Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 122


__ADS_3

Malam hari di ruang rawat nya Anes terlihat sedang termenung menatap jendela kamar, Deandra yang saat itu baru kembali dari luar pun menatap istrinya yang melamun.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, hmmm?" Tanya Deandra, ia memeluk Anes dari belakang.


"Nana bagaimana keadaan nya sekarang apakah dia baik-baik saja." Ucap Anes, Deandra tersenyum manis kepada Anes.


"Nana masih belum sadarkan diri honey, kenapa kamu ingin melihatnya?" Ucap Deandra lagi.


"Apakah boleh?" Tanya Anes, wanita itu membalikkan tubuhnya dan menatap wajah tampan Deandra.


"Apa yang tidak boleh untuk kamu." Ucap Deandra, Anes tersenyum dan memeluk tubuh tegap suaminya.


"Terimakasih banyak karena kamu selalu memenuhi setiap keinginan aku." Ucap Anes, Dean mengangguk dan mengecup puncak kepala Anes.


Sementara itu di ruang I*U Jordan menggenggam tangan Nana dengan lembut, Jordan terus menemani Nana tanpa merasa lelah sedikitpun.


"Na mau sampai kapan kamu tertidur seperti ini, Anes sudah baik-baik saja apa kamu tidak ingin memeluk nona muda kesayangan kamu." Ucap Jordan.


"Na aku mohon kepada kamu bangun ya na, suda cukup perjuangan kamu yang begitu baik kepada Anes dan baby twins kamu harus bangun agar bisa melihat Aneska dan Deandra junior tumbuh besar." Ucap Jordan lagi, lelaki itu menundukkan kepalanya dan mengecup tangan Nana.


"Jordan." Panggil Anes, Jordan lelaki itu melihat Anes yang di dorong di kursi roda oleh Deandra.


"Anes kamu belum tidur?" Tanya Jordan, Anes menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.


"Aku tidak bisa tidur." Jawab nya.


"Karena memikirkan Nana?" Tanya Jordan.


"Emmm." Balas Anes.


"Oh God ikatan macam apa ini kamu dan Nana bukan saudara tapi kenapa kalian sangat saling menyayangi seperti ini, Nana rela melakukan apapun untuk kamu dan kamu juga rela malam-malam datang kesini untuk Nana." Ucap Jordan.


"Bolehkah aku menemaninya." Ucap Anes, Jordan menatap Deandra yang mengangguk.


"Oke aku dan Dean akan menunggu diluar." Ucap Jordan, Anes mengangguk Dean mendorong kursi roda Anes ke dekat tempat tidur Nana.


"Jika ada sesuatu kamu panggil aku saja, aku menunggu kamu diluar." Ucap Dean mengecup puncak kepala Anes.


"Emmm." Balas Anes, setelah kepergian Deandra dan Jordan Anes menatap Nana dengan sendu.


Tangan wanita hamil itu terulur dan menggenggam tangan Nana, tanpa terasa air matanya menetes begitu saja.


"Na maafkan saya karena sudah membuat kamu seperti ini saya, saya dan anak saya berhutang nyawa kepada kamu. Jika tidak ada kamu disana saya tidak tahu bagaimana keadaan saya dan anak saya sekarang." Ucap Anes.


"Na saya mohon bangun jangan seperti ini bangun untuk saya, untuk twins dan untuk Jordan na. Apakah kamu tahu jika lelaki itu begitu peduli kepada kamu, meskipun kamu sudah menolaknya dia tetap menjaga kamu disini." Lirih Anes, Anes meletakkan kepalanya di atas punggung tangan Nana.


Lihatlah Anes bahkan sampai seperti itu untuk Nana, ia tidak pernah terlihat lemah sebelumnya tapi sekarang ia begitu sensitif dan mudah menangis.

__ADS_1


Saking nyamannya Anes menemani Nana ia tertidur pulas di samping Nana, Deandra dan Joe masuk kedalam ruang rawat Nana.


"Nes." Panggil Deandra, namun Anes tidak menjawab nya.


"Sepertinya Anes tertidur." Ucap Jordan.


"Sayang." Panggil Dean iya memegang pundak Anes, dan ternyata benar jika istrinya itu sedang tidur.


"CK, kebablasan nona malah tidur disini." Ucap Jordan, Dean menggelengkan kepalanya dan menggendong tubuh Anes untuk kembali ke kamar rawat nya.


