
"Ke kalau aku terjun kamu ikut gak?" Tanya suster.
"Ya enggak lah ngapain ikut." Ucap Ike.
"Loh katanya kita kawan sejati." Ucap suster.
"Ya sejati di sejati tapi masa celaka ngajak-ngajak kan gak lucu mbak." Ucap Ike, mereka semua tertawa mendengar perkataan Ike yang konyol.
Percayalah sepertinya hanya Anes ibu hamil yang hari-hari nya di penuhi dengan canda dan tawa, karena Anes memiliki teman yang humoris.
"Kalau suster nikah nanti gimana ke." Ucap Anes.
"Ya ikut lah Ike yakali ga di ajak kita kan kawan sejati." Ucap Ike, Anes tertawa renyah Ike benar-benar absurd.
"Loh kamu mau jadi yang kedua ke." Ucap Nana membuat Anes semakin tertawa, Ike tercengang ia sedikit berfikir sejenak.
"Eh enggak dong maksud nya jodoh Ike juga ikut datang begitu." Ucap Ike, Anes menggelengkan kepalanya.
"Tapi saya gak mau ngajak kamu." Ucap suster.
"Loh kenapa mbak katanya kawan sejati." Ucap Ike.
"Ya kamu saya terjun aja gak mau ikut." Ucap suster, Ike tertawa ia merasa bo*oh saat ini namun jujur saja Ike merasa bahagia karena bisa membuat nona mereka tertawa lepas.
...
Tiga hari berlalu hari ini Anes dan Deandra memutuskan untuk pergi ke rumah mama, mereka sudah cukup lama tidak pergi kesana dan hari ini mereka akan bertemu dengan Kenzie bocah kecil tampan yang selalu membuat Deandra cemburu.
Disinilah mereka berada sekarang Anes dan Dean menatap rumah yang dulu menjadi saksi awal pernikahan mereka, Anes tersenyum manis karena saat ini saat ia kembali kesini dirinya sedang mengandung.
"Ma Anes datang." Panggil Anes, mama yang sedang menemani Kenzie berjalan menuju pintu utama.
"Anak mama yaampun nes mama kangen banget sama kamu, kamu sehat kan sayang baby nya gimana sehat." Ucap mama, mengelus perut buncit Anes.
"Anes dan baby baik-baik saja kok ma, mama gimana sehat-sehat kan." Ucap Anes, mama mengangguk dan tersenyum manis kepada Anes.
"Iya sayang mama baik-baik saja nak." Ucap mama, wanita yang menjadi ibu mertua Anes itu mengecupi wajah menantunya yang cantik.
"Ma aku gak di peluk, gak di tanya kabar? Aku anak mama loh tapi kenapa terlupakan seperti ini." Protes Deandra, membuat mama dan Anes menoleh.
"Haha baru nyadar kalau anak tampan mama juga ada disini, kirain hanya Anes yang main kesini karena kamu kan biasanya sibuk." Ucap mama, Deandra mendengus mendengar perkataan mama nya.
"Tante." Pekik Kenzie, bocah itu berlari ingin memeluk Anes namun seperti biasa belum sampai memeluk Anes Deandra sudah lebih dulu menangkap tubuh mungil Kenzie dan menggendong nya.
"Hai Ken." Sapa Deandra.
__ADS_1
"Ish om apa si Kenzie ingin peluk tante." Ucap Kenzie.
"No ya Ken tante itu punya om Ken gak boleh sentuh Tante." Ucap Dean, lelaki itu berniat untuk mencium gemas pipi Kenzie namun tangan Kenzie menahan kepala Deandra.
"Om gak mau om." Teriak nya, Anes dan mama tertawa melihat tingkah Deandra dan Kenzie.
"Lepas ga tangan nya." Ucap Deandra.
"Enggak om Ken gak mau di cium om." Teriak Kenzie, mama menggelengkan kepalanya dan mengajak Anes dan Dean masuk kedalam rumah.
"Ken pelit banget." Ucap Deandra menurunkan tubuh Kenzie, setelah turun dari gendongan Deandra bocah itu langsung berlari ke arah Anes.
"Hei jangan minta gendong tante ya kasihan nanti baby nya kejepit." Ucap mama.
