Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 179


__ADS_3

Di sebuah perusahaan besar terlihat Deandra yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya, dan saat ia sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan yang semula menumpuk di meja kerja nya Dean menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran nya.


Saat Dean berniat untuk memejamkan mata sejenak tiba-tiba seseorang masuk kedalam ruang kerja nya, dan orang itu adalah Joe lelaki itu langsung duduk di sofa tanpa di persilahkan oleh bos nya.


"Ada apa kau kemari?" Tanya Deandra to the points.


"Memangnya kenapa apa aku tidak boleh kemari." Jawab Joe, Dean berdecak mendengar perkataan Joe.


"Joe kau yakin akan menikahi Ike?" Tanya Deandra memastikan.


"Tentu saja aku yakin memangnya kenapa." Jawab Joe, Deandra memicingkan matanya menatap Joe.


"Joe ingat Ike itu bisa dibilang orang terdekat Anes, maksudku dia juga sudah seperti keluarga untukku jika kau berani menyakiti Ike maka aku dan Anes tidak akan tinggal diam." Ucap Deandra.


"Kamu tenang saja Dean aku tidak akan menyakiti nya, lagi pula Ike adalah wanita yang selama ini aku cari." Ucap Joe, Deandra hanya bisa menghela nafasnya saja mendengar perkataan Joe.


Sementara itu di kediaman Deandra seperti biasa Nana selalu ada disana, Nana duduk dengan memangku jabatan mungil baby Alexa.


"Kamu sedang apa ke?" Tanya Nana.


"Saya sedang mengecek beberapa bahan rumah yang sudah habis na." Jawab Ike.


"Ohhh, nona sedang apa lama sekali." Ucap Nana.


"Mungkin nona sedang memberi asi untuk baby Alden." Jawab Ike, matanya fokus mengecek satu persatu bahan dapur yang sudah habis.


"Nona." Panggil Ike.


"Ada apa." Sahut Anes menggendong baby Alden.


"Ini sudah Ike tulis semua." Ucap Ike, Anes mengangguk dan tak lama kemudian ada seorang pemilik butik yang datang kerumah Anes.


"Permisi nona ada tamu yang ingin bertemu dengan Ike." Ucap seorang pelayan wanita.


"Kamu ada tamu hari ini ke?" Tanya Anes.


"Tidak nona." Jawab nya.


"Lalu itu." Ucap Anes, Ike menggelengkan kepalanya namun wanita itu berjalan menuju ruang tamu.


"Selamat siang nona Ike maaf jika saya mengganggu waktu nona." Ujar wanita itu.


"I_iya tapi anda siapa ya?" Tanya Ike.


"Ah saya x pemilik butik tempat tuan Joe memesan gaun pengantin nona." Ujar nya, Ike tercengang mendengar itu.


"Siapa ke?" Tanya Anes yang menghampiri Ike.


"Selamat siang nona maaf mengganggu saya kesini atas permintaan tuan Joe, tuan ingin nona Ike memilih gaun pengantin nya sendiri." Ucap nya, Anes menatap Ike begitupun dengan Nana.

__ADS_1


"Tuh ke pilih sendiri model gaun nya." Ucap Anes.


"Nona Ike harus gimana menjelaskan nya Ike tidak mau, yaampun cobaan apa lagi ini." Gumam Ike, Anes dan Nana tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


"Ke setahu saya kalau wanita itu tidak boleh menolak lamaran orang, nanti lama lagi dapat jodoh nya itu si yang saya tahu." Ucap suster.


"Ya terus Ike harus bagaimana rasanya ingin sekali menghilang dari bumi ini." Ucap Ike, Anes tertawa lagi begitupun dengan suster.


"Sebaiknya kamu pilih saja dulu gaun yang kamu inginkan." Ucap Anes memberi saran.


"Ya ya baiklah." Ucap Ike, Anes dan Nana menatap Ike yang memilih gaun pengantin dengan ngasal.


"Yang ini ya mbak gak sesuai juga gak apa-apa." Ceplos nya, Anes tahu mungkin Ike belum siap untuk semua ini.