"Aku akan membantu kamu." Ucap Jordan, Dean mengangguk melihat Jordan yang membantu Dean untuk memegang botol infus Anes.


"Istirahat ya." Ucap Deandra merebahkan tubuh Anes di atas tempat tidur, Jordan yang melihat Dean menjaga Anes pun kembali ke kamar rawat Nana.


...


Tepat pukul 02:00 dini hari Anes terbangun dari tidurnya, ia melihat Deandra yang sedang terlelap di sofa.


"Jam berapa sekarang." Gumam Anes, wanita itu menatap jam yang menempel di dinding.


"Baru jam segini." Gumam nya, Anes bangun dan berjalan mendekati Deandra wanita itu duduk di lantai lalu menatap dalam-dalam wajah tampan suaminya.


Dean menggeliat dan mengerjapkan matanya, Dean terkejut melihat wajah Anes yanh ada di hadapannya.


"Ha_arrghh, kamu kenapa ada disini?" Tanya Deandra, lelaki itu memijat pelipisnya yang terasa pusing.


"Aku lapar." Ucap Anes membuat Deandra mengernyit heran, lelaki itu menatap jam dinding yang ada di ruangan itu.


"Emmm, twins juga lapar." Ucap Anes mengelus perutnya yang masih rata, tidak lupa ia menyebutkan nama anaknya agar Dean tidak protes.


"Ya baiklah twins dan mommy mau makan apa?" Tanya Deandra.


"Nasi goreng, kwetiau, ammm bakso sama_" Ucapan Anes terhenti saat Deandra membungkam mulutnya dengan b*b*r Deandra.


"Emmhhh." Lenguh Anas membuat Deandra tertawa kecil.


"Jangan makan itu." Ucap Dean, Anes menatap kesal suaminya.


"Terus aku harus makan apa?" Tanya Anes.


"Apapun asal jangan itu." Ucap Deandra, Anes mengerucutkan bibirnya dan menangkup wajah tampan Deandra lalu mengecupi setiap inci wajah suaminya.


Cup...cup...cup... Setelah itu Anes menatap wajah Dean yang merona, ia ingin tertawa melihat wajah suaminya.


"Boleh ya." Rayu Anes.


"Ya ya baiklah kamu tunggu sebentar." Ucap Deandra, lelaki itu meraih ponselnya dan keluar dari kamar rawat Anes tidak lupa ia juga menghubungi Joe.

__ADS_1


*Panggilan telepon*


Joe: Hallo siapa yang menelpon tengah malam seperti ini.


Deandra: Joe belikan nasi goreng, kwetiau dan bakso jangan lupa jus strawberry dan coffee (To the points).


Joe: Kau tidak salah ingin makan tengah malam?


Deandra: Sekarang saya tunggu di lobby rumah sakit!


Joe yang mendengar perintah bos nya hanya bisa menghela nafas saja, lelaki itu ingin sekali protes tapi takut Deandra marah.


"Nasib punya bos rese." Grutu Joe, lelaki itu buru-buru keluar dari apartemen untuk membeli makanan yang diminta oleh Deandra.


Setelah satu jam Joe pun sampai di rumah sakit, lelaki itu bahkan masih mengenakan pakaian tidur nya.


"Lama sekali." Protes Dean.


"Ya kamu ngerti kenapa ini sudah larut malam aku harus mencari-cari dulu, ini bakso jangan lupa bakso aku sampai minta mbakku yang membuat nya. Jam segini sudah tidak ada yang menjual bakso." Cerocos Joe.


"Berisik dan kembali pulang." Ucap Dean, lelaki itu menempelkan amplop coklat di bibir Joe lalu pergi begitu saja.


"Apa nih nyogok?" Ucap Joe, Dean menoleh menatap jengah sahabatnya itu.


"Jika tidak mau maka kembalikan." Ucap Deandra.


"Mau lah siapa yang gak mau, maksud saya tumben cash biasanya via transfer." Ucap Joe.


"Berikan kepada mbak kamu yang sudah mau di repotkan dalam membuat bakso tengah malam." Ucap Deandra, Joe tercengang Dean benar-benar berbeda dari yang lain.


.


.


.


.


.


..


.


.


Mommy dan Daddy twins yang lagi tidur

__ADS_1



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2