Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 72


__ADS_3

Setelah selesai berbelanja Anes mengajak Deandra berjalan-jalan di sekitar mall, Dean mengikuti Anes yang terlihat senang.


"Kamu senang?" Tanya Deandra.


"Hmmm, ini kali pertama aku pergi dengan seorang lelaki." Ucap Anes.


"Really?" Ucap Deandra.


"Hmmm, eh aku sering sih pergi-pergi bareng laki-laki tapi itu Alexi, Aiden, dan Axel." Ucap Anes, Deandra tertawa.


"Itu saudara kamu honey." Ucap Deandra mengelus kepala Anes, jantung Anes maraton seketika mendengar Dean memanggil nya honey.


"Yang penting laki-laki." Ucap Anes, Deandra tersenyum dan mengangguk iya kan saja dari pada ngamuk.


"Berdiri disana." Ucap Deandra.


"Untuk apa?" Tanya Anes.


"Nurut saja kenapa si." Ucap Deandra, Anes mengikuti keinginan Dean dan Anes tersenyum saat tahu Dean memotret nya.


Anes pun ikut memotret Deandra dari samping, Anes menatap hasil jepretan nya. Ia tersenyum puas saat menatap wajah tampan suaminya.


"Sudah jalan-jalan nya kita kembali ke villa ya, kamu pasti capek." Ucap Deandra, karena hari sudah semakin sore.


"Ayok." Ucap Anes, keduanya memutuskan untuk kembali ke villa.


Namun karena Anes merasa lapar ia meminta untuk berhenti di sebuah restoran, Anes dan Dean pun makan disana. Setelah selesai makan Anes dan Deandra pun pulang ke villa, sesampainya di villa kedua manusia itu memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.


Dean yang saat itu telanjang dada melihat Anes yang keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya, Deandra menarik tangan Anes hingga keduanya berhadapan.


"A_ada apa?" Tanya Anes, ia merasa gugup dengan posisi nya saat ini.


"Kamu cantik." Ucap Deandra, membuat wajah Anes merona dan jantung nya berdisko ria.


"I_iya aku memang cantik, kamu nya saja yang baru menyadari kecantikan ku." Ucap Anes, lihatlah di saat-saat terpepet saja Anes masih bisa bertingkah lucu.


"Aku ingin memiliki Aneska junior." Bisik Deandra, Anes menelan saliva nya dengan sulit.


"De aku sesak nafas." Lirih Anes.


"Tidak apa-apa kamu hanya gugup saja." Ucap Deandra, Anes memegang dada nya.


"Ta_" Ucapan Anes terhenti, saat Dean membungkam mulut Anes dengan b*b*r nya.


Mata Anes membulat sempurna saat Deandra memgecup b*b*r nya, Deandra menggendong Anes dan membawanya ke tempat tidur.


"Emmmhhh." Pekik Anes, wanita itu hampir kehabisan nafas akibat ulah Dean.


Melihat Anes yang kesulitan bernafas Deandra pun melepaskan c*u*an nya, Dean menatap wajah Anes yang terlihat memerah.


"Huh huh huh, mati aku." Lirih Anes kehabisan nafas, Deandra tertawa kecil melihat tingkah Anes yang menggemaskan.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Dean dengan wajah polos tanpa dosa.


"Masih tanya kenapa, Dean kamu dendam sama aku ya kamu mau bun*h aku kan." Ucap Anes.


"CK, siapa yang berani melakukan itu kepada kamu si hmmm. Gak ada nes, lagian suruh siapa kamu gak nafas?" Ucap Deandra, Anes terdiam benar juga kenapa ia malah menahan nafas nya.


"Ya aku_ak_" Ucap Anes, lagi-lagi Deandra menyerang nya. Namun kali ini dengan perlahan Deandra melepaskan ha*duk yang dipakai oleh Anes, Dean melempar handuk itu ke sembarang arah.


Tangan Anes sibuk mencoba untuk menutupi sesuatu disana, karena ia tahu jika handuk yang ia kenakan sudah terbang entah kemana.


Deandra tersenyum smirk dalam ci*m*n nya, tangan nya bergerak dan bermain di bukit ke*bar Anes. Anes terbelalak karena tangan Deandra yang tidak bisa diam.