Apalagi lelaki yang akan dinikahinya bitu Joe, lelaki dingin, datar dan tanpa ekspresi hal itu akan membuat Ike harus beradaptasi dengan sikap Joe.


...


Malam hari Deandra pulang dari kantor nya, dan saat masuk kedalam kamar ia di kejutkan dengan pemandangan indah di hadapannya.


Dean melihat Anes yang sedang memberikan asi untuk Alexa, Deandra menelan saliva nya melihat itu.


"Sayang kenapa pintunya tidak kamu kunci?" Tanya Dean, wajah nya merah padam menahan sesuatu disana.


"Aku tahu kamu akan pulang mangkanya tidak aku kunci." Jawab Anes santai.


"Kau sengaja melakukan nya?" Tanya Deandra, Anes menoleh dan tersenyum manis.


Di tengah-tengah Anes yang sedang memberikan asi kepada Alexa, Dean justru malah menyerang b*b*r Anes.


"Shiiitttt." Umpat Dean saat kegiatan nya terhenti.


"Kenapa?" Tanya Anes pura-pura polos.


"Segera tidurkan Alexa dan istirahat lah." Ucap Deandra, lelaki itu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Sayang jangan berso_lo nanti lecet." Goda Anes, Deandra yang berada di dalam kamar mandi berdecak mendengar perkataan istrinya.


"Lalu aku harus apa menerkam mu kah." Ujar nya, Anes tertawa geli mendengar Dean yang berkata seperti itu.


Anes berjalan menuju boks bayi dan merebahkan tubuh mungil Alexa disamping tubuh mungil Alden, setelah itu Anes berjalan ke ruang ganti untuk mengambil pakaian Deandra.


"Sayang lama sekali." Teriak Anes.


"Aneska jangan menggangguku." Balas Deandra.


"Bolehkah aku masuk?" Ucap Anes, wanita itu semakin gencar menggoda suaminya.


"Kau ingin aku ma*i berdiri hmmm." Ucap Deandra, Anes tertawa ia suka jika suaminya mulai uring-uringan.

__ADS_1


"Tidak aku hanya ingin menemani kamu." Ucap Anes.


"Tidak perlu aku bisa menyelesaikan nya sendiri." Balas Deandra.


"Sayang aduh." Ucap Anes dengan suara lembut nya.


"Aneska bun*h saja aku kalau begitu, kenapa kau suka sekali membuat suamimu tersiksa seperti ini." Geram Deandra, Anes semakin terbahak mendengar perkataan frustasi yang Dean ucapkan.


Anes berjalan menuju tempat tidur dan berbaring disana, Anes menyandarkan tubuhnya dan memegang ponsel nya melihat-lihat sosial media miliknya.


Setelah satu jam lamanya akhirnya Deandra keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melilit di pinggang nya membuat Anes tak ingin melewatkan pemandangan indah di hadapannya.


"Aku tahu aku se*si." Ucap Deandra, Anes merangkak mendekati Dean yang berdiri di hadapannya.


"Kenapa kau sangat percaya diri hmmm." Goda Anes mendekatkan wajahnya dengan wajah tampan Deandra.


"Aku baru selesai mandi apa kau ingin aku kembali ke kamar mandi." Ujar nya, Anes tertawa puas dengan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Kenapa kau terlihat begitu frustasi." Kekeh Anes.


"Berapa lama lagi aku harus berpuasa nes." Ucap Deandra.


"Mungkin tiga Minggu." Ucap Anes, Deandra mencebikan bibirnya ia tidak pernah puasa selama ini.


Puasa tujuh hari saja membuat Dean kalang kabut apalagi sekarang, pantas saja suaminya lebih sensitif ternyata karena terlalu lama berpuasa.


"Tidurlah." Ucap Dean, meskipun demikian Dean tetap menarik Anes kedalam pelukannya.


"Kau tidak ingin bercerita dulu?" Tanya Anes.


"Tidak sebaiknya kita tidur agar waktu tiga Minggu cepat berlalu." Ujar nya, lagi-lagi Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2