percaya jika Liza ingin meminta maaf kepada istrinya.


"Kemana Anes pergi?" Tanya mama.


"Anes sedang menginap di rumah mommy dan Daddy nya, ini Dean juga akan menyusul Anes kesana." Ucap Deandra, lelaki itu terpaksa harus berbohong.


Andai mama datang tanpa Liza mungkin Dean akan menyambut mama nya dengan bahagia, Deandra lelaki itu menatap Liza yang berdiri di samping mama.


"Tidak perlu meminta maaf kepada Anes saya yakin Anes sudah memaafkan kamu, sebaiknya kamu persiapkan diri kamu untuk kembali ke markas!" Tegas Deandra.


"Dean tidak bisakah kamu memberikan keringanan untukku? Aku memiliki bayi yang harus aku rawat." Ucap Liza.


"Liza bukankah saat Kenzie kecil saja kau tidak peduli dengan nya, lalu apa peduliku kepada bayimu itu? Bawa saja dia ke markas agar kau bisa merawatnya dan terus bersamanya." Ucap Deandra.

__ADS_1


"Dean." Lirih Liza.


"Satu lagi jangan mentang-mentang kamu ingin minta maaf kepada Anes saya bisa melepaskan kamu begitu saja, tidak Liza semua kepedihan dan sakit hati Anes kamu yang menciptakan nya." Ucap Deandra, mama menatap Dean sebenarnya ia suka dengan sikap tegas Deandra.


Mama juga diam-diam memantau Liza ia ingin tahu apakah Liza benar-benar sudah berubah, dan mama sama sekali tidak berusaha untuk membujuk putranya.


"Baiklah kalau Anes tidak ada di rumah tidak apa-apa lebih baik kita pulang saja Liza." Ucap mama.


"Tapi ma." Ucap Liza.


"Sudah Anes sedang berlibur mungkin di rumah orang tuanya, Dean kalau begitu mama pamit pulang." Ucap mama, Deandra mengangguk dan tersenyum manis kepada mama nya.


"Hati-hati ma." Ucap Deandra, mama mengangguk dan tersenyum.


"Ayok Liza kita pulang." Ajak mama, terlihat Liza yang sepertinya tidak ingin pergi dari sana.


"Ma apakah tidak sebaiknya kita menemui Anes?" Tanya Liza.


"Tidak perlu selama ini Anes tidak pernah pulang kerumah orang tuanya dia sibuk mengurus Dean, jadi biarkan Anes bersenang-senang." Ucap mama, akhirnya Liza pun mengangguk.


Sebenarnya ia ingin memaksa untuk bertemu Anes, tapi karena ia sedang berpura-pura baik jadi hanya bisa berdiam diri dan patuh.


"Tidak mudah untukku percaya dengan kamu lagi Liza, cih kau pikir aku tidak tahu cara licikmu untuk bebas dari hukuman." Gumam Dean, lelaki itupun kini kembali ke rumah nya.


Saat sampai di rumah Deandra sudah melihat Anes dan kedua anaknya, Anes tersenyum manis menatap Deandra yang berjalan memasuki rumah.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2