Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 304


__ADS_3

Setelah selesai bersenang-senang Alexa dan kedua sahabatnya pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Ara kamu sama aku saja lagian rumah kita deketan kasian Vani kalau harus antar kamu dulu." Ucap Alexa.


"Oke kak, kak Vani gantian ya sekarang Ara sama kak Alexa." Ucap Ara.


"Ck, oke kalau begitu kamu hati-hati ya, xa kamu juga hati-hati." Ucap Vani.


"Siap." Balas Alexa.


Mereka pun melajukan motornya masing-masing dan belum lama mereka keluar dari area mall insiden mengejutkan pun terjadi, hal itu benar-benar membuat Alexa dan Ara terkejut bukan main.


Ckiiittt.... Braaakkk, tanpa sengaja Vani menabrak sebuah mobil sport mewah jangan tanya bagaimana keadaan Vani sekarang karena saat ini gadis cantik itu sudah tergeletak di aspal.


"Omo, Vani." Teriak Alexa dan Ara, Alexa langsung berhenti dan turun dari motor lalu berlari menghampiri Vani.


"Kak Vani are you ok?" Tanya Ara.


"Yaahhh, ra gimana ini Vani pingsan beneran kah ra?" Tanya Alexa.


"Waah, mana Ara tahu kak tapi bagaimana ini kok Ara jadi takut." Ucap Ara.


Saat Ara dan Alexa sedang kebingungan seorang lelaki keluar dari mobil yang tadi di tabrak oleh Vani, sosok tinggi, putih dan bertubuh kekar itu menatapย  ketiga wanita uang berada di belakang mobilnya.


"Apakah dia tidak apa-apa?" Tanya nya datar, mendengar suara itu Alexa dan Ara mendongak.


"Tidak apa-apa katamu, apakah kamu tidak melihat jika dia tidak sadarkan diri." Ucap Alexa, perkataan Tegas Alexa membuat lelaki itu mengerutkan kening nya.


"Itu bukan salahku, sudah jelas itu salahnya karena tidak hati-hati." Ujarnya.


"Waaahh, kau benar-benar tidak bertanggung jawab." Ucap Alexa.


"Memang aku apakan dia sampai harus bertanggung jawab hmmm, lagi pula siapa suruh seorang wanita mengemudikan motor." Ucap nya lagi, Alexa berdiri dan menatap tajam lelaki itu.


"Yaaak, bukan nya membantu kami kau malah berbicara sesuatu yang tidak seharusnya kau bicarakan. Jika ditanya kenapa wanita mengemudi motor memang apa salahnya? Apakah yang pantas mengemudikan motor itu hanya seorang pria? Aku tidak peduli siapa yang salah disini dan menurutku kau juga salah karena berhenti tiba-tiba, jika bukan temanku mungkin akan ada korban lain akibat ulah mu itu dan dari pada kau mengoceh menyalahkan temanku lebih baik kau bawa dia ke rumah sakit. Aku rasa matamu masih normal dan bisa melihat dia yang tidak sadarkan diri." Cerca Alexa, Ara menganga mendengar Alexa yang terus mengoceh.

__ADS_1


"Cih merepotkan saja." Ujarnya, lelaki itu berjalan mendekati Vani dan menggendong tubuh Vani untuk dimasukan kedalam mobilnya.


"Ra kamu bawa motor Vani." Ucap Alexa.


"Ck, baiklah." Ucap Ara, merekapun mengikuti mobil yang membawa Vani ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Vani langsung di bawa ke ruang U*D, dan Alexa buru-buru menghubungi mommy nya agar datang ke rumah sakit, lelaki tadi pun memperhatikan wajah panik Alexa yang sedang menghubungi mommy nya.


"Kak bagaimana?" Tanya Ara.


"Ra tadi aku minta mommy untuk menghubungi mami nya Vani, tapi kata mommy mami nya vani sedang tidak ada disini mami dan papi vani sedang dalam perjalanan ke sw*s." Ucap Alexa.


"Yaaah, kak gimana dong?" Tanya Ara.


"Gak apa-apa nanti mommy aku yang akan kesini." Balas Alexa.


"Ngomong-ngomong teman kalian sudah saya bawa ke rumah sakit, dan biaya administrasi juga sudah saya urus jadi apakah saya sudah bisa pergi?" Ucap lelaki itu.


"Gak, kamu belum bisa pergi karena mommy kak Alexa belum datang." Ucap Ara.


"Loh bukankah orang tua gadis itu sedang dalam perjalanan menuju sw*s." Ujar nya.


"Orang yang tadi tidak sadarkan diri bernama Alexa kan?" Tanya nya, Ara menghela nafasnya.


"Maaf orang yang berada di dalam itu kak Vani kamu tahu V-A-N-I Vani." Ucap Ara.


"Lalu kenapa tadi kamu mengatakan kalau orang tua Alexa akan kesini." Ujarnya.


"Kak, pak atau om entahlah saya harus memanggil kamu dengan sebutan apa, Alexa itu ini dan ya yang akan kesini itu mommy nya kak Alexa yang akan menggantikan orang tua kak Vani." Ucap Ara, lelaki itupun diam dan melirik Alexa yang sejak tadi terdiam.


"Ohh oke." Jawab nya.


"Hmmm, jelaskan bagaimana semua ini bisa terjadi." Ucap Ara, lelaki itu mengangguk lagi.


Dan setelah menunggu cukup lama Anes pun datang ke rumah sakit bersama dengan Alden, ya wanita itu meminta utranya untuk mengantar Anes ke rumah sakit.

__ADS_1


"Sayang." Panggil Anes.


"Mommy." Balas Alexa, gadis cantik itu berlai dan memeluk Anes.


"Apa yang terjadi? Kenapa Vani bisa sampai masuk rumah sakit?" Ucap Anes, jujur saja Vani sudah seperti anak untuk Anes.


"Permisi." Ucap seorang lelaki membuat Anes dan Alden mengalihkan perhatian nya dari Alexa.


"Ya." Balas Anes.


"Maaf semua ini karena kelalaian saya dan Vani, saya yang berhenti tiba-tiba memuat Vani yang saat itu melaju cepat terkejut dan menabrak mobil saya dari belakang." Ujarnya.


"Benarkah begitu?" Tanya Anes.


"Hmmm, anda bisa tanyakan kejadian nya kepada putri anda nyonya. Saat itu saya menerima panggilan dari orang tua saya hingga membuat saya berhenti begitu saja, sekali lagi saya minta maaf jika terjadi sesuatu kepada Vani saya siap untuk bertanggung jawab ini kartu nama saya dan ada bisa menghubungi saya nyonya." Ujarnya dengan sopan, Alexa dan Ara sampai tercengang mendengarnya.


"Baiklah kalau begitu terimakasih karena sudah bersedia membawa Vani ke rumah sakit." Ucap Anes.


"Berterimakasihlah kepada putri anda yang memarahi saya agar bersedia mengantar Vani ke rumah sakit." Ujar nya, Anes dan Alden langsung menatap Alexa.


"Gak gitu mom, aku gak ada maksud untuk memarahi orang yang tidak aku kenal. Tdai aku hanya khawatir dengan keadaan Vani yang tidak sadarkan diri." Ucap Alexa.


"Tidak apa-apa sayang apa yang kamu lakukan ini sudah benar." Ucap Anes, Alexa dan Ara tersenyum lega mendengar perkataan Anes.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ๐Ÿค—๐Ÿ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2