"Eung*hh." Lenguh Anes, ia merasakan sesuatu yang tidak biasa.


"Dean_hhh." Des*h nya, Deandra tidak berhenti sampai disitu. Tangan nya bergerak dengan kesana-kemari dengan lincah sampai membuat Anes merasa pening.


"Mommy." Lirih Anes, Deandra tiba-tiba membuka matanya saat mendengar Anes memanggil sang mommy.


"Sayang yang di panggil suaminya, ini kenapa kamu malah manggil mommy." Ucap Deandra tertawa kecil, Anes sudah terlihat kacau padahal mereka belum sampai melakukan nya.


"Dean udah Dean ampun, aku pengen p*p*s." Ucap Anes, Deandra yang merasa Anes sudah mengalami sesuatu pun langsung men*nd*h tubuh Anes.


"Aaaaa." Pekik Anes terkejut.


"Ada yang sakit?" Tanya Deandra.


"Kamu ngapain." Ucap Anes.


Sampai tiba-tiba Anes menjerit keras karena merasakan sakit yang baru pertama kali Anes rasakan, Anes memeluk tubuh Deandra dan mencakar punggung suaminya.


"Aaarrrgggg, sak_it Dean hiks... Sak_it mommy..." Jerit Anes, Deandra menatap Anes yang meneteskan air matanya.


Dean m*nc*um b*b*r Anes untuk menenangkan istrinya, Anes menggelengkan kepalanya dengan kuat.


Bisa-bisanya Anes kesakitan padahal saat latihan bela diri saja Anes tidak sampai seperti ini, Deandra menghentikan kegiatan nya sebentar untuk menenangkan Anes.


"Sakit?" Tanya lelaki itu.


"Hiks... Sakit, ta_tapi pengen ke kamar mandi." Lirih Anes.


"Kel*arkan saja tidak apa-apa." Ucap Deandra, mengelus kepala Anes dengan lembut.


(Mom inikah yang dinamakan menjadi istri yang sesungguhnya, Deandra benar-benar menjadikan aku istri yang sesungguhnya. Dulu Vee kaya gini juga gak si, tapi kok Vee keliatan biasa aja kenapa aku malah kesakitan ya.) Batin nya, Anes menatap Deandra dengan sendu.


Dengan perlahan tapi pasti Deandra memulai lagi kegiatannya, dan kali ini Anes hanya bisa meringis untuk mengimbangi pergerakan suaminya.


Sampai akhirnya Deandra tumbang di atas tubuh Anes, Anes sudah terkulai lemas keduanya dipenuhi oleh keringat.


"Terimakasih." Ucap Deandra, lelaki itu mengecup kening Anes sementara Anes hanya bisa mengangguk saja.


"Aku cape aku ngantuk." Ucap Anes.

__ADS_1


"Padahal kamu cuma diam saja, yang kerja keras sejak tadi itu aku." Ucap Deandra, membuat Anes menatap nya.


"Kamu kira diem doang enak? Tukeran ayok." Ucap Anes polos.


"Ayok." Balas Deandra, tersenyum licik.


"Gak ah aku capek, itu aku mana itu." Ucap Anes mengedarkan pandangannya.


"Apa, kamu mencari apa?" Tanya Dean.


"Baju mana Dean?" Ucap Anes balik bertanya, Dean menepuk kening Anes dengan pelan.


"Di lemari honey." Ucap Deandra.


"Oiya CK, maaf lupa." Balas Anes tertawa kecil.


"Yang pertama memang selalu bikin hilang akal ya." Ucap Deandra, Anes mendengus wanita itu menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


"Istirahat sayang, masih banyak tempat yang harus kita datangi." Ucap Dean.


"Hmmm." Balas Anes, Dean mendekati wajah Anes dan berbisik.


"Gak nyangka padahal cuma rebahan, tapi kamu li*r juga ya." Ucap Dean, Anes melotot dan menggigit dada bidang Deandra.


"Arrggghh, sakit sayang." Pekik Deandra.


"Jangan bikin malu." Rengek Anes yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Iya-iya, yasudah istirahat ya." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan akhirnya terlelap karena terlalu kelelahan. Dean ikut berbaring di samping Anes hingga keduanya sama-sama terlelap.


.


.


.


.


.


.


Anes



Deandra



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2