"Iya Oma." Ucap Kenzie, Anes memangku Kenzie dan mencium gemas wajah bocah itu.
"Apa kabar anak ganteng nya tante." Ucap Anes.
"Aku baik-baik saja apakah tante juga baik-baik saja." Ucap Kenzie, mata bulat nya berkedip lucu menatap Anes.
"Hmmm, tante baik-baik saja tentunya." Balas Anes.
"Tante Ken kangen tante sekarang kenapa tidak pernah menemani Ken tidur lagi, tante sudah tidak sayang kepada Ken?" Tanya nya polos, Anes tersenyum tipis mendengar perkataan Kenzie.
"Kalian akan menginap?" Tanya mama.
"Hmmm, biarkan Kenzie menghabiskan waktu bersama Anes kasihan dia sepertinya sangat merindukan Anes." Ucap Deandra.
"Dean mama mau bicara sama kamu." Ucap mama, Deandra menoleh menatap mama sepertinya mama serius dalam hal ini.
"Ada apa?" Tanya Deandra.
"Tidak disini mama tidak mau Kenzie mendengar nya." Ucap mama, Deandra mengangguk mendengar perkataan mama.
Kini mereka sudah ada di ruang kerja Deandra yang dulu masih tinggal di rumah itu, Dean menatap mama menunggu apa yang sebenarnya ingin mama bicarakan.
"Beberapa hari lalu Kenzie selalu mengamuk tiap tengah malam Dean, mama tidak mengerti apa yang terjadi kepada Kenzie sampai pada akhirnya mama membawa dia ke dokter anak dan ternyata mental Kenzie terganggu nak." Ucap mama.
"Bagaimana bisa?" Tanya Deandra.
"Tubuh nya belum terlalu kuat untuk menerima setiap masalah yang datang padanya, dan di sekolah Kenzie banyak di ejek oleh teman-temannya karena mereka mengatakan bahwa mami Kenzie seorang monster yang jahat. Hal itu selalu membuat Ken menangis seorang diri, ia akan terlihat baik-baik saja jika di hadapan mama dan papa tapi setiap malam hari dia akan mengamuk." Ucap mama, Deandra memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Ma tapi kita tidak pernah memberikan masalah kepada Kenzie." Ucap Deandra.
"Kamu tahu Kenzie bukan anak yang bo*oh, dia cukup cerdas untuk mencerna sesuatu yang terjadi di hadapannya. Sebenarnya mama sedikit khawatir jika kalian menginap dan Anes tidur bersama Kenzie, mama takut Ken bergerak dan menyakiti Anes." Ucap mama, Deandra menghela nafasnya dan menenangkan mama.
__ADS_1
"Mama tenang saja Kenzie tidak akan menyentuh Anes, aku akan memindahkan Ken ke kamar nya setelah ia terlelap." Ucap Deandra, mama mengangguk mendengar perkataan Dean.
"Ya sebaiknya begitu." Ucap mama, ia berpikir bagaimana jika Anes tahu sementara wanita itu sangat menyayangi Kenzie.
"Aku akan memberikan dokter terbaik untuk menangani Kenzie, mama jangan khawatir." Ucap Deandra, jujur ia jadi mengingat sikap Liza yang tak pernah baik kepada Kenzie.
"Ya semoga saja kondisinya akan cepat membaik." Ucap mama, Deandra mengangguk dan mengusap punggung mama untuk menenangkan.
"Tante." Panggil Kenzie tiba-tiba.
"Ada apa sayang." Ucap Anes mengelus kepala Kenzie.
"Kenzie takut." Lirih nya.
"Hmmm, takut kenapa." Ucap Anes, tatapan Kenzie menjadi kosong.
"Tante." Lirih nya.
"Ken ada apa hmmm." Ucap Anes.
"Takut hiks..." Lirih Kenzie, Anes memeluk Kenzie mencoba untuk memberikan kenyamanan.
"Tidak perlu takut sayang ada tante disini." Ucap Anes, Kenzie yang semula ketakutan pun menjadi sedikit tenang karena Anes memeluk nya dengan lembut dan penuh sayang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏 😊
__ADS_1